Loading...

BUDIDAYA TERONG BELANDA DENGAN PROSEDUR YANG BENAR

BUDIDAYA TERONG BELANDA DENGAN PROSEDUR YANG BENAR
Saat ini tanaman terong belanda sudah mempunyai penggemarnya sendiri. Berbagai macam olahan makanan dan minuman dapat diolah dari buah terong Belanda. Selain menyegarkan, buah ini sangat bagus untuk menjaga kesehatan tubuh. Serta menghindarkan dari berbagai penyakit yang bisa mengakibatkan kematian seperti stroke dan lain-lain. Dengan segala keunggulan dan manfaat terong belanda, tentu akan mengundang pula peluang yang bisa diraih dari budidaya tanaman ini. Terong yang mudah tumbuh ini dapat menjadi sebuah kesempatan emas untuk menambah penghasilan di sela waktu setelah aktivitas kerja anda. Budidaya terong belanda dapat dilakukan melalui biji, dengan menggunakan teknik stek atau tunas kecambah. Pada budidaya terong belanda melalui biji, tanaman akan berbuah dalam usia 2 tahun, dan mati dalam usia 5 - 6 tahun. Budidaya terong belanda melalui teknik penempelan pada spesies lain dapat membuat umur tanaman menjadi lebih panjang. Budidaya terong belanda dapat berlangsung baik di lahan yang memiliki drainase yang baik, karena tanah di lahan seperti ini memiliki bahan organik dan kelembapannya sedang. Tanaman budidaya terong belanda tak tahan terhadap genangan air, walaupun hanya untuk 1 “ 2 hari. Tanaman ini berakar dangkal, karenanya mudah roboh, juga cabang-cabangnya yang rapuh itu mudah sekali patah jika sedang berbuah lebat. Budidaya terong belanda dapat dilakukan di wilayah dengan suhu rata-rata 10 derajat celcius, pada daerah dengan suhu tinggi budidaya terong belanda sulit dilakukan karena udara panas dapat dapat membunuh tanaman muda dan daun serta ujung pucuk tanaman dewasa. Lahan budidaya terong belanda yang berada di kawasan yang sejuk sangat baik karena udara seperti ini dapat mendorong pembungaan tanaman. Tanaman ini paling cocok hidup di daerah yang bersuhu dingin seperti dataran tinggi. Terong Belanda dibudidayakan pertama kali di Bogor. Daerah yang sudah terkenal dengan suhu dinginnya. Bila ditanam di suhu yang panas tanaman ini akan sudah berbuah bahkan bisa mati. Karena tunasnya tidak dapat menerima panas matahari secara langsung. Suhu panas maksimal yang ditoleransi untuk penanaman terong Belanda adalah 22-30°C. Untuk daerah yang bersuhu di atas itu sebaiknya dibuatkan jaring-jaring di atasnya. Agar panas di siang hari tidak terkena langsung pada tunas dan daun mudanya. Tanaman ini bagus sekali di tanam pada musim kemarau karena mempunyai suhu dingin pada malam harinya. Oleh karena itu, tanaman budidaya terong belanda dapat berbuah matang pada musim dingin di daerah subtropik, dan jika ditanam di daerah tropik buah matang sesudah terjadi udara dingin. Buah hasil budidaya terong belanda akan menjadi lebih baik pada hari-hari cerah yang panas dan malam-malam yang dingin pada musim kemarau di daerah tropis daripada selama musim dingin dl dataran tinggi. Tanaman budidaya terong belanda yang dipanen terlalu tua akan menjadi busuk dan kurang enak dikonsumsi. Apabila dipanen terlalu muda, maka kuantitas produksi akan lebih sedikit dan harga jualnya pun menjadi lebih rendah karena kurang memenuhi standar perrdagangan secara umum. Pemanenan buah hasil budidaya terong belanda tergantung permintaan konsumen, apakah buah yang masih berwarna hijau atau yang sudah berwarna merah. Biasanya buah terung belanda sudah siap dipanen apabila sudah berumur lebih kurang 2 “ 3 bulan dari mulai pembuahan. Mekanisme pemanenan, diperhitungkan pula lama pengangkutan sampai ke tangan konsumen.Sebaiknya buah hasil budidaya terong belanda yang dipetik adalah buah muda yang bijinya belum keras dan daging buahnya belum liat. Apabila pengangkutan memerlukan waktu lama, maka sebaiknya buah dipetik sebelum masak, tapi sudah tampak bernas (berisi). Waktu panen sebaiknya dilakukan saat pagi hari atau sore hari. Hindari waktu panen saat terik matahari karena dapat mengganggu tanaman dan membuat kulit terung menjadi keriput (kering) sehingga menurunkan kualitas. Persiapan PembibitanTerong Belanda dapat diperbanyak dengan dua sistem. Pertama perbanyakan generatif dengan menggunakan sistem penyemaian dari buah yang sudah tua yang sudah dikeringkan. Kedua perbanyakan generatif umumnya stek namun saat ini telah dilakukan penyambungan dengan tujuan agar umur tanaman lebih panjang1. Perbanyakan Generatifa. Buah yang akan dijaikan benih adalah buah yang matang sempurna dan diambil dari pohon induk yang