Dalam menghadapi perubahan iklim yang semakin ekstrem, penting untuk memilih ras sapi yang memiliki ketahanan terhadap kondisi cuaca yang berbeda-beda terutama di musim kemarau. Para peternak perlu membuat perencanaan yang baik dan pemahaman tentang pengelolaan ternak dalam kondisi kering. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat membantu Peternakdalam budidaya ternak sapi di musim kemarau: Persiapan pakan: Pastikan peternak memiliki pasokan pakan yang cukup untuk musim kemarau. Di daerah yang mengalami ketersediaan pakan yang terbatas, peternak perlu menyimpan pakan hijauan dan hijauan kering selama musim hujan. Peternak dapat mencari alternatif pakan seperti jerami atau sisa tanaman pertanian yang dapat digunakan sebagai pakan sapi. Penyediaan air: Pastikan ada pasokan air yang cukup untuk ternak sapi. Di musim kemarau, sumber air mungkin menjadi langka, jadi perlu mencari cara untuk menyimpan dan menghemat air. Peternak dapat mempertimbangkan pembuatan sumur atau kolam penampungan air hujan untuk memenuhi kebutuhan air ternak. Pengelolaan lahan: Manajemen lahan yang baik sangat penting dalam musim kemarau. Pastikan Peternak memiliki lahan yang cukup untuk penggembalaan ternak dan perhatikan rotasi padang rumput untuk memastikan pertumbuhan yang seimbang. Peternak juga perlu mempertimbangkan sistem irigasi atau pemupukan yang tepat agar padang rumput tetap subur. Penanganan penyakit: Ternak sapi dapat lebih rentan terhadap penyakit selama musim kemarau karena sistem kekebalan tubuh yang melemah akibat stres panas dan kekurangan pakan yang baik. Pastikan vaksinasi dan perawatan kesehatan lainnya dilakukan dengan baik untuk mencegah penyakit. Peternak juga perlu memberikan perhatian ekstra terhadap kebersihan kandang dan menjaga lingkungan ternak tetap bersih. Manajemen waktu pakan: Karena ketersediaan pakan terbatas di musim kemarau, penting untuk merencanakan jadwal pemberian pakan yang efisien. Peternak dapat memberikan pakan pada saat yang tepat, seperti pagi dan sore hari ketika suhu lebih rendah, agar sapi dapat mengonsumsi pakan dengan baik. Pemantauan kesehatan ternak: Perhatikan tanda-tanda kesehatan yang abnormal pada ternak sapi Jika ada tanda-tanda penyakit atau kekurangan nutrisi, segera lakukan tindakan yang diperlukan. Monitor berat badan sapi secara teratur untuk memastikan kondisi mereka tetap sehat. Dalam menghadapi perubahan iklim yang semakin ekstrem, penting untuk memilih ras sapi yang memiliki ketahanan terhadap kondisi cuaca yang berbeda-beda. Berikut adalah beberapa ras sapi yang umumnya dikenal memiliki ketahanan terhadap perubahan iklim: Brahman: Sapi Brahman berasal dari daerah tropis dan dikenal sebagai salah satu ras sapi yang tahan panas. Mereka memiliki kulit yang tebal dan pigmen gelap yang membantu melindungi mereka dari sinar matahari yang berlebihan. Selain itu, mereka juga memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan baik dalam kondisi cuaca yang ekstrem, termasuk musim kemarau yang panas. Senepol: Ras sapi Senepol awalnya dikembangkan di Karibia dan juga dikenal memiliki ketahanan terhadap cuaca panas. Mereka memiliki bulu pendek dan warna yang cerah, yang membantu dalam mengatasi panas dan sinar matahari yang berlebihan. Sapi Senepol juga memiliki keunggulan dalam efisiensi pakan dan pertumbuhan yang baik. Bonsmara: Sapi Bonsmara merupakan hasil persilangan antara ras Afrika Selatan dengan sapi Bos taurus. Mereka dikembangkan khusus untuk ketahanan terhadap kondisi iklim yang ekstrem. Sapi Bonsmara mampu bertahan dalam suhu panas, kondisi kekeringan, dan memiliki toleransi terhadap parasit. Mereka juga memiliki kemampuan adaptasi yang baik terhadap perubahan cuaca yang cepat. Romosinuano: Sapi Romosinuano adalah salah satu ras sapi asal Kolombia yang tahan terhadap panas dan kelembaban tinggi. Mereka memiliki kemampuan adaptasi yang baik dalam kondisi lingkungan yang ekstrem. Selain itu, sapi Romosinuano juga dikenal memiliki ketahanan terhadap penyakit dan parasit. Criollo: Ras sapi Criollo umumnya ditemukan di Amerika Latin. Mereka adalah keturunan sapi yang telah lama beradaptasi dengan lingkungan setempat, termasuk kondisi cuaca yang ekstrem. Sapi Criollo cenderung memiliki ketahanan yang baik terhadap kekeringan, panas, dan masalah kesehatan yang terkait dengan iklim. Perlu diingat bahwa pemilihan ras sapi yang tahan perubahan iklim harus disesuaikan dengan kondisi lokal, lingkungan, dan sistem peternakan yang ada di daerah Anda. (Suwarna_Penyuluh Pertanian Pusat) Sumber : Berbagai Sumber