Swasembada beras merupakan target yang mutlak perlu dicapai bangsa Indonesia dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan dan kedaulatan pangan nasional. Dengan diraihnya swasembada beras, maka bangsa Indonesia diharapkan dapat terlepas dari ketergantungan impor beras, yang sebagian besar berasal dari Thailand dan Vietnam. Untuk itu, berbagai upaya terus dilakukan oleh Pemerintah dalam rangka mewujudkan swasembada beras tahun 2014, terutama melalui program P2BN (Peningkatan Produksi Beras Nasional). Guna mendukung swasembada beras tahun 2014, Kabupaten Sukabumi telah ditargetkan untuk surplus beras sebesar 250 ribu ton. Pada tahun 2011, surplus beras Kabupaten Sukabumi baru mencapai 124.198 ton. Untuk itu, maka Pemerintah Kabupaten Sukabumi, melalui Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (BP4K) berupaya untuk melakukan akselerasi peningkatan produktivitas padi sawah dan padi gogo, diantaranya melalui diseminasi teknologi dalam bentuk demfarm. Salah satu keberhasilan penyelenggaraan demfarm yang dilakukan oleh BP4K Kabupaten Sukabumi dapat ditunjukkan pada acara Farmer Field Day (FFD) Demfarm SL Agribisnis Padi di kelompok tani Sumurtujuh, Desa Pasirpanjang, Kecamatan Ciracap, yang dilaksanakan pada tanggal 4 April 2012. Demfarm ini difokuskan pada penerapan teknologi jajar legowo 2 dengan menggunakan caplak legowo made in BP3K Parakansalak, penggunaan varietas unggul baru, pemupukan berimbang, dan pengendalian hama dan penyakit terpadu. Panen perdana demfarm di lokasi tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Sukabumi, H. Sukmawijaya yang didampingi oleh Kepala BP4K Kabupaten Sukabumi, Ir. Abdul Kodir, M.Si. Turut hadir dalam acara tersebut Kepala BBPP Lembang, Kepala BPTP Jawa Barat, Plh. Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Sukabumi, Camat Ciracap, Kepala Bidang Penyelenggaraan Penyuluhan BP4K Kabupaten Sukabumi, perwakilan PT. Pupuk Kujang, serta seluruh Penyuluh pada BP3K Ciracap. Demfarm di Kecamatan Ciracap ini dilakukan pada luasan 5 hektar, dan diikuti oleh 15 orang petani. Berdasarkan hasil ubinan yang dilakukan oleh Mantri Statistik, produktivitas padi yang diperoleh adalah 9,6 ton GKP/ha, sedangkan hasil ubinan di luar demfarm adalah 6,8 ton GKP/ha. Keberhasilan penyelenggaraan demfarm tersebut berdampak positif terhadap pengembangan jajar legowo 2 di lahan sawah sekitarnya, di luar demfarm. Seluas 20 hektar lahan di luar demfarm telah mengadopsi teknologi yang didesiminasikan melalui demfarm. (Surya)