Loading...

Budidaya Tanaman Ubi Jalar

Budidaya Tanaman Ubi Jalar
Ubi jalar merupakan komoditas pertanian jenis umbi-umbian. Ubi juga sebagai sumber energy (khususnya karbohidrat), vitamin dan mineral dengan memiliki kandungan yang sama dengan nasi. Sebagai sumber pangan alternatif, pakan dan bahan industri. Jadi, meskipun kita hanya memakan ubi, tubuh kita tidak akan terasa lemas. Makanan dengan kandungan antioksidan tinggi sering disebut sebagai makanan fungsional atau superfood. Varietas ubi jalar ungu termasuk dalam makanan yang murah dan unggul dalam kandungan antioksidan. Budidaya ubi jalar memiliki prospek yang baik, terutama dengan meningkatnya kebutuhan pangan dan diversifikasi produk olahan. Ubi jalar mudah dibudidayakan, cocok untuk berbagai wilayah di Indonesia, dan memiliki kandungan gizi tinggi. Selain sebagai bahan pangan, ubi jalar juga memiliki potensi sebagai bahan baku industri, seperti pengolahan makanan olahan, dan bahkan sebagai bahan baku probiotik. Terdapat tiga jenis ubi jalar (Ipomoea batatas L.) yang ditanam di Indonesia, yaitu ubi jalar putih-coklat, merah dan ungu. Ketiga jenis ubi jalar tersebut memiliki varietas unggul unggul. Beberapa varietas ubi jalar yang populer adalah Cilembu, Ibaraki, Lampeneng, Georgia, Borobudur, Prambanan, Mendut dan Kalasan. Budidaya ubi jalar cocok untuk daerah tropis yang panas dan lembab. Suhu ideal untuk tanaman ini adalah 21-27o Celcius dan curah hujan 750-1500 mm per tahun. Menanam ubi jalar membutuhkan sinar matahari sekitar 11-12 jam per hari. Di Indonesia budidaya ubi jalar mencapai produktivitas optimal bila ditanam di dataran rendah pada ketinggian 500 mdpl. Namun tanaman ini bisa tumbuh lebih dari 1000 meter, hanya saja waktu tanam sampai panen lebih lama. Di Indonesia, ubi jalar sebenarnya memiliki prospek yang baik dalam bidang agribisnis karena ubi jalar sangat mudah untuk ditanam dan memiliki harga jual yang cukup baik. Tetapi sayangnya para petani belum memiliki wawasan yang cukup luas. Para petani hanya menanam ubi dan menjualnya begitu saja. Padahal dapat dimanfaatkan menjadi peluang usaha dari bahan baku tersebut. Dengan lahan pertanian yang cukup luas seharusnya kita dapat memanfaatkannya dengan baik. Tidak hanya menjual ubi jalar tersebut di dalam negeri saja, kita bisa mengeksportnya ke luar negeri. Oleh karen itu perlu dipahami dan dipelajari mengenai tips dan cara yang tepat dalam membudidayakan tanaman ubi jalar yang dapat memberikan hasil yang memuaskan. Ke depan, kebutuhan ubi jalar di dalam negeri dipastikan akan meningkat sejalan dengaN meningkatnya jumlah penduduk dan semakin berkembangnya industri berbahan baku ubi jalar. Selain itu, permintaan dari luar negeri selain ke Asia Timur seperti Korea Selatan dan Jepang, negara-negara Timur Tengah juga memiliki potensi sebagai tujuan ekspor. Potensi ubi jalar sebagai bahan baku industri pangan sangat besar, mengingat sumber daya bahan tersedia melimpah, karena budi daya yang mudah dan masa panen yang singkat, selain itu ubi jalar juga memiliki fleksibilitas yang tinggi dalam pengolahan, kandungan zat gizinya cukup lengkap bahkan beberapa zat diantaranya sangat penting bagi tubuh karena berfungsi fisiologis yaitu anthosianin dan karatenoid sebagai anti oksidan serta serat rapinasa yang berfungsi prebiotik. Potensi lain dari ubi jalar adalah daya terima masyarakat terhadap produk dari ubi jalar yang akan disukai masyarakat karena bahan dasar sudah cukup dikenal dimasyarakat hanya perlu inovatif. Diversifikasi ubi jalar yang dapat dikembangkan oleh industry pangan di anataranya ; aneka cookies, cake, chip/keripik, ice cream dan bubur bayi. Adapun petunjuk teknis dalam membudidayakan tanaman ubi jalar yaitu sebagai berikut: Memilih lokasi yang sesuai, di mana pada dasarnya negara tropis seperti Indonesia sangat cocok untuk menanam ubi, karena udaranya yang panas dan lembab membantu dalam pertumbuhan. Hampir setiap jenis tanah pertanian cocok untuk membudidayakan ubi