Loading...

budidaya tanaman serai wangi di kabupaten ogan ilir

budidaya tanaman serai wangi di kabupaten ogan ilir
budidaya serai wangi di kabupaten ogan ilir budidaya tanaman obat untuk keluarga (toga) dapat memacu usaha kecil dan menengah di bidang obat-obatan herbal sekalipun dilakukan secara individual. setiap keluarga dapat membudidayakan tanaman obat secara mandiri dan memanfaatkannya, sehingga akan terwujud prinsip kemandirian dalam pengobatan keluarga. tanaman sereh wangi merupakan salah satu tanaman penghasil atsiri yang cukup penting di indonesia. teknik budidaya merupakan salah satu faktor penentu bagi keberhasilan usaha tani, disamping faktor lingkungan juga ikut menentukan kelanjutan usaha budidayanya. syarat tumbuh pertumbuhan tanaman serai wangi dipengaruhi oleh kesuburan tanah, iklim dan tinggi tempat diatas permukaan laut, dan tumbuh di berbagai tipe tanah baik didataran rendah maupun daratan tinggi sampai dengan ketinggian 1.200 m dpl, dengan ketinggian tempat optimum 250 m dpl. untuk pertumbuhan daun yang baik diperlukan iklim yang lembab, sehingga pada musim kemarau pertumbuhannya menjadi agak lambat. tanaman pelindung berpengaruh kurang baik terhadap produksi daun dan kadar minyaknya. secara umum serai wangi tumbuh baik pada tanah gembur sampai liat dengan ph 5,5 – 7,0. dengan curah hujan rata-rata 1.000 – 1.500 mm/tahun dengan bulan kering 4 - 6 bulan, produksi daun menjadi turun tetapi rendemen dan mutu minyak meningkat (zainal et al., 2004). persiapan lahan bila lokasi lahannya berupa semak belukar cukup dibabat, dibakar dan langsung dibajak. setelah pembukaan lahan dilakukan pengajiran lubang tanam. jarak tanam ditanah yang subur 100 x 100 cm, sedangkan di tanah yang kurang subur 75 x 75 cm. ukuran lubang tanaman adalah 30 x 30 x 30 cm. penanaman serai wangi dapat juga dilakukan dengan sisitem parit, ukuran lebar dan dalam parit sama seperti sistem lubang. pada lahan yang topografinya lereng, sebaiknya barisan lubang atau parit tanam searah kountour. penanaman serai wangi pada kemiringan lahan 25 - 30º dengan curah hujan 3.500 mm/th, sebaiknya menggunakan terasering dan pertanaman secara pagar. penanaman seminggu setelah penyemprotan herbisida penanaman sudah dapat dilakukan. penanaman sebaiknya dilakukan di awal atau diakhir musim hujan ini menghindari penyiraman. bibit yang ditanam pada musim hujan akan tumbuh dengan cepat. bibit serai wangi ditanam 1 atau 2 batang per lubang tanam. bila ukuran batang bibit yang akan ditanam cukup besar, cukup ditanam 1 batang per lubang, tetapi bila kecil-kecil ditanam 2 batang per lubang. penanaman dilakukan sampai sedikit diatas pangkal batang, lalu tanah disekitar bibit dipadatkan. penyiangan dan penyulaman penyiangan pertama dilakukan 1 bulan setelah tanam selanjutnya tiga bulan sekali atau 4 kali dalam setahun tergantung pertumbuhan gulma. sedangkan penyulaman dilakukan bila ada bibit yang belum tumbuh atau mati dalam kurun waktu satu bulan setelah tanam. penyulaman ini sangat penting untuk mempertahankan jumlah populasi dan produksi. bibit yang digunakan untuk penyulaman dapat berasal dari anakan yang sudah ditanam dan hidup disampingnya atau dari rumpun induk yang sejenis. pemupukan untuk menjaga kesuburan tanah dan kestabilan produksi, tanaman serai wangi perlu dipupuk. pupuk berpengaruh pada produksi daun dan banyaknya minyak atsiri yang dihasilkan per hektar (rusli et al., 1990). umur satu bulan setelah tanam, beri pupuk urea sebanyak 25 gram atau satu sendok makan per rumpun. pupuk diberikan dengan cara melingkari rumpun sejarak 25 cm atau satu jeng-kal. pemupukan dilakukan bersamaan dengan pengemburan. dosis pupuk yang dipakai tergantung dari kondisi tanah baik sifat fisik maupun kesuburannya. pupuk npk (37 ; 65 ; 65) dengan dosis 150 - 200 kg/ha, 50 kg kcl/ha (risfaheri, 1990). pupuk kandang 2 kg per rumpun yang di berikan 6 bulan sekali. cara menanam serai wangi bagi anda yang memiliki hobi bercocok tanam sekaligus memasak, serai wangi bisa menjadi salah satu pilihan alternatif anda dalam bercocok tanam. dan berikut merupakan cara menanam serai wangi yang sangat praktis berbeda dengan cara mengatasi semut pada tanaman buah naga, mudah dan murah. media tanam serai wangi hal terpenting pertama yang harus anda lakukan dalam cara menanam serai wangi yaitu membuat media tanamnya. untuk media tanam yang