Loading...

BUDIDAYA TOMAT ORGANIK DALAM POT/POLYBAG, MUDAH TIDAK PERLU LAHAN LUAS

BUDIDAYA TOMAT ORGANIK DALAM POT/POLYBAG, MUDAH TIDAK PERLU LAHAN  LUAS
PENDAHULUAN Tomat merupakan salah satu sayuran buah yang memiliki banyak kegunaannya dan dapat dikonsumsi dalam bentuk segar atau olahan. Sayuran buah ini memiliki kandungan gizi yang tinggi antara lain vitamin A dan C, fosfor, kalsium, zat besi, serta zat penangkal radikal bebas likopen. Dengan kandungan gizi yang dimilikinya, maka tidak heran tomat banyak dicari sehingga nilai ekonominya tinggi. Dalam mengusahakan tanaman tomat perlu disesuaikan dengan permintaan dan peluang pasarnya, karena ada beragam jenis tomat dan beragam kegunaannya. Selain itu, konsumen sudah mulai sadar akan bahaya yang ditimbulkan dalam penggunaan bahan-bahan kimia dalam pertanian begitu juga dalam budidaya sayuran, sehingga konsumen mulai melirik untuk menggunakan sayuran organik karena lebih sehat dan ramah lingkungan. Dengan mengkonsumsi sayuran tomat organik, maka kita akan memperoleh manfaat yang maksimal dari buah ini. Budidaya tomat secara organik hampir sama dengan yang non organik, hanya pemakaian pupuk menggunakan organik dan pestisida nabati. Tomat dapat diusahakan baik dilahan maupun dalam polybag/pot. Bagi yang tidak memiliki lahan yang cukup luas, maka budidaya tomat organik di dalam pot/polybag menjadi solusinya. Dengan demikian, lahan yang tidak luas dapat termanfaatkan dengan baik, hasil yang diperoleh sehat bisa dikonsumsi sendiri ataupun dijual untuk menambah penghasilan keluarga. TEKNOLOGI BUDIDAYA TOMAT ORGANIK DALAM POT/POLIBAG Pemilihan Varietas dan Benih Varietas tomat cukup banyak. Pilihlah varietas sesuai dengan kondisi lokasi yang akan ditanami tomat (dataran rendah, dataran medium dan dataran tinggi) serta pemintaan pasar apakah senang tomat yang bulat, lonjong atau tomat Cherry. Beberapa varietas unggul tomat yang dapat digunakan antara lain : Zamrud, umur panen 59 – 61 HST, potensi hasil 30 – 45 t/ha, bentuk buah bulat, tahan terhadap penyakit bakteri layu dan cocok untuk dataran rendah Opal, umur 58 – 61 HST, potensi hasil 30 – 50 t/ha, bentuk buah lonjong, toleran terhadap penyakit bakteri layu dan cocok untuk dataran rendah Intan, umur 70 - 80 HST, potensi hasil 12,4 t/ha, bentuk buah berbentu apel, toleran terhadap penyakit bakteri layu dan cocok untuk dataran rendah dan dataran tinggi Berlian, umur 70 - 80 HST, potensi hasil 11 - 23 t/ha, bentuk buah bulat oval, toleran terhadap penyakit bakteri layu dan cocok untuk dataran rendah dan dataran tinggi Ruby, umur panen 75 - 78 HST, potensi hasil 30 - 40 t/ha, bentuk buah bulat oval dan beradaptasi baik pada dataran tinggi Topaz, umur panen 76 - 78 HST, potensi hasil 40 - 50 t/ha, bentuk buah bulat pipih dan beradaptasi baik pada dataran tinggi Persemaian Sebelum dilakukan persemaian, siapkan terlebih dahulu media semainya, tempat menyemai dan benih yang berkualitas. Tempat persemaian dapat menggunakan polybag atau kotak persemaian (seed tray). Media semai yang digunakan dapat berupa campuran tanah dan pupuk kandang/kompos dengan perbandingan 1:1. Sebelum disemai benih tomat terlebih dahulu direndam di dalam air hangat (50oC) selama kurang lebih setengah jam. Setelah itu benih dikering anginkan sebentar. Benih kemudian disemai pada polybag semai atau tray 1 biji/kotak semai