Loading...

Bupati Cilacap : Makanan Berbazis Sumberdaya Lokal, tidak lagi kelas Minoritas

Bupati Cilacap : Makanan Berbazis Sumberdaya Lokal, tidak lagi kelas Minoritas
Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin:0in; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} Hal tersebut dikemukakan Bupati Cilacap, H. Tato Suwarto Pamuji pada Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) Berbazis Sumberdaya lokal Tingkat Kabupaten Cilacap Tahun 2011. Sebagai kabupaten terluas di propinsi Jawa tengah, Kabupaten Cilacap memiliki potensi sumberdaya lokal yang cukup besar, sebagai penyedia pangan alternative selain beras. Betapa tidak, Kabupaten Cilacap seluas 213.850 Ha menyimpan produk pertanian, perikanan dan perkebunan unggulan sepesifik lokalita, seperti sayur-syuran, buah-buahan, dan umbi-umbian yang sampai saat ini belum dimanfaatkan secara optimal. Di sisi lain, dengan jumlah penduduk yang mencapai 1.744.128 jiwa, memerlukan makanan dengan asupan gizi yang berimbang dan aman dalam mewujudkan ketahanan pangan rumah tangga di wilayah Kabupaten Cilacap. Kondisi ini menjadi latar belakang diselenggarakannya Lomba Cipta Menu Beragam, Begizi, Seimbang dan Aman (B2SA) yang dimaksudkan untuk mensosialisiasi potensi bahan pangan lokal, untuk dapat diolah menjadi pangan alternatif selain beras dan terigu. Pada kegiatan lomba yang berlangsung di lokasi Gedung Sumekar Pemerintah Kabupaten Cilacap, Selasa 14 Juni 2011 tersebut, Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BP2KP) Kabupaten Cilacap, Ir. Sujito, Msi, dalam laporannya menjelaskan, kegiatalloma cipta menu bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat,khususnya kaum ibu untuk berkreasi dan berinovasi dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi alteratif yang siap saji dan berkualitas. Sujito menambahkan, dalam lomba Cipta Menu B2SA beebazis Sumberdaya lokal tingkat kabupaten Cilacap ini diikuti 24 peserta yang berasal dari masing-masing perwakilan kecamatan, yang setelah penilaian dewan juri nantinya ditetapkan 6 kejuaraan, terdiri dari juara 1,2,3 serta juara harapan 1, 2 dan 3. Sementara itu, Bupati Cilacap H. Tato Suwarto Pamuji dalam sambutannya menjelaskan, saat ini bahan makanan dari sumberdaya lokal tidak lagi disebut sebagai makanan kelas bawah, melainkan sudah banyak disajikan sebagai menu makanan yang disajikan pada hotel-hotel berbintang. Namun menurut Bupati Cilacap, H. Tato Suwarto Pamuji, produk makanan berbazis sumber daya lokal perlu diolah dan dikreasikan sedemikian rupa, agar menjadi menu hidangan yang bernilai dan memiliki cita rasa tinggi. Oleh karena itu, melalui Lomba Cipta menu ini, tidak hanya menjadi ajang seremonial, melainkan terus berlanjut dan ditingkatkan melalui program kegiatan yang berorientasi pada upaya mewujudkan disetifikasi pangan dan ketahanan pagan masyarakat. Pada kegiatan lomba yang diikuti 24 peserta perwakilan kecamatan ini, secara keseluruhan menghadirkan menu pilihan makan pagi atau sarapan, makan siang dan makan malam, bagi keluarga, yang terdiri dari Bapak Ibu Hami dan anak Balita. Usai acara pembukaan Lomba CiptaMenu B2SA berbazis sumberdaya lokal tingkat kabupaten Cilacaptahun 2011, Bupati Cilacap H. Tato Suwarto Pamuji, didampingi ketua panitia penyelenggara Ir. Sujito MSi berserta jajaran pejabat di lingkungan pemerintah kabupaten Cilacap, berkesempatan untukmeninjau penampilan ke 24 peserta,perwakilan dari masing-masing kecematan. Dari hasil Penilaian Tim Dewan Juri yang didasarkan pada 2 katagori, meliputi Kulitatif dan Kuantitatif. Mekanisme penilaian terbagi dalam beberapa kriteria , seperti bahan baku lokal, teknik penyajian, cita rasa, keragaman, nilai gizi maupun keamanan pangan, pemenang. Juara Pertama Peserta dengan nomor 19 perwakilan dari kecamatan Cilacap Selatan, Juara kedua peserta dengan nomor 15 dari kecamatan Clacap Utara, juara ketiga peserta dengan nomor 6 dari kecamatan Cipari, juara harapan pertama peserta dengan nomor 13 dari kecamatan Maos,harapan kedua peserta dengan nomor 20 perwakilan dari kecamatan Adipala dan juara harapan ketiga peserta dengan nomor 9 dari kecamatan Kamunglaut, berhap mendapat piala dan hadiah dari panitia. Khusus untuk juara pertama dari Kecamatan Cilacap Selatan mendapat kesempatan sebagai duta Kabupaten CIlacap untuk mengikuti ajang lomba yang sama di tingkat Propinsi. (ang2id)