Loading...

Bupati Luwu Timur Minta Camat Dan Kades Tanggapi Permintaan Petani

Bupati Luwu Timur Minta Camat Dan Kades Tanggapi Permintaan Petani
Bupati Luwu Timur, H Andi Hatta Marakarma mengingatkan agar camat dan kades diminta tanggap terhadap segala kebutuhan petani di wilayahnya. Pernyataan tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri kegiatan Tudang Sipulung tingkat kabupaten yang berlangsung di Areal Persawahan Desa Margomulyo Kecamatan Tomoni Timur, Jumat (15/06).Menurut Hatta, ini penting dipahami dan mesti diketahui camat maupun kades guna mengevaluasi seluruh kegiatan dengan mengidentifikasi berbagai hambatan dan kendala yang dihadapi petani berdasarkan kesepakatan dalam tudang sipulung sebelumnya di wilayahnya masing-masing. Lanjut Hatta, pembangunan di sektor pertanian akan terus di tingkatkan, makanya tudang sipulung ini penting dilakukan guna menyamakan persepsi seluruh pihak terkait agar tercipta kesepahaman dalam menetukan masa hambur, tanam dan panen.Menutup sambutannya, Hatta menyayangkan, pertemuan sepenting ini tidak dihadiri Kadis Pertanian Provinsi Sulsel dan hanya diwakili, padahal ada banyak hal yang perlu dibicarakan menyangkut peningkatan produksi pertanian kedepannya, khususnya dalam pengambilan kebijakan.Sementara itu, Plt. Kepala BP4K Lutim, Muhammad Zabur dalam laporannya mengatakan hasil tudang sipulung ini telah disepakati diantaranya, untuk musim tanam (MT) April- September 2012, varietas anjuran dibagi dua, umur sedang (120-125 hari) menggunakan varietas cihereng, mekongga, cisantana, cigeulis, inpari 7, inpari 8 dan inpari 9, sementara umur genjah (105-115 hari) menggunakan varietas Mira, Inpari 1 dan Inpari 13.Untuk kebutuhan benih, lanjut Zabur berkisar 15-25 kg perhektar dengan luas persemaian seperduapuluh dari luas areal yang ditanami. Umur bibit persemaian sekitar 15-18 hari dengan jarak tanam 20x20cm, 22x22cm dan 25x25cm. Ketinggian air maksimal dipetakan sawah berkisar 0-5cm.Terkait ketersediaan air, Zabur menjelaskan daerah yang tidak di aliri rehabilitasi tetap sesuai jadwal, sementara yang terkena rehabilitasi mengkuti jadwal buka air tanggal 25 Juni 2012, dan untuk tutup air disesuaikan dengan hasil tudang sipulung tingkat kecamatan..Kegiatan ini diprakarsai Badan Pelaksana Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Kabupaten Luwu Timur yang dihadiri perwakilan Bakorluh Provinsi Sulsel, perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai. Pompengan Jeneberang, petani, gapoktan, para penyuluh dan stake holder terkait. Di Upload Oleh : Ahmad Reski, A.Md.Kom