Desa Seberang Taluk, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singigi,Provinsi Riau memiliki sumberdaya alam yang sangat luas dengan potensi tanaman pangan yang cukup menjanjikan. Namun besarnya potensi tersebut belum dimanfaatkan dengan optimal. Pada tahun 2005-2008 sumber daya manusia petani di Desa Seberang Taluk masih sangat terbatas, pengelolaan lahan dan sistem budidaya masih bersifat tradisional yang kental dengan tradisi nenek moyang. Kondisi ini diperburuk dengan minimnya penyuluhan dari petugas lapangan tentang teknologi dan inovasi baru dalam budidaya pangan. Hal ini dikarenakan hanya ada 2 (dua) PPL yang memegang wilayah binaan lebih dari 20 Desa dan Kelurahan. Produksi komoditas padi sawah saat itu hanya berkisar 2-3 Ton/Ha.(nurlaily). Semenjak tahun 2009 pengetahuan anggota kelompok tani mulai berkembang setelah adanya penambahan tenaga penyuluh dan POPT oleh Kementerian Pertanian melalui Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TB PP). Penyuluhan tentang teknis budidaya tanaman pangan ditambah dengan pelatihan dari Dinas Tanamam Pangan baik dari Kabupaten maupun Provinsi secara langsung dapat meningkatkan pengetahuan yang berimbas pada jumlah produksi padi sawah. Butuh waktu ± 10 tahun bagi Desa Seberang Taluk untuk membuktikan bahwa tidak ada yang tidak mungkin untuk berkembang dan maju bila ada kemauan dan usaha. Pada tahun 2015, dengan luasan lahan Desa 184 Ha dan jumlah penduduk 1.762 jiwa Desa Seberang Taluak dapat menghasilkan 1.104 ton/musim tanam sehingga terjadi surplus beras ± 1.122,60 ton. Hal ini tidak terlepas dari peran penyuluh pertanian dilapangan, Ir. Ismail adalah salah seorang penyuluh pertanian yang berhasil dalam mendampingi dan memotivasi kelompok tani/gabungan kelompok tani di Desa Seberang Taluk. Sebelumnya petani padi sawah desa seberang Taluk dan desa Seberang Taluk Hilir jauh tertinggal dibandingkan desa tetangga dimana alsintan belum ada satupun dan cara budidaya tanaman padi sawah masih secara tradisional dan masih memakai benih padi lokal dan tanam padi sawah hanya 1 kali setahun. Pada tahun 2011, Desa Seberang Taluk memiliki lahan potensial sekitar 134 Ha, dan baru digarap oleh masyarakat petani ± 65 Ha sedangkan 69 Ha lagi menjadi lahan tidur dan jumlah kelompok tani baru ada dua kelompok tani dengan jumlah anggota ± 98 Orang. Untuk mengembangakan potensi pertanian di Desa Seberang Taluk maka dilakukan pemekaran dari 2 poktan Desa Seberang Taluk menjadi 6 poktan dan dibentuk 1 Gapoktan. Pembinaan oleh penyuluh pertanian dilakukan melalui penyuluhan tentang budidaya tanaman padi sawah hingga pascapanennya, penyuluhan penerapan teknologi, penyuluhan pemberdayaan masyarakat pertanian, penyuluhan tentang administrasi poktan dan administrasi Gapoktan serta membuat cita-cita dari poktan dan gapoktan sekaligus membuat AD/ART poktan dan Gapoktannya. Adanya bantuan alsintan dari Dinas Tanaman Pangan Kabupaten Kuantan Singingi berupa bajak singkal dan rotari mendorong anggota poktan dan gapoktan untuk menanam padi sawah dari IP 100 ke IP 200 dengan memakai teknologi sistem tanam padi sawah jajar legowo. Hasil produksi padi sawah semulanya rata-rata hanya 3 – 3,5 ton/Ha dengan memakai teknolgi sesuai anjuran dan memakai benih unggul bersertifikat maka hasil binannya sudah mencapai 6 – 7 ton/ha. Pada Tahun 2012 petani desa Seberang Taluk dan Desa seberang Taluk Hilir mendapat bantuan kegiatan SL-PTT padi sawah dari Kementerian Pertanian. Pada Tahun 2012, Gubernur Provinsi Riau mencanangkan kegiatan Operasi Pangan Riau Makmur(OPRM), kegiatan tersebut dititik beratkan untuk kegiatan IP 200 Penyuluh dan petani desa seberang Taluk. Keberhasil kegiatan OPRM didesa Seberang Taluk dan Desa Seberang Taluk Hilir pada tahun 2012, membawa Pria kelahiran Air Tiris, 18 Desember 1964 menjadi