Terong Medan atau terong telunjuk merupakan jenis sayuran yang berasal dari keluarga terong asli. Ciri fisik terong ini berbentuk telunjuk namun ukurannya rata-rata sebesar ibu jari dengan warna hijau kombinasi putih. Panjang rata-rata 10 cm. Tanaman ini berasal dari daratan India hingga kini tersebar ke semua daerah beriklim tropis.Terkecuali di daerah Sumatra Utara, penikmat terong jenis ini di tempat laintidak terlalu banyak. Mungkin karena tekstur daging buah yang lembek. Biasanya orang medan memasak dengan cara di bakar. Atau terkenal dengan istilah terong bakar.Terong jenis ini berkhasiat baik untuk kesehatan mata karena mengandung beta karotin dan berbagai kandungan zat-zat yang diperlukan tubuh lainnya seperti vitamin, kalsium, karbohidrat. Oleh karena itu tanaman ini sering disebut sebagai tanaman obat. Poktan gerak tani melakukan pertanaman terong telunjuk dan terlihat tanaman tumbuh dengan subur. Supaya tanaman terong dapat berkembang dan tumbuh dengan baik dan maksimal perlu dilakukan pemeliharaan yang intensif. Berupa Penyulaman/penggantian tanaman yang mati akibat baru diambil dari pemindahan, lakukan diawal masa tanam. Penyiangan dan pembersihan gulma yang dilakukan 2 minggu sekali. Pada waktu musim hujan tidak diperlukan penyiraman, Waktu musim kemarau penyiraman dilakukan 1 hari 2x pagi dan sore atau apabila tanah bedengan terlihat kering dan juga setelah pemberian pupuk. Caranya parit dialiri air 1/2 dari tinggi bedengan. Pemasangan tajuk dilakukan ketika tanaman berumur 7 hst. Tinggi tajuk 150 cm–200 cm. Pemasangan tajuk berfungsi agar batang dan daun dapat berkembang dengan baik dan tidak roboh. Pemangkasan/perempelan dilakukan mulai tunas-tunas liar yang tumbuh mulai dari ketiak daun pertama hingga bunga pertama atau batang yang bercabang kembar. Hama yang menyerang tanaman terong antara lain : Kumbang Daun (Epilachna sp), Kutu Daun (Aphis gossypii Glover), Tungau (Tetranynichus sp), Ulat Tanah ( Agrotis ipsilon Hufn), Ulat Grayak (Spodoptera litura F.),. Ulat Buah (Helicoverpa armigera Hubn), Kutu Daun Persik (Myzus persicae Sulzer), Lalat Buah (Bactrocera sp.), thrips (Thrips parvispinus Karny). Pengendaliannya disemprot dengan insektisida berbahan aktif : abamectin, klorpenapir, imidakloprit. Penyakit tanaman ini antara lain : Layu Bakteri, Busuk Buah, Bercak Daun, Antraknose, Busuk Leher Akar, Rebah Semai, Mosaik, Busuk Daun, Penyakit Tepung. Pengendalian penyakit ini semprot dengan fungisida berbahan aktif : mankozeb, iprodium, Streptomisin sulfat, Klorotalonil, benomil.