Loading...

BUNGA KRISAN

BUNGA KRISAN
Seorang filosof asal Tiongkok mengatakan, Kalau ingin bahagia seumur hidup, tanamlah bunga krisan. Krisan memang termasuk jenis tanaman yang tidak sulit dibudidayakan. Akan tetapi, tidak semua tanaman krisan bisa berbunga sama indahnya. Di negara empat musim, bunga krisan bersemi di musim gugur ketika semua tanaman berguguran. Selain itu, kualitas keindahan krisan akan terpancar sesuai dengan perawatan yang kita berikan. Karakter inilah yang membuat bunga krisan dinobatkan sebagai bunga nasional Jepang. Queen of the East, itulah julukan yang diberikan masyarakat Jepang untuknya. Bunga krisan ini sudah ber-SNI yaitu : 4478: 2014. Umumnya, bunga krisan yang banyak di temukan di sekitar kita adalah tanaman hibrida yang didatangkan dari Jepang, Belanda, dan Amerika Serikat, dan telah beradaptasi dengan iklim di Indonesia. Di kalangan penjual tanaman hias, bunga krisan dibedakan menjadi dua macam, yaitu bunga krisan standar yang terdiri dari satu kuntum bunga pada satu tangkai. Sedangkan jenis lainnya yaitu bunga krisan spray, yang memiliki 10 sampai 20 kuntum bunga di setiap tangkainya. Bunga krisan standar biasanya berukuran lebih besar dari bunga krisan spray, yaitu dengan garis tengah kelopak 3-5 cm. Bunga Krisan atau yang lebih populer dan di kenal dengan nama Chrysantemum. Krisan dalam bahasa Yunani yang mempunyai arti kuning megah. Budidaya tanaman hias ini banyak dilakukan karena memiliki nilai bisnis yang lumayan. Bunga krisan biasanya digunakan untuk merangkai bunga baik untuk vas bunga di rumah, rangkaian bunga di pesta-pesta, dan juga untuk ucapan selamat ulang tahun dan pernikahan juga untuk ucapan duka cita. Tanaman hias krisan merupakan bunga potong yang penting di dunia. Prospek budidaya krisan sebagai bunga potong sangat cerah, karena pasar potensial yang dapat berdaya serap tinggi sudah ada. Diantara pasar potensial tersebut adalah Jerman, Inggris, Swiss, Italia, Austria, Amerika Serikat, Swedia dan sebagainya. Saat ini krisan termasuk bunga yang paling populer di Indonesia karena memiliki keunggulan, yaitu bunganya kaya warna dan tahan lama. Bunga krisan terdiri atas sedikitnya 55 varietas, antara lain Pink Paso Dobel, Reagan, Salmon Impala, Klondike, Gold van Langen, Ellen van Langen, Yellow Puma dan Peach Fiji. Warnanya pun cukup beragam, yaitu merah tua, kuning, hijau, putih, campuran merah putih dan lainnya. Bunga elok itu kesegarannya dapat bertahan tidak layu di vas bunga hingga dua minggu sesudah di petik. Peluang untuk mengembangkan budidaya tanaman krisan, guna memenuhi kebutuhan dalam maupun luar negeri agaknya tetap terbuka. Seiring permintaan bunga potong krisan yang semakin meningkat, maka peluang agribisnis tanaman ini sangat menarik dikembangkan sebagai lahan investasi. Bila ingin mengembangkan budidaya bunga potong krisan, ada baiknya memahami betul tentang bunga ini, karena pemeliharaannya tergolong gampang-gampang susah. Membudidayakan krisan tidak segampang memelihara tanaman apel. Krisan merupakan tanaman asli yang berasal dari luar negeri, tepatnya dari Belanda. Oleh karena itu, tidak mudah membudidayakannya di sini, kecuali memenuhi persyaratan khusus budidaya krisan, agar pengelolaannya tidak susah, dan bisa di dapat hasil yang memuaskan. Tanaman krisan membutuhkan air yang memadai, tetapi tidak tahan terhadap terpaan air hujan. Oleh karena itu untuk daerah yang curah hujannya tinggi, penanaman dilakukan di dalam bangunan rumah plastik. bunga krisan sangat cocok di tanam pada lahan dengan ketinggian antara 700-1200 di atas permukaan laut (dpl). Sedangkan untuk pembungaan membutuhkan cahaya yang lebih lama yaitu