Budidaya padi salibu merupakan varian teknologi budidaya ratun, yaitu tunggul setelah panen tanaman utama yang tingginya sekitar 25 cm, dipelihara selama 7-10 hari atau dibiarkan hingga keluar tunas baru. Apabila tunas yang keluar kurang dari 70% maka tidak disarankan untuk dilakukan budidaya salibu. Jika tunas yang tumbuh > 70% maka potong kembali secara seragam hingga ketinggian 3-5 cm, kemudian dipelihara dengan baik hingga panen. Tunas tersebut akan mengeluarkan akar baru sehingga pasokan hara tidak lagi tergantung pada batang lama, hal inilah yang membuat pertumbuhan dan hasil gabahnya sama atau lebih dibanding tanaman pertama/ibunya. Keuntungan yang diperoleh dari budidaya padi salibu adalah : biaya produksi lebih rendah karena tidak perlu pengolahan tanah dan penanamanulang, pupuk yang dibutuhkan lebih sedikit, yaitu setengah dari dosis yang diberikan pada tanaman utama umur panen lebih pendek hasil yang diperoleh dapat memberikan tambahan produksi dan meningkatkan produktivitas. menekan kebiasaan petani membakar jerami sisa panen. Secara ekonomis budidaya padi salibu menghemat 60% biaya untuk pekerjaan persiapan lahan dan menanam, 30% untuk biaya produksi, hal ini menekan biaya usahatani setara Rp. 2 juta sampai 2,5 juta/ha sekali panen. Hasil padi salibu biasanya sama bahkan ada yang lebih tinggi dari pada tanaman pertamanya, hal inilah yang meningkatkan pendapatan petani. Ketika tenaga kerja mahal dan terbatas, budidaya padi salibu akan lebih ekonomis sekitar 45% dibanding budidaya tanaman pindah . Adapun tujuan sistem tanam Salibu untuk meningkatkan indeks pertanaman karena waktu tanam yang pendek dan hasil tinggi dan menghemat biaya operasional penanaman karena tidak lagi memerlukan benih baru dan tidak melalui proses persemaian, pengolahan lahan atau bajak dan penanaman. Maka dalam tulisan ini akan dibahas faktor yang mempengaruhi budidaya salibu, bagaimana budidaya salibu dan analisis usahataninya. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Budidaya Padi Salibu 1.Varietas unggul Tanaman yang berasal dari benih yang bermutu akan mampu menghasilkan pertumbuhan dan perkembangan yang baik termasuk sistem perakaran yang akan menjadi karakter utama dari kelangsungan tanaman salibu. 2. Tinggi pemotongan batang sisa panen Hasil gabah pada budidaya padi salibu dipengaruhi oleh diantaranya tinggi pemotongan batang sisa panen. 3. Pemupukan Kebutuhan unsur hara pada masa pertumbuhan anakan padi salibu perlu mendapatkan pemupukan yang cukup terutama nitrogen. Pupuk merupakan salah satu input penting bagi pertumbuhan dan hasil ratun padi. Metode Budidaya Padi Salibu 1. Pemangkasan tanaman padi Pada kondisi lahan sawah yang terlalu kering, segera setelah padi di panen lahan digenangi air setinggi ± 5 cm selama 2-3 hari, kemudian saluran pembuangan air dibuka. Tujuannya adalah untuk menjaga kelembaban tanah dan menghindari agar batang padi yang masih berdiri tidak mati kekeringan. 2. Pemupukan Pupuk kandang yang diberikan pada lahan sebanyak 1 ton/ha sebelum pemotongan batang padi. 3. Penjarangan dan penyisipan tanaman padi Penjarangan dan penyisipan dapat dilakukan untuk mengganti tunggul yang tidak tumbuh. 4. Penggunaan fito hormon pada tanaman Hormon tumbuhan (fitohormon) adalah sekumpulan senyawa organik bukan hara (nutrien), baik yang terbentuk secara alami maupun dibuat oleh manusia, 5. Pengendalian gulma Gulma adalah salah satu kendala utama dalam memperoleh hasil yang tinggi dalam budidaya padi sawah. Persaingan gulma dengan padi dalam stadia pertumbuhan hingga masa pematangan sangat besar sekali pengaruhnya terhadap penurunan hasil panen 6. Pengendalian hama dan penyakit tanaman Dalam usaha tani tanaman padi tidak terlepas dengan serangan hama dan penyakit, pada hakikatnya serangan hama dan penyakit selama masih dibawah ambang batas, maka tidak merugikan dan hama penyakit tersebut akan dikendalikan secara alami oleh musuh alami masing masing. 7. Panen Panen padi salibu memiliki keunggulan diantaranya, umur panen lebih awal 15- 20% dan hasil produksi gabah meningkat dari pada budidaya secara tanam pindah biasanya.(Purnomojati Anggoroseto, SP, MSi.)