atau polibag. Letakkan semaian di tempat yang teduh agar tidak terkena matahari langsung atau siraman air hujan. Siram dengan air secukupnya. Setelah 7 – 10 hari biasanya tomat sudah mulai tumbuh dan biarkan bibit tomat tumbuh dan kurang lebih 3 – 4 minggu bibit dapat dipindahkan ke pot/polybag yang lebih besar. Penanaman Penanaman bibit tomat dari polybag semai / tray ke pot/polybag penanaman pada saat bibit berumur 25 – 30 hari dengan 5 – 7 daun dan tinggi tanaman sekitar 10 cm. Sebelum dipindahkan, perlu disiapkan media tanam pada pot/polybag dengan tanah, arang sekam, pupuk kadang/kompos dengan perbandingan 2:1:1. Bibit bersama-sama dengan tanahnya dikeluarkan dengan hati-hati dari kantong plastic semainya atau dari tray. Dengan demikian, kantong plastic semai/polybag semai dapat digunakan lagi untuk penyemaian berikutnya . Penanaman bibit sebaiknya dilakukan pada sore hari agar bibit tomat tidak layu. Pemeliharaan Penyiraman Lakukan penyiraman setiap hari sampai tanaman tumbuh dengan normal. Selanjutnya lakukan penyiraman sesuai kebutuhan tanaman. Lakukan penyiraman dengan hati-hati jangan sampai terkena daun, karena tanaman akan mudah terkena virus. Sebaiknya lakukan penyiraman menggunakan alat berupa selang dan dilakukan pada sore hari dengan tujuan mengurangi penguapan Penyulaman Penyulaman bertujuan untuk mengganti tanaman yang sakit, tumbuhnya tidak normal atau mati dengan bibit yang baru dan diambil dari bibit terdahulu atau bibit yang ditanam dengan selang waktu 7–14 hari dari awal penyemaian. Penyulaman dilakukan pada saat bibit berumur paling lambat 14 HST. Pemupukan Pemupukan dilakukan agar tanaman tomat memperoleh nutrisi untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. Pupuk yang digunakan adalah pupuk organik seperti pupuk kandang atau kompos yang dapat diberikan satu genggam saja/polybag setiap bulannya atau sesuai dengan kondisi tanaman. Selanjutnya dapat ditambahkan pupuk organic cair (POC) setiap 10 hari sekali. Penyiangan gulma Lakukan penyiangan gulma secara teratur pada tanaman tomat di pot/polybag sekalian melakukan pembumbunan tanah disekitar tanaman tomat. Penyiangan dilakukan 2 -3 kali atau tergantung banyaknya gulma dan lakukan secara hati-hati jangan sampai terkena akarnya Pemasangan ajir Pemasangan ajir dilakukan untuk menyangga tanaman tomat agar tidak roboh, karena tanaman tomat yang dewasa memiliki batang yang tidak kokoh dan kuat. Ketika buah tomat mulai bermunculan maka pohon akan semakin merunduk karena terlalu berat sehingga buah-buah tomat tersebut akan menyentuh tanah. Kondisi lembab dekat tanah akan mengakibatkan buah tomat mencadi jelek dan cepat membusuk. Ajir yang digunakan bisa dari bamboo atau kayu dengan tinggi 1 – 1,5 m. Dengan dilakukan pemasangan ajir /penyangga maka tanaman tomat akan tetap berdiri kokoh meskipun buah tomat yang muncul sangat banyak. Pemangkasan Lakukan pemangkasan pada tunas-tunas yang tumbuh pada ketiak daun atau tunas-tunas liar beberapa kali sehingga dalam satu tanaman hanya tertinggal 1 – 3 cabang utama. Pengendalian hama dan penyakit Dalam menghindari tanaman dari hama dan penyakit, maka pemeliharaan tanaman dilakukan secara intensif agar tanaman selalu dalam keadaan sehat. Pemeliharaan tanaman di dalam pot/polybag cenderung lebih mudah jika dibandingkan dengan pertanaman tomat yang di tanam pada