baik ada 2 jenis, anda bisa menggunakan pot ataupun menanamnya langsung dan berikut penjelasannya : pertama, anda bisa membuat lahan tanam bebasa dari kotoran, limbah, rumput liar, dan kerikil. selanjutnya lakukan proses penutrisian pada tanah dengan menggemburkan dan memupuk tanah terlebih dahulu. untuk penggemburan, ada baiknya anda menggunakan cangkul ataupun sekop, buatlah bedengan dengan lebar kurang lebih sekitar 50 cm sengan tinggi 70 cm. jika anda menanamnya di pot, anda bisa menggunakan pot berdiameter sekitar 30 hingga 50 cm. untuk jarak tanam pada lahan langsung kira- kira sekitar 30 hingga 50 cm antar bedengan untuk mempermudah anda melakukan petawatan. sedangkan jika anda menanamnya di dalam pot, anda bisa membuat lubang tanam dengan kedalaman sekitar 5 hingga 10 cm. biarkan tanah pada lahan selama 2 minggu dan lakukan juga proses penyiraman untuk menjaga kelembaban tanah. pembibitan serai wangi setelah media tanam siap berbeda dengan cara menanam bunga matahari, langkah selanjutnya dalam cara menanam serai wangi yaitu melakukan pembibitan. pada dasarnya serai wangi mudah sekali tumbuh dan berkembang, sebagai benih anda bisa mengambil batang serai yang sudah tua dan sedikit berakar, berikut penjelasannya : untuk lebih praktis dalam melakukan pembibitan, anda bisa memperoleh bibit serai dari membelinya di toko pertanian ataupun pembibitan. jika anda tidak mendapatkan bibit serai siap tanam, anda bisa membuatnya sendiri dengan membeli serai di pasar ataupun swalayan dengan ketentuan serai masih memiliki sedikit akar. jangan lupa juga untuk selalu melihat apakah serai anda layak ditanam atau tidak, cirinya serai wangi masih segar dan memiliki aroma khas yang masih tajam. setelah itu sediakan wadah berupa baskom, isi baskom dengan air dan campurkan dengan root up atau zat perangsang akar terlebih dahulu. buatlah media semai untuk menumbuhkan bibit sebelum dipindahkan ke media tanam. untuk media semai cukup campur pupuk kandan san tanah dengan perbandingan 1 : 1 dan masukkan ke dalam polybag berukuran sedang. buatlah lubang tanam pada media semai dengan kedalaman sekitar 5 cm dan tanam benih serai wangi, setelah itu lakukan proses penyiraman setiap tanah mulai mengering dan letakkan pada tempat teduh. setelah benih tumbuh menjadi bibit dengan ketinggian sekitar 15 hingga 30 cm, artinya bibit sudah siap dipindahkan ke media tanam. pindahkan bibit serai ke media tanam secara perlahan, jangan sampai akarnya rusak dan setelah menutup lubang jangan lupa untuk memadatkannya. perawatan serai wangi untuk mendapatkan hasil panen yang sukses berbeda dengan cara budidaya semangka non biji, anda bisa melakukan perawatan setelah selesai menanam. dalam cara menanam serai wangi tidak lengkap jika tidak diimbangi dengan melakukan perawatan yang tepat dan berikut penjelasannya : lakukan penyulaman setelah serai wangi berusia sekitar 2 minggu setelah masa tanam, ini bertujuan untuk mengatasi bibit yang rusak ataupun mati sehingga anda harus menggantinya agar hasil panen anda berkualitas. penyiangan perlu dilakukan setiap 2 bulan sekali dengan melakukan pengamatan pada tiap rumpun serai dan anda juga harus mengambil batang serai yang sudah tua ataupun mati. jangan lupa untuk menggugurkan daun- daun serai yang sudah mulai menguning ataupun kecoklatan. lakukan proses penyiraman hanya ketika tanah pada media tanam mulai mengering, hindari terlalu banyak menyiram air karena dapat menimbulkan busuk akar. lakukan juga pemupukan lanjutan untuk menutrisi tanaman serai wangi anda. panen serai wangi untuk proses panen dalam cara menanam serai wangi ada 2 jenis berbeda dengan cara mencangkok pohon mangga harum manis, caranya sangat mudah dan praktis. anda hanya perlu menyiapkan peralatan terlebih dahulu dan berikuit penjelasannya : untuk panen yang pertama anda bisa mengambilnya dengan akarnya sekaligus dan memotong bagian daunnya saja. untuk batang serai wangi, anda bisa meninggalkannya sepanjang 5 cm. panen pertama dilakukan ketika serai wangi sudah berusia sekitar 6 bulan sedangkan untuk panen selanjutnya anda bisa melakukannya setiap 3 bulan sekali. untuk panen terakhir yaitu panen ke 5, anda bisa melakukannya dengan pencabutan hingga akarnya. panen panen pertama dilakukan pada saat tanaman serai wangi sudah berumur 5 - 6 bulan setelah tanam dengan cara memotong daun serai wangi pada 5 cm