Loading...

CARA MEMASARKAN BUAH MELON

CARA MEMASARKAN BUAH MELON
Dalam budidaya melon yang tujuannya untuk dijual, pemasaran merupakan jurus penutup dalam kegiatan agribisnis buah-buaah, termasuk buah melon. Ini berarti, jerih payah yang telah kita lakukan selama membudidayakan melon tergantung pada keberhasilan pemasaran. Oleh karena itu, kita perlu mengetahui ke mana harus melempar dagangan melon serta jalur-jalur mana yang dapat kita lalui. Dalam memasarkan melon, ada beberapa hal yang harus dipelajari sebelum memasuki pasar, antara lain sasaran pemasaran, persaingan dan strategi pemasaran. Sasaran pemasaran berkaitan erat dengan pemilihan jenis melon yang akan diusahakan. Dalam hal ini petani perlu mengetahui siapa konsumen yang berminat. Sebab, dalam pembelian, konsumen sangat dipengaruhi oleh motif, selera, keadaan sosial, daya beli dan merek. Dalam memasarkan melon, kita perlu juga mengetahui seluk beluk persaingan. Sebab, dalam dunia usaha, termasuk memasarkan melon, umumnya persaingan selalu ada, kecuali bila ia mampu bertindak sebagai monopolis.Setelah kita mengetahui konsumen sebagai sasaran dan seluk beluk pesaing, barulah kita mengatur strategi pemasarannya, misalnya dalam menentukan jumlah melon yang akan dipasarkan, menetapkan harga, mengatur distribusinya dan jika perlu mengatur cara promosinya. Di kota-kota besar, melon dapat dipasarkan ke supermarket, pasar buah, indusri pengolahan minuman dan pasar lokal. Sedang di kota kecil, melon umumnya dijulal dipasar lokal atau langsung dijual ke konsumen. Pemasaran Langsung Pemasaran langsung dari petani ke konsumen akan lebih baik dibanding jika dijual melalui pedangan perantara atau pengumpul karena petani akan memperoleh harga yang wajar dan konsumen juga akan membeli dengan harga yang wajar dan memperoleh buah yang masih segar.. Jika dijual melalui pedagang perantara atau pengumpul, maka petani umumnya akan memperoleh harga yang relatif rendah dan konsumen akan membeli dengan harga yang lebih mahal karena pedagang perantara atau pengumpul tentunya akan mencari untung. Meski begitu, kekurangan penjualan langsung ke konsumen, petani kadang mengalami kesulitan apabila buah yang dijualnya itu dalam jumlah banyak dan lokasi penjualannya relatif jauh sehingga buah melon yang dijual tersebut tidak laku dijual semua. Padahal, buah melon mudah busuk. Jika buah melon yang dijualnya dalam jumlah banyak dan lokasi penjualannya/konsumen relatif jauh, pemasarannya bisa dilakukan lewat pedagang perantara. Kekurangan cara ini, petani tidak dapat menentukan harga karena biasanya harga sudah ditentukan oleh pedagang perantara tersebut. Pemasaran buah melon relatif tetap sepanjang waktu karena buah melon tetap laku di pasaran, sedangkan produksinya dipengaruhi oleh musim tanam. Dengan kondisi ini, kadang pasar kekurangan pasokan jika masa panen belum tiba. Oleh karena itu, bagi petani yang dapat memproduksi buah melon sepanjang tahun bisa mendapat keuntungan karena buah melon di pasaran jumlahnya terbatas. Apabila sudah ada pasar dan mempunyai konsumen tetap, sebaiknya kemampuan produksi dan kualitas hasil yang dipasarkan harus dipertahankan. Dengan cara ini maka dapat memertahankan hubungan yang baik antara produsen dan konsumen/pelanggan. Kuantitas, kualitas dan kontinuitas produksi diusahakan stabil sehingga konsumen/pelanggan tidak beralih kepada pesaing/kompetitor yang menjual melon., karena konsumen/pelanggan sudah merasa puas dari melon yang kita jual. Selain dengan cara memasarkan langsung, dalam melakukan pemasaran, jika memungkinkan petani melakukan kemitraan dengan konsumen, misal dengan pedagang besar atau perusahaan yang dapat menjual melon secara rutin, baik pemasaran dalam negeri maupun di luar negeri. Keuntungannya, petani mudah memasarkannya dan adanya kepastian harga karena antara petani dan pedagang besar/perusahaan saling memerlukan, saling ketergantungan dan saling menguntungkan secara berkesinambungan dalam jangka waktu yang relatif lama.   