Loading...

BUPATI TABANAN PANEN PADI DI LAHANNYA SENDIRI

BUPATI TABANAN PANEN PADI DI LAHANNYA SENDIRI
Seperti dalam teori penyuluhan bahwa informasi teknologi dapat dengan mudah diadopsi oleh petani, bila petani melihat langsung hasil penerapan informasi teknologi yang disuluhkan tersebut. Barangkali dengan landasan teori ini, Bupati Tabanan mencoba menerapkan teknologi budidaya padi sawah pada lahannya sendiri seluas 0,65 ha yang terletak di Desa Bongan, Kecamatan Tabanan. Walaupun selama ini sebenarnya sudah banyak demplot yang dibuat penyuluh dalam menyebarkan informasi teknologi budidaya tanaman padi, namun akan lain kesannya bila Bupati sendiri yang langsung menerapkan teknologi anjuran yang direkomendasikan yang tentunya berharap agar petani disekitarnya dapat mengikuti teknologi yang diterapkannya. Sebagaimana diketahui bahwa Kabupaten Tabanan merupakan lumbung berasnya Bali, oleh karena itu Pemerintah Kabupaten Tabanan sangat konsen dalam melaksanakan pembangunan di bidang pertanian dalam arti luas, terutama dalam upaya mewujudkan program TABANAN SERASI (Sejahtera, Aman dan Berprestasi). Keadaan ini tidak terlepas dari peran Bupati Tabanan beserta jajarannya serta pendampingannya oleh para Penyuluh Pertanian. Berkat perhatian Bupati Tabanan yang begitu besar terhadap bidang pertanian, maka beliau langsung memanfaatkan lahannya sebagai percontohan bagi petani agar prouksi bisa ditingkatkan sehingga swasembada pangan tetap dapat dipertahankan. Dari 0,65 ha lahan yang diusahakan untuk tanaman padi, setelah dipanen dapat menghasilkan 4,275 ton gabah kering panen, sehingga kalau dikonversi ke dalam hektar menjadi sekitar 6,57 Ton, tentunya produksi ini merupakan hasil yang cukup optimal. Kalau saja rata-rata semua hasil sawah yang ada di Kabupaten Tabanan yang luasnya mencapai lebih dari 22. 000 ha dapat menghasilkan produksi seperti itu, maka kabupaten Tabanan akan menghasilkan gabah kering panen sebanyak 6,57 X 22.000 = 155.540 ton sekali panen. Kalau dalam setahun dilaksanakan 2 kali penanaman maka hasil panen dapat mencapai 6,57 x 22.000 x 2 = 289.080 ton. Bila harga gabah kering panen mencapai Rp 3.000/ kg, maka rupiah yang dihasilkan Kabupaten Tabanan dari tanaman padi dalam setahun mencapai miliyaran rupiah, tentu hasil ini merupakan hasil yang tidak sedikit, dan sudah tentu potensi masih bisa ditingkatkan dengan menerapkan teknologi pertanian yang lebih maju, yang tentunya peran penting Penyuluh Pertanian dan komitmen Bupati serta jajaranya untuk meningkatkan produksi dibidang pertanian. Dalam pelaksanaan panen pada lahan ini dilakukan secara seremonial yang dilakukan langsung oleh Bupati, yang dihadiri oleh undangan lingkup SKPD yang ada di Kabupaten Tabanan. Teknologi yang diterapkan dalam budidaya padi pada lahan Bupati ini adalah menggunakan jenis padi Inpari 13, yang merupakan varietas unggul nasional. Penananaman dilakukan seperti petani biasa/konvensional. Tanah diolah dengan menggunakan traktor tangan kemudian digaru, kotoran jerami dibersihkan dengan membenamkan ke dalam tanah, diratakan kemudian ditanam tanpa menggunakan caplak dengan sistem tandur (tanam mundur), dengan bibit yang ditanam berumur 18 - 21 hari. Pemeliharaan tanaman dilakukan dengan mengatur irigasinya dan dilakukan penyiangan untuk menghilangkan gulma pengganggu, pengamatan terus dilakukan apakah ada hama atau penyakit yang menyerang. Bila ada serangan maka dilakukan pengendalian dengan menggunakan pestisida. Pemupukan dilakukan dengan menggunakan pupuk kandang yang dikombinasikan dengan pupuk Phonska, dengan dosis sesuai anjuran. Pupuk Phonska diberikan dua kali, yaitu pada fese pembentukan anakan dan yang ke dua diberikan pada saat menjelang bunting. Pengairan dilakukan dengan sistem terputus- putus, yaitu dilakukan penggenangan sampai 10 hari setelah tanam, kemudian pengairan dihentikan sampai kondisi tanah pada fase kapasitas lapang ( field capacity). Setelah tanah pecah-pecah baru digenangi lagi selama 5 - 6 hari, kemudian dihentikan lagi sampai tanahnya pecah-pecah kembali. Keadaan ini terus diulang-ulang sampai padi menjelang bunting. Pada saat bunting lahan sawah digenangi lagi sampai bunga padi serentak keluar. Pengairan dihentikan 2 minggu menjelang panen. Pengairan secara terputus (intermiten) dapat mengehemat penggunaan air sampai 40 % tanpa mengurangi hasil, dan sisa air dapat digunakan oleh sawah yang ada dihilir. Selain itu pengairan dengan cara terputus-putus juga berguna memeberikan aerasi pada padi dan tidak menyebabkan tanah menjadi anaerob, sehingga akar dapat mengikat nitrogen dan oksigen secara bebas untuk menunjang pertumbuhan padi. Oksigen dapat membatasi pertumbuhan padi jika konsentrasi kurang dari 10 % atau pori- pori tanah kurang dari 10 %. Pada saat primordia bunga, tanaman padi disemprot dengan menggunakan zat pengatur tumbuh dan fungisida atau produk Score sehingga buah padi nantinya bernas. Dari segi kenampakan padi yang ditanam di lahan Bupati sangat subur dan bernas, kuningnya kelihatan seperti emas, anakannya rata-rata 25 - 28 batang dengan bulir per malai rata-rata 170 -230 butir, dengan butir hampa rata-rata 5 - 7 butir. Panen dilakukan dengan cara disabit, dikumpulkan dan dirontok dengan menggunakan power tracer, agar kehilangan hasil dapat diminimalisir karena tidak banyak gabah yang berceceran selama proses panen. Dengan semangat bekerja keras yang dicontohkan oleh Bupati Tabanan akan dapat menjadi panutan bagi petani yang ada disekitar Subak Bongan pada hususnya, dan petani di Subak lainnya yang ada di seluruh Kabupaten Tabanan, sehingga produksi bisa ditingkatkan dalam upaya mencapai suplus beras sesuai harapan Pemerintah Pusat, yaitu sukses swasembada dan swasembada berkelanjutan ( I Wayan Artanaya dan Made Widiada, Penyuluh Pertanian BP4K Kab. Tabanan, Bali).