sehat dan baik pertumbuhannya;b. Keluarkan biji dari buah dengan cara memotong bagian ujung buah;c. Rendam biji selama 24 jam, buang biji yang mengapung;d. Kering anginkan biji 24 jam;e. Biji yang telah dikeringkan merupakan benih yang bisa disemai;f. Penyemaian sebaiknya dilakukan dengan membuat bedengan dan mencampurkan pupuk kandang atau bokashi pada bedengan agar tanah genbur sehingga memudahkanproses perkecambahan dan pemindahan tanam (tidak merusak perakaran);g. Penanaman dilakukan setelah bibit memiliki 2 pasang daun kecil (1 “ 1,5 bulan) tidak disarankan menanam bibit yang telah melebihi umur 3 bulan karna pertumbuhan sudah mulai menurun.2. Perbanyakan Vegetatif (Penyambungan/grafting)a. Persiapan batang bawah dari tanaman yang satu famili yang memiliki umur panjang (Terong/Ungke):b. Persiapan entres (entres bisa diambil dari pohon induk dan dari bibit yang telah berumur >3 bulan;c. Penyambungan batang bawah dan entres;d. Penanaman dapat dilakukan setelah memiliki 2 pasang daun Pengolahan lahanTerong belanda memerlukan tanah yang gembur dan memiliki unsur hara yang cukup, lubang tanam dibuat dengan ukuran 25 “ 30 cm dengan jarak tanam 1,5 “ 2 meter, selanjutnya diberikan pupuk dasar berupa campuran (3 kg pupuk kandang = 100 gram NPK) PenanamanLubang tanam yang telah diberi pupuk dasar ditutupi tanah setebal 10 cm, lalu ditanam bibit terong belanda dengan kedalaman ± 5 cm dari pangkal batang. Untuk proses penamanan sebaiknya memotong tunas atas dari bibit terong ini. Manfaatnya batang tanaman akan mudah bercabang dan dari banyaknya cabang ini akan menghasilkan buah yang bagus dan lebat. PemupukanTerong belanda akan memiliki batang yang kuat jika dari awal penanaman telah diberikan asupan unsur hara yang cukup serta harus rutin memberikan pupuk yang mengandung P dan K serta tambahan pupuk organik agar tanah tidak mudah rusak dan mengeras. Dua pupuk ini akan berkolaborasi untuk menghasilkan unsur hara yang sangat diperlukan oleh tanaman Pengendalian hama penyakit tanamanTerong belanda jarang dilakukan pengendalian hama penyakit, hama yang sering menyerang adalah ulat bulu, sedangkan penyakit yang sering menyerang adalah layu pada tangkai buah yang umumnya dikendalikan dengan fungisida. Ada tiga tipe penanaman terong Belanda yang dapat diterapkan:1. Penamanan langsung di tanahTempat tanam yang baik adalah yang tidak mengandung air yang banyak. Sebab tanaman ini paling tidak tahan terhadap air berlebih. Buatlah bedengan dengan lebar sekitar 1,4 meter dengan tinggi sekitar 40 cm untuk menghindarkan tanaman dari genangan air.Campur tanah dengan kapur dan pupuk kandang untuk mengurangi kadar asam pada tanah yang bisa menyebabkan tanaman menjadi kuning. Penaburan kapur dilakukan 2 minggu sebelum penanaman agar tanamannya tidak panas dan bisa tumbuh dengan baik (Bisa gunakan mulsa untuk mengurangi tumbuhnya gulma yang dapat mengganggu asupan pupuk pada tanaman terong Belanda dan lebih menghemat waktu). 2. Penanaman menggunakan PotPada lahan sempit, penggunaan pot sebagai tempat tanam bisa menjadi solusi budidaya terong Belanda. Sehingga dapat berfungsi sebagai tanaman hias yang dapat dimanfaatkan untuk dikonsumsi sendiri maupun dijual kepada konsumen. Pastikan memilih pot yang memiliki diameter lebar agar tanaman dapat tumbuh dengan lebih leluasa. Pilih juga yang berbahan tebal supaya bisa bertahan lama dan tidak mudah pecah.Untuk tanah yang digunakan usahakan menggunakan tanah yang subur. Untuk hasil yang lebih maksimal bisa menambahkan pupuk kompos sebelum tanah dimasukan ke dalam pot. Penambahkan skam kayu agar tanah tidak mudah padat saat disiram setiap hari dapat diberikan saat tanaman telah tumbuh.3. Penanaman menggunakan PolybagMeskipun polybag sekilas tak sekuat pot. Sebenarnya polybag juga mempunyai fungsi yang sama dengan pot yaitu sebagai media tanam di lahan sempit. Keuntungannya polybag harganya relatif lebih murah bila dibandingkan dengan pot. Kalau dari praktis saat ingin memindahkan tanaman ke tempat lain lebih mudah menggunakan pot. Semua punya kelebihan masing-masing, anda dapat menentukan pemilihannya sesuai dengan kebutuhan. Gunakan tanah yang memiliki unsur hara yang baik bisa menambahkan pupuk kompos agar tanah tetap lunak dan tidak mudah mengeras saat diisikan di polybag. Pengalaman membuktikan bahwa tanah yang unsur haranya kurang akan berakibat pada mudah padat dan mengeras saat dimasukan ke dalam polybag. (Sumeri, MP - Penyuluh Pertanian Muda pada BPP Pegasing)