Gejala ¢ Infeksi pertama terjadi pada titik tumbuh, bunga dan pucuk daun, kemudian menyebar ke bagian bawah tanaman. ¢ Pucuk daun berubah warna dari hijau muda menjadi warna coklat, lalu hitam dan akhirnya membusuk. ¢ Busuk ini merata menuju ke bagian bawah tanaman dan menyerang kuncup bunga yang lain, sehingga seluruh bagian atas tanaman terkulai. ¢ Batang yang terserang menjadi busuk kering, kulitnya mudah terkelupas, akhirnya tanaman mati. ¢ Dalam kondisi kelembaban tinggi terbentuk bulu-bulu berwarna hitam yang muncul dari jaringan yang terinfeksi cendawan. Pengendalian ¢ Sanitasi lapangan dengan cara memusnahkan sisa-sisa tanaman yang terinfeksi dan gulma yang bersifat inang ¢ Rotasi tanaman dengan tanaman bukan inang, seperti dari padi-padian dan palawija ¢ Pengendalian serangga inang yang dapat menularkan dari satu tanaman ke tanaman lain ¢ Mengatur waktu tanam yaitu dengan tidak menanam cabai merah pada musim hujan dengan curah hujan tinggi. ¢ Mengurangi kerapatan tanaman dengan cara mengatur jarak tanam ¢ Memperbaiki drainase lahan. ¢ Menggunakan fungisida yang cocok untuk cendawan antara lain fungisida sistemik Acelalamine, Dimethomorp, Propamocarb, Oxadisil, dan pemakaian fungisida kontak Klorotalonil. ¢ Pemberian fungisida dilakukan secara bergilir Sumber BB Pengkajian Badan Litbang Pertanian