Pembangunan pertanian secara luas tidak semata ditentukan oleh luas wilayah suatu daerah atau Negara. Penegasan itu dikemukakan Bupati Cilacap, ketika menghadiri Rapat koordinasi Penyuluh Tingkat Kabupaten Cilacap Tahun 2012, di gedung Dwijalokailacap. (Kamis 31 Mei 2012). Thailand, Negara yang sedang berkembang seperti Indonesia, tidak memliki wilayah yang luas, tetapi terkenal dengan Negara penghasil Durian dan Jambu unggul di mata Internasional, Sedangkan Swiss, sebuah Negara yang berkembang di benua Eropa, tidak memiliki kebun cacao dan peternakan sapi, tetapi semua produk coklat berkualitas dan produsen susu terbesar justru berasal dari Negara itu, ujang Bupati Cilacap, H. Tatto Surwarto Pamuji. Belum lagi Jepang, Negara kepulauan yang relatif sempit, tetapi kini menjadi Negara industri dan terkaya kedua di dunia. Semua itu ditentukan oleh integritas dari suatu bangsa dan penduduknya. Cilacap dengan wilayah terluas di propinsi Jawa Tengah dan jumlah penduduk yang relatif besar, SDA melimpah tetapi belum memperlihatkan hasil seperti yang diharapkan. Apa yang salah dengan Cilacap ? ¦¦. Mau dibawa kemana Cilacap ? Tanya Bupati Tatto Suwarto Pamuji. Padahal, Diakuinya, penyuluh baik pertanian, perikanan dan kehutanan telah menunjukkan eksisensi kerja dan kinerja serta atitut yang baik, luas lahan juga sangat potensial untuk dikembangkan. Kita memang harus banyak menimba pelajaran dari Negara-negara yang diakui keberhasilannya dalam pembangunan pertanian dalam arti luas dan sistem penyuluhan pertaniannya, aku Bupati H. Tatto Suwarto Pamuji. Menurutnya, di wilayah Kabupaten Cilacap perlu dibagi ke dalam beberapa kawasan sentra produksi komoditas unggulan, sesuai dengan kondisi spesifik lokalita masing-masing daerah. Hal tersebut sudah disampaikan Bupati kepada Gubernur Jawa Tengah dan menteri Pertanian pada kesempatan yang berbeda beberapa waktu yang lalu. Sejalan dengan kebijakan Bangga mBangun Desa yang sekaligus sebagai implementasi gerakan Bali Ndeso Mbangun Deso Gubenur Jawa Tengah, yang dimaksudkan guna mendorong semangat masyarakat perdesaan yang berorientasi pada pembangunan perdesaan yang bersifat menyeluruh di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lingkungan sosial budaya, maka program penyuluhan BP2KP Kabupaten Cilacap hendaknya diarahkan pada pembentukan desa-desa percontohan di bidang pertanian, perikanan dan kehutanan. Jika hal tersebut dapat terwujud, maka Gubernur Jawa Tengah dan Menteri Pertanian siap datang ke Kabupaten Cilacap. Tegas Bupati . Namun Bupati Cilacap, H. Tato Suwarto Pamuji menyadari, ibarat tiada gading yang tak retak, setiap manusia pasti memiliki kekurangan dan kesalahan, baik yang diakibatkan oleh diri sendiri maupun orang lain. Kekurangan dan kesalahan itu juga diakuinya sebagai Bupati yang juga manusia, sekaligus menyampailkan rasa terima kasihnya, atas pencapaian surplus beras di Cilacap dan tidak ada satupun penduduk Cilacap yang dikabarkan meninggal karena kelaparan. Rapat Koordinasi Penyuluh Tingkat Kabupaten Cilacap Tahun 2012 yang diikuti keseluruhan penyuluh pertanian, perikanan dan kehutanan yang jumlahnya mencapai lebih dari 300 orang tersebut, termasuk staf dan pimpinan BP2KP Kabupaten Cilacap itu, berlangsung seksama sebagai forum pembinaan pengembangan Sumber daya aparatur pemerintah di Kabupaten Cilacap.(AP)