Loading...

CARA BUDIDAYA BAWANG PUTIH

CARA BUDIDAYA BAWANG PUTIH
Bawang putih (Allium sativum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang penting bawang putih berguna sebagai pelengkap bumbu masak, sebagai obat anti jamur dan bakteri, serta dapat menurunkan kolesterol dan mencegah pembekuan darah. Bawang putih ditetapkan menjadi komoditas strategis yang harus dikejar kecukupan produksinya untuk swasembada, karena kegunaannya sebagai bumbu masak dan bahan baku industri obat-obatan. Dalam kerangka tersebut, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian melalui Balai Penelitian Tanaman Sayuran telah mengembangkan teknologi inovatif budidaya bawang putih. Berikut syarat tumbuh bawang putih Bawang putih tumbuh optimal di dataran medium sampai dataran tinggi. Jika ditanam di dataran tinggi, lahan yang cocok untuk tanaman bawang putih adalah jenis tanah lempung berpasir, berstruktur tanah gembur dengan pH 5,5-7. jika ditanam di dataran tinggi (>1000 mdpl.) dengan suhu 15-25 °C, bawang putih dapat tumbuh dengan baik, namun ada juga beberapa varietas yang dapat tumbuh di dataran medium, bahkan dataran rendah. Curah hujan optimal untuk pertumbuhan bawang putih berkisar antara 100-200 mm/bulan. Suhu rendah dan kondisi curah hujan terlalu tinggi akan mempersulit pembentukan siung. Jenis tanah yang cocok untuk pertumbuhan tanaman bawang putih adalah Grumusol (Ultisol) dengan pH netral. Waktu tanam bawang putih Bawang putih sebaiknya ditanam pada akhir musim penghujan atau awal musim kemarau. Menjelang panen tanaman ini tidak menghendaki kondisi yang terlalu basah/ lembap karena akan menyebabkan kebusukan dan penurunan kualitas umbi. Sehari sebelum tanam dilakukan penyemprotan herbisida di atas permukaan bedengan. Penyemprotan herbisida dimaksudkan untuk memperlambat tumbuhnya rumput setelah benih bawang putih ditanam, sehingga benih bawang putih dapat tumbuh normal tanpa diganggu oleh pertumbuhan rumput di sekitarnya Pada proses penanaman Lahan dibasahi 1 hari sebelum tanam. Benih ditanam 1 (satu) siung per lubang tanam dengan kedalaman ± 3 cm dan jarak tanam 10 cm x 10 cm atau 12,5 cm x 12,5 cm. Selanjutnya ditutup dengan mulsa jerami dengan ketebalan ± 5 cm dan setelah ditutup dengan mulsa jerami dilakukan penyiraman. Penyiangan dilakukan secara rutin disesuaikan dengan kondisi pertumbuhan gulma. Gulma pada parit dapat dibersihkan dengan cangkul sekaligus untuk memelihara bentuk bedengan. Pada musim kemarau penyiraman dilakukan 2 kali dalam seminggu pada 12-20 hari menjelang panen penyiraman dihentikan. Penyemprotan insektisida dan fungisida dilakukan 2 kali dalam seminggu, mulai tanaman berumur 21-25 hari. Insektisida dan fungisida yang diberikan terdiri dari 2 jenis yang bersifat kontak dan sistemik. Cara panen bawang putih Ciri-ciri bawang putih yang siap dipanen adalah umbinya terlihat dari permukaan tanah, sebagian daun menguning dan batang tanaman sudah mulai rebah. Varietas Lumbu Hijau dapat dipanen pada umur 112- 120 hari, sedangkan varietas Tawangmangu pada 120- 140 hari. Umur panen yang terlalu muda akan menyebabkan umbi cepat menyusut dan jika terlalu tua akan menyebabkan umbi cepat busuk. Cara pemanenan yang paling baik adalah dengan mencabut tanaman sambil mencongkel umbinya agar umbi tidak rusak.(Purnomojati Anggoroseto, SP, MSi.)