Loading...

BUPATI Kab. LAMPUNG BARAT MENGADAKAN TEMU LAPANG DENGAN PETANI PADI

BUPATI Kab. LAMPUNG BARAT MENGADAKAN TEMU LAPANG DENGAN PETANI PADI
Sektor pertanian merupakan sektor yang sangat vital dalam upaya pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat terutama beras. Peningkatan sektor pertanian mendorong peningkatan ketahanan pangan masyarakat Lampung Barat. Untuk itu selama ini pemerintah dan seluruh masyarakat tani Indonesia terus gigih dan berupaya melaksanakan program peningkatan produksi pangan. Kabupaten Lampung Barat sebagai kabupaten yang sedang giat dan berusaha pencapaian produksi pangan melalui peningkatan produksi beras, baik melalui intensifikasi maupun ekstensifikasi. Berkat kerja keras para petani, para penyuluh pertanian, pengamat hama dan berbagai pihak lainnya, Kabupaten Lampung Barat mendapat penghargaan dari pemerintah pusat karena berhasil meningkatkan produksi pangan, khususnya beras selama 3 tahun berturut-turut yaitu tahun 2008, 2009 dan 2010. Prestasi yang diperoleh Lampung Barat ini sangat membanggakan, khususnya masyarakat tani Lampung Barat. dan kedepan pemerintah akan terus berupaya untuk meningkatkan produksi padi, stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok. Upaya peningkatan produksi pangan ini juga harus diikuti dengan upaya-upaya menjaga kelestarian sumber daya lahan dan air, serta kesuburan tanah. Untuk mendukung upaya pemerintah tersebut pihak dinas terkait berupaya agar seluruh kelompok tani yang ada di Lampung Barat ini mendukung setiap langkah yang dilakukan oleh Pemkab. Dukungan ini juga diberikan langsung oleh Bupati Lampung Barat Drs. Hi. Mukhlis Basri bersama dengan Penyuluh terjun ke lapangan dengan melakukan temu lapang dengan para kelompok tani dan petani yang ada di Lampung Barat, kegiatan temu lapang ini dalam upaya melaksanakan gerakan peningkatan produksi padi musim tanam 2011/2014 dan dimulainya musim tanam 2011/2012 Kabupaten Lampung Barat. Pada kesempatan tersebut Bupati Lampung Barat Drs. Hi. Mukhlis Basri mengajak para petani untuk melakukan hal-hal dan upaya yang mendukung pelaksanaan musim tanam tersebut, yaitu dengan : (1) menjaga sumber daya lahan sawah produktif agar tidak terjadi alih fungsi lahan; (2) menjaga fasilitas irigasi yang tersedia secara bergotong royong; (3) memanfaatkan limbah pertanian terutama jerami dan batang jagung untuk kompos agar kesuburan tanah tetap terjaga dan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia yang harganya terus meningkat bahkan terkadang sangat langka diperoleh; (4) diupayakan agar para kelompok tani mampu memproduksi pertanian yang ramah lingkungan, karena kecendrungan konsumen saat ini dan di masa yang akan datang terhadap produksi pertanian ramah lingkungan seperti beras, sayuran, buah dan sebagainya terus meningkat; (5) pengendalian hama secara terpadu, bersama-sama dalam kelompok tani dengan menggunakan pestisida secara bijaksana dan tidak berlebihan agar pengendalian hama dapat berjalan efektif dan efisien serta keseimbangan ekosistem tetap terjaga; Penyuluh pertanian dan petugas pengamat hama, KTNA, serta petani bekerja keras untuk hal ini, agar ekosistem pertanian tetap terjaga dan seimbang, karena apabila ekosistem ini tidak seimbang lagi, maka dapat terjadinya serangan hama yang pada gilirannya akan menurunkan produksi bahkan puso atau gagal panen, dan pemerintah selama ini telah berupaya membantu petani untuk meningkatkan produksi lahan usaha tani antara lain : benih padi unggul, jagung, bantuan langsung pupuk, PUAP, hand traktor, pompa air, pembangunan irigasi dan lain sebagainya. Petani diminta agar dapat melaksanakan program sebaik-baiknya dengan melaksanakan budidaya tanaman padi sesuai dengan petunjuk teknis oleh dinas pertanian maupun penyuluh pertanian yang ada. (admin/reza/lampung barat)