Jenis Pasar Dewasa ini, hasil produksi melon dapat dipasarkan di dalam negeri maupun untuk diekspor. Melon yang dipasarkan di dalam negeri dapat disalurkan ke berbagai pasar, seperti pasat umum, pasar induk, pasar swalayan dan pasar khusus. Pasar umum merupakan pasar yang menyediakan semua keperluan hidup, (sandang, pangan dan papan), termasuk menyediakan buah-buahan seperti melon. Pasar induk merupakan pusat penampungan dan pemasaran golongan komoditi tertentu dalam berbagai jenis yang biasanya dijual dalam skala tertentu pula. Di pasar ini, pembeli umumnya adalah pedagang pengecer atau pasar khusus, misal pasar induk sayuran dan buah, pasar induk beras dan pasar induk bunga. Pasar swalayan merupakan pasar yang menyediakan berbagai kebutuhan dengan cara pembeli memilih dan/atau mengambil sendiri barang-barang yang dikehendaki, termauk memilih dan mengambil sendiri buah melon yagn dikehendaki. Sedang pasar khusus merupakan pasar yang menyerap komoditi tertentu/beragam dalam jumlah cukup besar dan secara kontinyu dengan kualitas tertentu. Untuk buah-buahan, pada pasar khusus ini, melon yang dibelinya itu dijual dalam bentuk segar atau diolah menjadi bentuk makanan khusus. Jalur Pemasaran Jalur pemasaran hasil melon adalah saluran yang digunakan petani produsen untuk menyalurkan hasil melon dari produsen sampai konsumen. Unsur-unsur yang aktif dalam saluran buah melon adalah petani produsen, pedagang pengumpul, pedagang besar, pengecer dan konsumen. Petani produsen merupakan penghasil melon untuk memenuhi kebutuhan dan keingingan para konsumen. Pedagang pengumpul merupakan pedagang yang mengumpulkan melon dari petani produsen, kemudian memasarkannya kembali dalam partai besar kepada pedagang lain. Sedang pedagang besar merupakan pedagang yang membeli melon dari pedagang pengumpul dan/atau langsung dari petani produsen serta menjual kembali kepada pengecer atau pedagang lain dan/atau kepada pemakai industri, pemakai lembaga dan pemakai komersial yang tidak menjual dalam volume yang sama kepada konsumen akhir. Adapun pedagang pengecer merupakan pedagang yang menjual melon kepada konsumen dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen dalam jumlah minimum. Sedang konsumen adalah setiap orang yang ingin memenuhi kebutuhan dan keingiannya terhadap melon yang dibelinya. Dalam pemasaran melon, umumnya petani melakukannnya melalui tiga pola pemasaran, yaitu dari petani produsen ke pengecer kemudian ke konsumen. Bisa juga dari petani produsen kepada pedagang besar dan dari pedagang besar menjualnya lagi ke pengecer lalu ke konsumen. Selain itu bisa juga dari petani produsen ke pedagang pengumpul lalu dijualnya ke pedagang besar. Dari pedagang besar menjualnya lagi ke pengecer kemudain ke konsumen. Pola mana yang akan dipilih dalam pemasaran melon tergantung pada beberapa pertimbangan seperti daya serap pasar, selera konsumen dan sifat buah yang mudah rusak . Disarikan oleh: Lasarus, Pusluhtan Sumber : 1. Ir.Winny Dian Wibawa,M.Sc. Standard Operating Procedure (SOP) Melon Screen House Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Direktorat Budidaya Tanaman Buah, Direktorat Jenderal Hortikultura, Departemen Pertanian, Jakarta, 2008. 2. Ir.W.D.Wibawa,M.Sc. Standard Operating Procedure (SOP) Melon Screen House Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Direktorat Budidaya Tanaman Buah, Direktorat Jenderal Hortikultura, Departemen Pertanian, Jakarta, 2009. 3.Drs.Arief Prahasta,MP. Budidaya-Usaha-Pengolahan Agribisnis Melon.C.V.Pustaka Grafika, Bandung, 2009. 4. F.Rahardi, Yovita Hety Indriani dan Haryono. Agribisnis Tanaman Buah. PT.Penebar Swadaya, Depok-Jawa Barat, 2003.