jalar. Jenis tanah yang paling baik adalah pasir berlempung, gembur, banyak mengandung bahan organik, aerasi serta drainasenya baik. Penanaman ubi jalar pada tanah kering dan pecah-pecah sering menyebabkan ubi jalar mudah terserang hama penggerek. Suhu udara yang ideal bagi tanaman ubi jalar yaitu 21 sampai 27°C dengan curah hujan antara 750 hingga 1500 mm/tahun. Produktivitas ubi jalar yang tinggi berada di dataran rendah. Namun pada dataran tinggi diatas 1.000 mdpl, ubi jalar tetap dapat tumbuh dan menghasilkan umbi. Penyiapan bibit ubi Bibit ubi jalar dapat diperbanyak melalui stek pucuk ataupun tunas umbi. Stek pucuk lebih banyak dipilih karena waktu nya yang singkat, dapat memperoleh bibit dengan banyak, dan memiliki kualitas seperti induknya. Cara pembibitannya cukup mudah, yakni dengan memotong pucuk ubi jalar yang merambat sepanjang 15 hingga 25 cm. Lakukan penanaman dengan segera, supaya bibit tidak menjadi layu dan kering. Pengolahan tanah yang maksimal Tanah yang lempung berpasir, gembur, dan mudah menyerap air, sangat membantu ubi jalar tumbuh dengan maksimal. Gemburkan lahan dengan cara di cangkul maupun menggunakan traktor. Setelah lahan menjadi gembur, buat bedengan dengan ukuran lebar 60 sampai 100 cm, tinggi 30 hingga 40 cm, jarak antar bedengan 40 hingga 60 cm. Berikan pupuk kandang ataupun pupuk kompos sebagai pupuk dasar. Pada tahap penanam bibit, biarkan lahan selama 7 sampai 14 hari. Setelah itu baru dapat dilakukan penanaman. Penanaman dilakukan dengan menancapkan 2/3 bibit ke dalam tanah. Pada satu bedengan dibuat dua baris dengan jarak tanam antar lubang dan antar baris 15 sampai 30 cm. Penggunaan pupuk organik Ada banyak pilihan pupuk organik yang dapat gunakanlah seperti pupuk kompos, pupuk bokashi, dan pupuk kandang. Pupuk padat ini biasanya diberikan sebagai pupuk dasar, sedangkan untuk pupuk susulan dapat menggunakan pupuk organik cair. Pupuk organik cair dapat dibuat dari sisa makanan, bahkan anda dapat membuatnya sendiri dirumah. Pengendalian hama penyakit Pengendalian hama dan penyakit dilakukan dengan menggunakan pestisida nabati. Pestisida ini dapat dibuat sendiri di rumah menggunakan bahan-bahan alami seperti bawang putih, jahe, atau cabai rawit. Pemanenan Ubi jalar dapat mulai dipanen pada umur 3,5 hingga 4 bulan setelah ditanam. Lakukan pengecekan umbi dengan cara menggali beberapa tanaman. Pasalnya, telat panen akan membuat umbi keras dan kualitasnya menurun. Cara panennya dengan menggali tanah satu persatu dan mengumpulkannya di keranjang maupun karung. Adapun tata cara panen ubi jalar dilakukan melalui tahapan sebagai berikut: a) Tentukan pertanaman ubi jalar yang telah siap dipanen. b) Potong (pangkas) batang ubi jalar dengan menggunakan parang atau sabit, kemudian batang-batangnya disingkirkan ke luar petakan sambil dikumpulkan. c). Galilah guludan dengan cangkul hingga terkuak ubi-ubinya. d) Ambil dan kumpulkan ubi jalar di suatu tempat pengumpulan hasil. e). Bersihkan ubi dari tanah atau kotoran dan akar yang masih menempel. f). Lakukan seleksi dan sortasi ubi berdasarkan ukuran besar dan kecil ubi secara terpisah dan warna kulit ubi yang seragam. Pisahkan ubi utuh dari ubi terluka ataupun terserang oleh hama atau penyakit. Setelah panen, ubi jalar harus disimpan dengan baik agar tidak cepat rusak. Simpan ubi di tempat yang sejuk, kering, dan tidak terkena sinar matahari langsung. Hindari menumpuk umbi terlalu banyak dalam satu tempat agar tidak mudah membusuk. Menanam ubi jalar membutuhkan persiapan dan perawatan yang cermat agar terhindar dari kegagalan panen. Dengan memilih bibit yang berkualitas, menjaga kondisi lahan, melakukan penyiraman dan pemupukan yang tepat, serta mengendalikan hama dan penyakit, peluang mendapatkan hasil panen yang melimpah akan semakin besar. Pastikan juga untuk memanen ubi jalar pada waktu yang tepat untuk mendapatkan kualitas terbaik dari hasil tanaman. Oleh : Wilda Astrina, S.P., M.Si. (PPL Kelurahan Walannae Kec. Tanete Riattang)