Loading...

BUPATI SUMENEP KUNJUNGI LAHAN PADI HMS 700 DI DESA PARSANGA

BUPATI SUMENEP KUNJUNGI LAHAN PADI HMS 700 DI DESA PARSANGA
Langkah kecil menyusuri pematang menuju harapan Ditemani nyanyian alam yang bersahut-sahutan Sesekali digelitik bunga-bunga rerumputan Hingga basah embun pun tak kami hiraukan Buliran padi panjang keemasan membentang Menggoda seakan-akan menantang Dialah harapan kami para pejuang Membangun Kedaulatan Pangan jangka panjang Sumenep (06 Agustus 2025), Langkah kaki Bapak Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo beserta rombongan menapaki hamparan lahan pertanian di Desa Parsanga, Kecamatan Kota Sumenep. Rona merah langit menyapa dengan malu, menyambut matahari yang mulai bergerak di atas horizon, menjadi saksi kehadiran kami menjemput asa dan harapan. Dalam kunjungannya, Bapak Bupati didampingi oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Sumenep beserta jajaran, PPL Kecamatan Kota Sumenep, Babinsa Desa Parsanga dan sejumlah petani dari P2S (Perkumpulan Petani Sumekar). Turut hadir pula Prof Dr Ir Hariyadi, MP, pengembang padi varietas HMS 700, untuk memberi pencerahan tentang potensi genetic padi varietas unggul baru ini. Padi inbrida ini memiliki beberapa keunggulan diantaranya memiliki potensi hasil yang tinggi setara dengan padi hibrida yaitu lebih dari 12 ton per hektar. Potensi ini didukung oleh karakter morfologis malai yang panjang mencapai 25 cm, serta bulir besar dan rapat. Batang tanaman juga kuat dan kokoh sehingga tahan rebah. Prof Dr Ir Hariyadi MP juga menyampaikan bahwa HMS 700 bisa mencapai potensi anakan lebih dari 30 anakan, asalkan kondisi tanah dan perlakukan pemupukan sesuai dengan petunjuk teknis budidaya. “Dengan hadirnya padi HMS 700 diharapkan mampu menjawab tantangan menuju swasembada pangan melalui peningkatan produktivitas. Bila umumnya produktivitas padi di Sumenep 5,9 ton per hektar maka dengan HMS 700 sejelek-jeleknya dapat 10 ton per hektar, maka pendapatan dan kesejahteraan petani pasti akan meningkat” tegas Bapak Bupati. Prof Dr Ir Hariyadi, MP merasa senang padi HMS 700 bisa dikembangkan di Sumenep. Ia berharap HMS 700 mampu menjadi solusi bagi petani untuk memperbaiki produktivitas lahan padinya. “Saya berharap dari lokasi 0.4 ha ini akan dilakukan ubinan untuk mendapatkan data valid dari hasil uji coba” ujar pria yang juga yang menjabat sebagai Ketua PKPOT (Pusat Kajian Pertanian Organik Terpadu) Malang. Para tamu melanjutkan diskusi sembari menikmati tumpeng nasi jagung dan sayur kelor khas Madura. Sesekali tawa menyertai diskusi para tamu yang hadir. Momen menikmati sarapan di tepi sawah yang mulai menguning keemasan menjelang panen raya, sembari banyak-banyak mensyukuri nikmat Tuhan atas berlimpahnya berkah di musim tanam ini menjadi penutup kegiatan. Terus semangat menyongsong masa depan menuju Indonesia Swasembada Pangan (DHK).