bedengan. Jika tanam terlihat mulai terserang hama, maka cukup ambil hama tersebut secara manual saja, yaitu dengan menggunakan tangan yang dilindungi oleh sarung tangan. Jika tanaman terserang jamur yang menyebabkan daun kering, dan dikelilingi oleh bercak coklat dan hitam, maka potong daun yang terserang secepat mungkin. Cabut semua daun yang berjarak 18 inci dari permukaan tanah untuk mengurangi atau mencegah penyakit ini. Selain itu, dapat dilakukan pengendalian hama dan penyakit tanaman dengan menggunakan pestisida nabati atau pestisida organik . Lakukan penyemprotan pada sore atau malam hari, sebab pada waktu itu, hama yang menyerang flora tomat sangat aktif. Beberapa tanaman yang dapat digunakan untuk mengendalikan hama antara lain ekstrak buah Bitung dan akat Deris dapat digunakan untuk mengendalikan hama Nesidiocoris tenuis yang menyerang bunga dan buah tomat dan juga bersifat sebagai predator terhadap kutu daun yang menyerang tanaman tomat. Selain itu pestisida nabati untuk mengendalikan hama dapat menggunakan jagung, tembakau, sereh, daun mindi, gadung, dan daun tapak liman masing-masing satu kilo yang kemudian dicampur, ditumbuk halus dan direndam selama satu malam. Campuranya berupa pasta kental. Pada saat aplikasi penyemprotan, ambil 5 sendok makan pasta dilarutkan dalam 10 liter air dan tambahkan setengah sendok teh sabun cair sebagai pengelmusi larutan. Sedangkan untuk mengendalikan penyakit, gunakan fungisida nabati yang terbuat dari bawang putih, jahe, kunyit dan daun tapak liman, yang masing masing-masing seberat satu kg. Cara pembuatannya dan aplikasi penyemprotannya sama dengan pestisida nabati untuk mengendalikan hama Panen Buah tomat sudah mulai dipanen pada umur 2 – 3 bulan setelah tanam tergantung varietas dan kondisi tanaman. Panen dilakukan 2 – 3 hari sekali sehingga dalam satu musim tanam, buah dapat dipetik 10 – 15 kali. Buah siap dipanen jika telah matang 30%. Panen sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari dengan menggunakan gunting atau alat pemotong jangan menggunakan tangan kosong karena dikhawatirkan dapat merusak tanaman. Penulis : Ir. sari Nurita, BPTP Kalimantan Barat Sumber : Anonim, 2019. Cara Menanam Tomat Organik Dalam Pot, Dijamin Panen Berlimpah. http://webpetanitomat.blogspot.com/2019/01/cara-menanam-tomat-organik-dalam-pot.html Gehel, J.Z. 2012. Teknik Budidaya Tomat (Solanum lycopersicum). http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/588-teknik-budidaya-tanaman-tomat- solanum-lycopersicum Herucakial, 2017. Cara Menanam Tomat di Polibag (teknik Mudah). https://ilmubudidaya.com/cara-menanam-tomat#:~:text=Menanam%20Tomat %20dengan%20Teknik%20Cabut&text=Siram%20media%20semai%20 dengan%20air,di%20polybag%20yang%20sudah%20disiapkan. Latifah, E., et al. 2018. Uji Teknis dan Ekonomis Komponen Pengendalian Hama Penyakit Terpadu Pada Usahatani Tomat. AGROVIGOR 11 (1): 1 – 8 (2018). file:///D:/Downloads/3507-11852-3-PB.pdf Purnomo, T. S., 2016. Cara Budidaya Tomat Organik, https://www.tanilokal.id / 2016/11/cara-menanam-tomat-secara-organik.html Pusat Informasi dan Penyebaran Teknologi Pertanian, 2017. Teknologi Produksi Tomat. Kementan Rante C. S. et al, 2013. Penggunaan Insektisida Botanis Untuk Mengendalikan Hama Pada Tanaman Tomat. Euginia Volume 19 No. 2 Tahun 2013. file:///E:/Pestisida%20nabati%20untuk%20tomat1.pdf