Loading...

CABE RAWIT SETAN, VARIETAS BARU YANG MULAI DIKEMBANGKAN PETANI CABAI DI MANDAU

CABE RAWIT SETAN, VARIETAS BARU YANG MULAI DIKEMBANGKAN PETANI CABAI DI MANDAU
Cabai rawit varietas Sigantung yang lebih akrab disebut sebagi “cabe setan” oleh masyarakat mulai menjadi fokus pengembangan petani cabai di Kecamatan Mandau. Hal ini juga mulai dikembangkan oleh beberapa anggota Kelompok Tani Jaya Sepakat. Menurut para petani, permintaan pasar untuk cabai jenis ini sangat tinggi pada saat sekarang ini. Hal ini berkaitan dengan naiknya peminat penikmat kuliner ayam geprek, sehingga secara tidak langsung cabai rawit ini mulai disukai masyarakat. Permintaan pasar saat ini belum mampu dipenuhi oleh pasar lokal maupun pasar impor. Sehingga petani mengambil peluang dan potensi untuk segera malakukan budodaya tanaman cabai rawit jenis ini. Harga yang cukup tinggi dengan pasar yang cukup luas, serta didukung dnegan kondisi lahan yang cocok untuk budidaya tanaman ini sangat menguntungkan bagi petani, Pada kegiatan anjangsana PPL (25/4/2024) ini, Bapak Arifin yang mulai menanam cabai ini sejak Januari, menuturkan bahwa dengan menanam satu hektar cabai ini lebih menguntungkan daripada budidaya cabai rawit varietas sebelumnya. Mulai dari harga yang lebih tinggi, kemudahan pada bagian pemasaran, juga bentuk buah yang lebih besar sehingga memudahkan kegiatan pemanenan. Menanam cabe setan ini sama cara menanamnya dengan cabe jenis yang lainya, hanya saja cabai ini memiliki umur yang relatif lebih lama, cabe ini dapat dipanen kisaran umur 3-6 bulan setelah ditanam. Cabe setan ini memiliki bentuk yang lebih besar dari cabe rawit jika sudah tua berwarna merah menyala dan terasa sangat pedas sehingga cabe ini disebut cabe setan (lombok setan) oleh masyarakat karena rasanya yang sangat pedas. Penulis : Rizki Aprelia, S.P (Penyuluh Pertanian Kec. Mandau Kab. Bengkalis Prov. Riau) April 2024