Penyuluh Terbaik I Adikarya Pangan Nusantara Kategori Pelayanan Ketahanan Pangan dari Gubernur Provinsi Riau. Selain itu kerja keras Ir. Ismail mendapatkan apresiasi dari Menteri Pertanian sebagai THL-TBPP Teladan Tingkat Nasional. Hasil produksi padi yang sudah menumpuk dirumah petani tetapi adanya perilaku petani yang tabu untuk menjual gabah maupun berasnya menginspirasi Ir. Ismail untuk membuat sawah kelompok (saung gapoktan) yang diprakarsai oleh Gapoktan Mekar Tani. Selain membuat sawah kelompok Gapoktan Mekar Tani juga mengembangkan jenis usahanya dengan membuat pupuk organic. Tidak butuh waktu lama, pada tahun 2013 sawah kelompok bisa terwujud seluas ± 5 Ha dan produksi pupuk organik ± 100 ton/bln. Layaknya keberhasilan yang berkelanjutan, pada tahun 2013 petani dari Desa Seberang Taluk mendapatkan predikat Petani Berprestasi tingkat Nasional dari Kementerian Pertanian. Gapoktan Mekar Tani telah mengembangakan IP 200 dengan hasil produksi 2.208 ton GKP yang bila dikonversi ke beras maka hasilnya 1.315,85 ton, sedangkan konsumsi beras masyarakat hanya 183,248 ton/tahun.. Meningkatnya produksi padi sawah ini didukung oleh penggunaan teknologi yang selalu mengikuti perkembangan, antara lain pengolahan tanah sudah memakai hand traktor, power tresher untuk merontokan padi, combain vesther untuk panen padi, transplenter untuk menanam padi serta menggunakan sistem jajar legowo dan penyiangan padi dengan menggunakan gasrok. Sejalan dengan visi Gapoktan Mekar Tani, Mewujudkan peningkatan produksi pertanian ditingkat rumah tangga dan desa berbasis kemandirian lokal dan berkelanjutan”, maka Gapoktan Mekar Tani selalu berkreasi untuk memajukan anggota kelompok tani dengan mengembangkan beberapa unit usaha Agribisnis, antara lain :1. Pengembangan pupuk organik (kompos) yang bahan bakunya terdiri dari jerami padi, pupuk kandang, solid, delomit, sekam dan tangkos kelapa sawit;2. Penggilingan padi kecil (PPK) danpemasaran beras Kuansing yang telah dilaunching pada tahun 2013 oleh Bapak Bupati Kabupaten Kuantan Singigi;3. Pengembangan dan perbanyakan agens hayati seperti Paine Bassilus dan Tricodarma;4. Membuat usaha perbengkelan alat mesin pertanian (alsintan);5. Membuat sawah kelompok tani. Selain itu, beberapa unit anggota Gapoktan Mekar Tani tidak hanya berusaha di komoditi pangan saja, ada juga yang telah mengembangkan usaha dibidang peternakan antara lain kerbau, sapi, itik, ayam serta ikan tambak/kerambah. Atas keberhasilannya Gapoktan Mekar Tani telah mendapatkan berbagai penghargaan antara lain adalah :1. Kelompok Tani Terbaik pada Kegiatan Operasi Pangan Riau Makmur (OPRM) dari Kepala Dinas Tanaman Pangan Kabupaten Kuantan Singingi pada tahun 2011;2. Juara I Pelaku Ketahanan Pangan Adikarya Pangan Nusantara dari Gubernur Provinsi Riau pada Tahun 2012;3. Penghargaan Petani Berprestasi Teladan dari Kepala Dinas Tanaman Pangan Kabupaten Kuantan Singingi pada Tahun 2013;4. Penghargaan Petani Berprestasi Tingkat Provinsi Riau dari Gubernur Provinsi Riau pada tahun 2013;5. Penghargaan sebagai Petani Berprestaasi Teladan Tingkat Nasional dari Menteri Pertanian RI pada tahun 2013;6. Penghargaan Gapoktan Tanaman Pangan Berprestasi peringkat I dari Kepala Dinas Tanaman Pangan Kabupaten Kuantan Singingi pada tahun 2016.7. Gapoktan berprestasi tingkat Nasional dari Kementerian Pertanian RI pada tahun 2016. Peran Gapoktan Mekar Tani sebagai pelopor ketahanan pangan serta keberhasilan dalam memotivasi anggota kelompok tani untuk berbisnis di komoditi pangan, baik secara budidaya maupun pemasaran membuktikan bahwa Gapoktan Mekar Tani tidak terlepas dari peran penyuluh pertanian dilapangan. Kedepan diharapkan kerjasama antara penyuluh pertanian dan gapoktan serta dukungan dari Pemerintah daerah dapat membuat desa Seberang Taluk menjadi Kawasan Agropolitan.