dengan bantuan cahaya dari lampu TL dan lampu pijar. Penambahan penyinaran yang paling baik adalah tengah malam antara jam 22.30-01.00 dengan lampu 150 watt untuk areal 9 meter persegi, dan lampu dipasang setinggi 1,5 meter dari permukaan tanah. Periode pemasangan lampu dilakukan sampai fase vegetatif (2-8 minggu) untuk mendorong pembentukan bunga. Selain itu, suhu udara harus diatur sedemikian rupa. Suhu udara terbaik untuk daerah tropis seperti Indonesia adalah antara 20-26 derajat celsius. Toleran suhu udara untuk tetap tumbuh adalah 17-30 derajat selsius dan tanaman krisan ini membutuhkan kelembaban yang tinggi untuk awal pembentukan akar bibit, setek diperlukan 90-95 persen. Tanaman muda sampai dewasa antara 70-80 persen, diimbangi dengan sirkulasi udara yang memadai. Sementara kadar CO2 di alam sekitar 3000 ppm. Kadar CO2 yang ideal untuk memacu fotosistesa antara 600-900 ppm. Pada pembudidayaan tanaman krisan dalam bangunan tertutup, seperti rumah plastik, greenhouse, dapat ditambahkan CO2, hingga mencapai kadar yang dianjurkan. Pembibitan krisan dilakukan dengan cara vegetatif yaitu dengan anakan, setek pucuk dan kultur jaringan. Tentukan tanaman yang sehat dan cukup umur. Pilih tunas pucuk yang tumbuh sehat, diameter pangkal 3-5 mm, panjang 5 cm, mempunyai 3 helai daun dewasa berwarna hijau terang, potong pucuk tersebut, langsung semaikan atau di simpan dalam ruangan dingin bersuhu udara 4 derajat C, dengan kelembaban 30 % agar tetap tahan segar selama 3-4 minggu. Cara penyimpanan stek adalah di bungkus dengan beberapa lapis kertas tisu, kemudian dimasukan ke dalam kantong plastik rata-rata 50 stek. Tanaman krisan mulai berbunga pada umur 10-14 minggu setelah tanam, tergantung pada varietas atau kultivar. Krisan siap di panen setelah berumur tiga bulan. Saat panen yang paling tepat untuk krisan standar adalah ketika bunga telah setengah mekar atau 3-4 hari sebelum mekar penuh. Krisan tipe sprai dapat di panen bila 75-80 persen dari seluruh kuntum bunga dalam satu tangkai telah mekar penuh. Waktu panen yang paling baik adalah pagi hari saat temperatur udara tidak terlalu tinggi dan saat bunga krisan berturgor optimum. Hal perlu diperhatikan dalam penentuan waktu panen adalah keadaan bunga tidak basah atau berembun atau sebab lain. Bunga yang basah akan mudah terserang cendawan penyebab penyakit busuk. Pemanenan bunga krisan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu di potong tangkainya atau di cabut seluruh tanamannya. Setelah itu, dipisahkan tangkai bunga berdasarkan tipe bunga, warna dan varietasnya. Lalu dibersihkan dari daun-daun kering atau terserang hama, dan daun-daun tua pada pangkal tangkai di buang. Kriteria utama bunga potong meliputi penampilan yang baik, menarik, sehat atau bebas hama dan penyakit. Kriteria ini dibedakan menjadi 3 kelas yaitu: kelas satu untuk konsumen di hotel dan florist besar. Untuk kelas ini, panjang tangkai bunga lebih dari 70 sentimeter, diameter pangkal tangkai bunga lebih 5 milimeter. Sedangkan kelas dua dan tiga untuk konsumen rumah tangga, florits menengah dan dekorasi massal. Kelas ini panjang tangkai bunga kurang dari 70 sentimeter dan diameter pangkal tangkai bunga kurang dari 5 milimeter. Ditulis Kembali Oleh : Harnati Rafiastuti, SP (Penyuluh BBPSIP) Alamat Email : harnati_r@yahoo.com Sumber Bacaan : https://homify.co.id/ideabooks/5022470/bunga-krisan-manfaat-cara-menanam-dan-perawatannya http://pesonatanamanhias.blogspot.co.id/2014/11/panduan-lengkap-budidaya-tanaman-hias-bunga-krisan.html http://tipspetani.blogspot.co.id/2013/02/contoh-peluang-investasi-budidaya-bunga.html Sumber gambar berasal dari koleksi pribadi.