Loading...

BUPATI FLORES TIMUR-NTT PANEN BENIH PADI INPARI 13

BUPATI FLORES TIMUR-NTT PANEN BENIH PADI INPARI 13
Tantangan utama penyelenggaraan penyuluhan dalam pembangunan Sistem dan Usaha Agribisnis adalah membangun citra bahwa; tanpa terselenggaranya penyuluhan pertanian, perikanan dan kehutanan yang profesional maka pelaku utama/petani-nelayan dan pelaku usaha agribisnis lainnya akan kehilangan masa depannya; dilain sisi adalah menjadikan penyuluhan sebagai "Kebutuhan" dan gerakan masyarakat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia pelaku utama dan pelaku agribisnis lainnya yang merupakan bagian terbesar dari penduduk daerah; dan tantangan lainnya adalah meyakinkan pemerintah daerah tentang pentingnya penyuluhan, menata kembali sistem; kelembagaan, ketenagaan dan penyelenggaraan penyuluhan yang sesuai dengan filosofi dan prinsip-prinsip penyuluhan serta bersedia memberikan dukungan sarana prasarana dan anggaran penyuluhan pertanian, perikanan dan kehutanan. Demonstrasi Farm (Denfarm) adalah suatu pendekatan inovatif dan dinamis dalam upaya meningkatkan produksi dan pendapatan petani melalui perakitan komponen teknologi secara partisipatif bersama petani. Disisi lain Denfarm adalah suatu rangkaian metode dan teknologi untuk pendekatan dalam budidaya tanaman dan berperan penting dalam meningkatkan pengetahuan dengan pelaku utamanya adalah kelompok tani/petani dan penyuluh sebagai pendamping. Mengingat pentingnya peranan dan efektifitas penyuluhan pertanian, Kementerian Pertanian pada tahun 2012 dalam upaya mendukung program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) dengan sasaran akhir terealisasinya Surplus Beras 10 Juta Ton pada tahun 2014 mengucurkan program pengawalan, pendampingan dan pemberdayaan petani yang dilakukan oleh penyuluh pertanian pada wilayah/daerah sentra padi baik padi sawah maupun padi lahan kering. Untuk mencapai surplus beras sebesar 10 juta ton dimaksud, Kemeterian Pertanian menerapkan beberapa strategi atau upaya-upaya yaitu : (1) Peningkatan Produktivitas; (2) Perluasan Areal dan optimasi lahan; (3) Penurunan Konsumsi Beras; dan (4) Penyempurnaan manajemen Gerakan Massal P2BN. Untuk mencapai terget tersebut peran aktif penyuluh sangat diharapkan untuk terwujudnya program penyuluhan pertanian yang sudah dicanangkan yaitu Pengawalan, Pendampingan dan melaksanakan kegiatan pemberdayaan petani melalui metode demonstrasi (percontohan) yang dilaksanakan oleh kelompok tani padi. Pemberdayaan Petani melalui demfarm padi merupakan upaya fasilitasi pembelajaran bagi kelompoktani melalui penerapan teknologi padi yang sudah teruji agar mereka mampu menggunakan potensi yang dimilikinya dalam meningkatkan produksi dan produktivitas padi. Sasarannya adalah petani pelaksana program pada sentra produksi beras dengan mengalokasikan anggaran kegiatan berupa Fasilitasi Balai Penyuluhan Kecamatan (BPK) berupa pelaksanaan DENFARM PADI SAWAH untuk menghasilkan Benih Padi Sawah Lebel Biru yang Bermutu, memiliki produktivitas tinggi dan tahan terhadap hama penyakit. Fasilitasi anggaran untuk kegiatan ini berasal dari Dana Dekonsentrasi. Dalam Farms Field Day (FFD) Bupati Flores Timur mengatakan bahwa, sudah saatnya petani di daerah Irigasi Konga yang memiliki potensi lahan sawah seluas 300 ha, memanfaatkan teknologi yang dianjurkan penyuluh berdasarkan perkembangan IPTEK. Bukan saatnya lagi kita mempertahankan sistem pertanian turun-temurun yang tingkat produktivitasnya sangat rendah. Lebih lanjut Bupati mengatakan bahwa ternyata dengan menggunakan varietas baru seperti Inpari 13 dapat menghasilkan produktivitas 10,8 ton/ha dibandingkan dengan varietas yang biasa digunakan yang produktivitasnya hanya 5,9 ton/ha. Dalam FFD tersebut hadir pula pimpinan DPRD Kabupaten Flores Timur, Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan, para penyuluh serta dinas/badan terkait, pihak Bank, SLM; sedangkan dari pihak pelaku utama hadir dalam FFD tersebut adalah para anggota kelompok yang melaksanakan Denfarm Benih Padi Sawah dan para petani yang memanfaatkan lahan sawah Irigasi Konga. Berdasarkan laporan Kabid SDM, Metodologi dan Informasi pada Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kabupaten Flores Timur Sebast S. Kleden, SP selaku Penanggung Jawab teknis kegiatan Denfarm padi ini bahwa Kabupaten Flores Timur merupakan salah satu kabupaten yang mendapatkan kegiatan pengawalan dan pendampingan serta pemberdayaan petani melalui denfarm padi sawah pada 2 lokasi yaitu BPK Titehena dan BPK Adonara Barat melalui Fasilitasi BPK. Tujuan dilakukannya Metode Denfarm padi dimana metode ini menerapkan beberapa metode penyuluhan seperti demonstrasi penggunaan teknologi sesuai rekomendasi, latihan dan kunjungan (laku), supervisi dan evaluasi dengan materi pembelajaran sesuai kebutuhan petani antara lain : (1) Penggunaan benih varietas unggul baru (VUB) spesifik lokasi; (2) Penggunaan pupuk berimbang; (3) sIstem tanam (jajar legowo, SRI dll); (4) panen dan pasca panen ; (5) Pengolahan hasil dan (6) pemasaran hasil. Disisi lain peran penyuluh pertanian dalam pengawalan, pendampingan dan pemberdayaan petani dan menerapkan metode denfarm padi sawah ini telah dilaksanakan dengan baik sehingga mampu menghasilkan benih padi Varietas Inpari 13 dengan produktivitas yang tinggi yaitu 10, 8 Ton/ha GKG yang akan dikemas sebagaI benih lebel biru; dan diharapkan para petani dapat menggunakan benih Varietas Inpari 13 ini pada musim tanam selanjutnya. Dalam sambutan terakhirnya Bupati Flores Timur mengharapkan agar semua stekholder selalu menciptakan sistem koordinasi yang elegan, transparan dan integred agar cita-cita masyarakat Flores Timur menjadikan Daerah Irigasi Konga Sebagai Lumbung Beras Daerah dapat terwujud demi pemenuhan pangan masyarakat Lewotanah. Acara FFD ini diakhiri dengan Temu Wicara. (Admin Flores Timur : Frans W. Simboh, S.Pi)