diatas ligula (batas pelepah dengan helaian daun) dari daun paling bawah yang belum mati atau kering. panen selanjutnya dapat dilakukan setiap 3 bulan pada musim hujan dan setiap 4 bulan pada musim kemarau. produksi serai wangi sejak dari panen 1 sampai ke 3 meningkat, tetapi panen berikutnya sampai panen ke 7 produksi turun hampir 50%. terjadinya penurunan produksi daun segar dan minyak setelah tahun ketiga adalah karena dengan meningkatnya umur rumpun tumbuhnya makin ke atas, sehingga akar baru yang tumbuh tidak dapat mencapai tanah yang menyediakan hara. oleh karena itu untuk meningkatkan produksi daunnya diperlukan tindakan budidaya terutama pembum-bunan sekitar rumpun (mansur, 1990). untuk tanah yang subur dan tanaman terpelihara dengan baik, hasil daun segar berkisar 50 – 70 ton/ha/th. sedangkan untuk tanaman yang tidak terpelihara dengan baik, produksinya hanya antara 15 - 20 ton daun segar/ha/ th. (rusli at al., 1990). pasca panen jumlah dan mutu serai wangi yang dihasilkan selain ditentukan oleh jenis tanaman kondisi iklim dan tanah, serta mutu daun waktu panen, juga ditentukan oleh cara penanganan daun setelah panen dan penyulingan. penanganan daun sebelum disuling yang kurang tepat dapat menurunkan produksi dan mutu minyak. daun serai wangi yang akan disuling tidak perlu dipotong-potong pendek. tetapi sebaiknya daun serai wangi tersebut dijemur selama 3 - 4 jam atau disimpan di tempat teduh 3 - 4 hari. sebetulnya mutu minyak yang terbaik diperoleh dari penyulingan daun segar. penjemuran dan pelayuan daun serai wangi sebelum disuling pada batas tertentu tidak berpengaruh terhadap rendemen minyak. malahan penjemuran dan pelayuan yang terlalu lama dapat menurunkan kadar sitronellal dan total geraniol dalam minyak. tetapi dengan penjemuran atau pelayuan jumlah bahan yang dapat disuling setiap kali penyulingan bertambah besar, sehingga penyulingan bahan dalam keadaan kering lebih efiisien. lama penyulingan untuk ketel penyuling kapasitas 1 ton daun adalah 5 jam dengan kecepatan penyulingan 120 kg uap/jam. rendemen minyak yang dihasilkan sekitar 0,7 – 0,9%. sebaiknya ketel penyulingan diberi isolasi untulk mencegah kehilangan panas. bagi anda pecinta masakan tradisional pastinya tahu dengan jenis- jenis rempah. rempah merupakan salah satu jenis tumbuhan yang sering digunakan sebagai salah satu bahan ataupun bumbu pelengkap masakan. ada banyak sekali jenis rempah asli indonesia yang saat ini sudah banyak di ekspor ke luar negeri. mulai dari pala, jahe, merica, serai, dan masih banyak lagi berbeda jika anda melihat cara mencangkok belimbing wuluh, pada mulanya rempah diekspor karena memiliki nilai jual yang cukup tinggi. salah satu jenis rempah yang saat ini sering dicari orang dipasaran yaitu serai. serai sendiri memiliki banyak varietas atau jenisnya, dari banyaknya varietas yang ada serai wangi merupakan salah satu jenis serai yang paling dikenal. bisa dibilang, serai wangi merupakan jenis serai unggulan yang sangat baik jika dibudidayakan. serai sendiri merupakan jenis tumbuhan rempah dengan tumbuhan yang mirip dengan rumput liar. perbedaan yang significant yaitu sserai memiliki ukuran lebih besar disbanding rumput. sebagai bumbu, serai sendiri dimanfaatkan batang pohonnya. batang serai inilah yang akan menambah rasa serta aroma masakan anda, serai memiliki aroma harum khas dengan rasa sedikit pedas dan pahit namun inilah yang membuat masakan anda lebih sedap. serai dimanfaatkan sebagai pelengkap sekligus bumbu dalam berbagai masakan tradisional seperti soto, rawon, ikan kuah pedas, sate lilit, dan masih banyak lagi. selain itu serai juga memiliki banyak manfaat di bidang kesehatan. sudah banyak sekali produk kesehatan yang berbahan dasar ataupun menambahkan serai dalam produknya. hal ini tentunya tidak lepas dari kandungan yang ada pada serai. kandungan nutrisi pada serai sitrat sitronelol farnesol geraniol sitronelal terpinol mirsen sabinen beta kadinen elemol tripinil dari banyaknya kandungan nutrisi pada serai di atas masih banyak lagi kandungan yang tersimpan. selain itu serai merupakan salah satu tumbuhan rempah yang mudah sekali ditanam, hal ini karena serai merupakan salah satu jenis tumbuhan yang mudah ditanam dan mudah bertahan hidup disegala cuaca bahkan kemarau sekali created by admin ogan ilir desy natalia,sp,msi penyuluh pertanian muda penata tk.i/iii.d