Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; mso-bidi-font-size:11.0pt; font-family:"Times New Roman","serif"; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} CARA MEMBUAT BOKASHI LATAR BELAKANG Kerusakan lahan pertanian akibat penggunaan pupuk kimia yang telah mencapai titik jenuh sehingga berdampak pada produktivitas pertanian. Untuk mengembalikan tingkat kesuburan tanah maka digunakan bahan-bahan organik/alami. Bahan organik dalam hal ini digunakan sebagai pupuk menggantikan pupuk kimia yang telah memberi kontribusi pada kerusakan struktur tanah. BOKASHI Bokashi adalah kompos yang salah satu bahan penyusunnya menggunakan EM (effectif microorganism). Kata bokashi berasal dari bahasa Jepang yang artinya kira-kira bahan-bahan organik yang sudah diuraikan (difermentasikan). Dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai kepanjangan dari ˜™bahan organik kaya nutrisi™™. MENGAPA BOKASHI Bokashi memiliki keunggulan diantaranya : a)Dapat memperbaiki struktur tanah; b) Memiliki kandungan unsur mikro dan makro yang lengkap; c)Ramah lingkungan; d)Murah dan mudah didapat bahkan dibuat sendiri; e)Mampu menyerap dan menampung air lebih lama dibanding pupuk kimia; f)Membantu meningkatkan jumlah mikroorganisme pada media tanam, sehingga dapat meningkatkan unsur hara tanaman BAHAN MEMBUAT BOKASHI : 1)Jerami 200 kg; 2)Pupuk kandang/kotoran hewan 100 kg; 3)Sekam atau serbuk gergaji 10 kg; 4)Dedak/katul 10 kg; 5)EM4 200 “ 250 ml; 6)Gula pasir 20 sendok makan; 7)Air secukupnya (±20 liter) Jumlah bahan yang diperlukan dapat disesuaikan dengan banyaknya bokashi yang akan dibuat CARA MEMBUAT BOKASHI : 1)Cacah jerami untuk memudahkan proses penguraian/fermentasi. Jika menggunakan pupuk kandang bersihkan dari sampah organik seperti ranting, tongkol jagung dan bahan-bahan yang dapat mengganggu proses penguraian/fermentasi.; 2)Campurkan bahan tambahan berupa sekam atau serbuk gergaji dan katul, aduk hingga rata; 3) Buat larutan dari EM4, gula pasir dan air, aduk hingga rata; 4)Campurkan larutan secara merata di bahan yang telah disiapkan. Usahakan agar larutan dan bahan tercampur dengan baik. Pastikan pada saat mencampur tidak ada cairan yang mengalir terbuang. Ini bisa dilakukan dengan cara menuang larutan sedikit demi sedikit atau menggunakan gembor. 5)Rapikan dalam bentuk gundukan, tingginya 20 cm sampai dengan 1 meter; 6)Tutup gundukan menggunakan plastik, karung atau kain terpal. Adonan tidak boleh terkena sinar matahari atau hujan langsung; 7)Aduk (bolak-balik) satu kali setiap hari, dengan membalik bahan sedemikian rupa sehingga lapisan bagian bawah menjadi berada dibagian atas, dan sebaliknya. Hal ini dilakukan agar suhu pada bahan tidak terlalu panas, pada saat proses fermentasi suhu dapat meningkat mencapai 50o C; 8)Rapikan dan tutup kembali. Proses fermentasi memerlukan waktu sekitar 8 sampai 15 hari. Bokashi yang sudah jadi memiliki ciri gembur, dingin dan sudah tidak mengeluarkan bau. PENGGUNAAN BOKASHI Bokashi biasanya digunakan dengan cara ditaburkan di lahan yang telah selesai dicangkul. Dosis yang digunakan sekitar 5 sampai 6 gengggaman tangan untuk setiap meter perseginya. Untuk tanah sawah dan lahan kering 3 “ 5 per hektar. Pada tanaman dalam pot bisa diberikan sekitar 2 “ 4 genggaman tangan. Penggunaan bokashi secara berlebih juga tidak menimbulkan kekhawatiran karena tidak memiliki dampak negatif terhadap tanaman. (By: Surur Hidayat dan Yudi THL Cilacap) Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; mso-bidi-font-size:11.0pt; font-family:"Times New Roman","serif"; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}