PENDAHULUAN Permintaan pasar akan komoditi terong tak pernah sepi, karena tingkat konsumsi di masyarakat cukup tinggi. Melihat peluang ini tentu tanaman terong perlu dibudidayakan secara organik dengan mengurangi penggunaan bahan-bahan kimia, sehingga terong yang dihasilkan merupakan sayuran sehat dan terbebas dari kontaminasi bahan kimia. Ada banyak jenis terong yang kita kenal, selain terung untuk di masak atau di sayur kita juga mengenal jenis terung untuk lalapan alias dimakan mentah. Terung untuk lalap dari sisi bentuk dan ukuran tentu saja berbeda dengan terung sayur umumnya jenis terung lalap berbentuk bulat dan ukuran kecil. Untuk budidaya terong lalap hijau karena dimakan mentah sebaiknya di budidayakan secara organik sehingga orang yang mengkonsumsinya tidak terkena racun pestisida dan lebih sehat. Ciri khas terong buah lalap gelatik punya rasa manis dan renyah dan lagi tekstur daging yang empuk di mulut sangat cocok dimakan dengan sambal terasi. Ada 2 jenis terong lalap yang biasa dikonsumsi yaitu terong Gelatik Ungu dan Terong Gelatik hijau Agar diperoleh tanah yang baik untuk pertumbuhan terung, perlu dilakukan langkah-langkah dalam pengolahan tanah yaitu penggemburan, pembuatan bedengan, pengapuran dan pemberian pupuk dasar. Setelah penanaman maka perlu dilakukan pemeliharaan. Kegiatan pemeliharaan meliputi pengairan, penyulaman, pembumbunan, penyiangan, pemupukan serta pemberantasan penyakit. Terung rata-rata dapat dipanen pada umur 3,5 bulan sejak tanam. Bila dirawat dengan baik tanaman dapat berproduksi hingga umur 5-6 bulan. Panen yang baik dilakukan sore atau pagi hari terutama saat musim kemarau. Waktu seperti itu merupakan saat yang tepat karena buah sedang bagus-bagusnya sehingga bisa diperoleh terung berkualitas. Syarat Tumbuh Dapat tumbuh di dataran rendah tinggi Suhu udara 22 – 30o C Jenis tanah yang paling baik, jenis lempung berpasir, subur, kaya bahan organik, aerasi dan drainase baik dan pH antara 6,8-7,3 Sinar matahari harus cukup Cocok ditanam musim kemarau Pengolahan lahan Pengolahan tanah dengan membentuk bedengan, agar tingkat pertumbuhan akar tanaman menjadi lebih baik dan terbebas dari banjir dan juga akan lebih mempermudah proses pemeliharaan Pengolahan lahan ini dilakukan 1 bulan sebelum penanaman bibit. Pemupukan Dasar (Organik) Menccampurkan kotoran hewan yang sudah difermentasi pada bedengan sebagai pupuk dasar, kotoran hewan dipakai karena lebih bisa mengikat air. Persemaian benih dan penanaman Melakukan persemaian disemai dibak persemian atau di kantong polybag, sebelum disemai benih terlebih dahulu direndam selama 1 malam dengan air hangat kuku, kemudian setelah penyemaian bibit berumur 7 hari, bibit sudah tumbuh dan t dipindahkan ke dalam polybag berukuran kecil. Kemudian setelah bibit berumur 20 hari, bibit sudah bisa dipindahkan ke lahan yang telah dipersiapkan dengan jarak tanam 60×70 cm. Pemeliharaan Untuk pemeliharaan selama masa penanaman dapat menggunakan pemupukan yang bersifat semi organik, jadi tidak mutlak organik karena tanaman ini membutuhkan unsur makro yang lumayan banyak. Pada usia 4 minggu tanaman terong yang sehat akan terlihat bermunculan tunas air yang menempel pada batangnya. Tunas-tunas air tersebut harus segera dibuang, karena jika dipertahankan tunas ini akan banyak memakan nutrisi dan cenderung tidak menghasilkan. Pengendalian hama dan penyakit Hama penyakit yang umum menyerang terong adalah ulat yang merusak batang, lalat buah dan thrips. Untuk penanggulangannya yaitu dilakukan pengendalian sebelum tanaman diserang menggunakan larutan organik tertentu seperti tembakau dan daun sirih untuk disemprotkan pada tanaman agar tidak diserang. Sementara untuk hama seperti kumbang, lalat buah, kepik dan sebagainya dapat digunakan perangkap hama berupa perekat. Proses pertumbuhan dan pembuahan Pertumbuhan vegetatif tanaman terong dimulai dari penanaman sampai memproduksi bunga, biasanya pada umur tanaman terong 4-5 minggu, bahkan jika perawatan dan aplikasi pupuk dilakukan dengan baik dan benar, pada usia 5 minggu taman terong ini sudah mulai berbuah. Tanaman terong berbuah secara tidak serentak pada setiap dahan, akan tetapi pada setiap ruas akan menumbuhkan bunga dan buah secara berkala. Untuk masa panen awal, pada usia 2 bulan terong sudah bisa dipanen, namun karena hasil produksinya bertingkat/tidak serempak, panen dapat dilakukan 2-3 hari sekali dengan umur produktif sampai 4 bulan. Pengendalian Hama Penyakit Hama Kumbang Daun (Epilachna spp.) Kutu Daun (Aphis spp.) Tungau ( Tetranynichus spp.) Ulat Tanah ( Agrotis ipsilon Hufn.) Ulat Grayak (Spodoptera litura, F.) Ulat Buah ( Helicoverpa armigera Hubn.) Penyakit Layu Bakteri Busuk Buah Bercak Daun Antraknose Busuk Leher akar Rebah Semai Pemanenan Uah pertama dapat dipetik setelah umur 3-4 bulan tergantung dari jenis varietas Ciri-ciri buah siap panen adalah ukurannya telah maksimum dan masih muda. Waktu yang paling tepat pagi atau sore hari. Cara panen buah dipetik bersama tangkainya dengan tangan atau alat yang tajam. Pemetikan buah berikutnya dilakukan rutin tiap 3-7 hari sekali dengan cara memilih buah yang sudah siap dipetik. Penulis : Dede Rohayana Sumber gambar :Poto kebun IP2TP Masgar