Selasa (16/4/2019), Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Ir Bustanul Caya, M.D.M, memulai rangkaian kunjungan kerja tahun 2019 terkait implementasi Program Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling up Initiative (READSI) di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Kepala Pusat Pelatihan Pertanian beserta Tim READSI Pusat, Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang dan Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi diterima oleh Bupati Kupang pada pukul 11.00 WIT. Kunjungan yang dilakukan oleh Kepala Pusat Pelatihan Pertanian tak lain ingin melakukan silaturahmi dan juga berdiskusi persiapan implementasi program READSI yang ada di Kabupaten Kupang. Melalui Program READSI, Kabupaten Kupang akan mendapat anggaran penerusan hibah sebesar Rp. 15,7 Miliar selama 5 tahun dan alokasi anggaran 2019 sebesar Rp. 2,5 Miliar” tutur Kepala Pusat Pelatihan Pertanian. Anggaran tersebut dialokasikan untuk mendukung program pengentasan kemiskinan di sektor pertanian melalui program pemberdayaan petani yang terintegrasi. Program READSI akan menjangkau 20 desa terpilih dan 3500 petani sasaran penerima manfaat. Kepala Pusat Pelatihan Pertanian menambahkan Pendekatan implementasi program READSI di Kabupaten adalah programmatic platform yang mensyaratkan sinergi multi sektor, tidak hanya Dinas Pertanian yang berperan namun Bappeda, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa serta stake holder lainnya dapat bersinergi untuk mensejahterakan petani”. Sementara itu, Bupati Kupang, Korinus Masneno sangat mengapresiasi dan mendukung penuh pelaksanaan Program READSI di Kabupaten Kupang, mengingat Bupati ingin mengangkat perekonomian petani miskin yang ada di wilayahnya. Program ini sangatlah baik dan sangat membantu masyarakat mengingat masih banyaknya keterbatasan pemerintah daerah dalam hal pembiayaan. Kemampuan fiskal daaerah sangat terbatas unutk membuat program yang inovatif khususnya bagi petani lokal. Kami berterima kasih atas perhatian Pemerintah Pusat dengan adanya READSI di Kabupaten Kupang”. (BR)