Loading...

Cara Membuat Pupuk Organik

Cara Membuat Pupuk Organik
Kebutuhan unsur hara pada tanaman sangat berkaitan dengan jenis atau macam unsur hara. Hal ini sejalan dengan adanya perbedaan karakter dari masing masing tanaman menyangkut kebutuhannya akan unsur hara tertentu serta perbedaan karakter dan fungsi dari unsur hara tersebut. Jumlah unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman berbeda, sesuai dengan jenis tanaman dan jenis unsur haranya, misalnya pada jenis tanaman sayuran akan membutuhkan unsur hara yang berbeda dengan jenis tanaman palawija. Penggunaan pupuk organik merupakan salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan unsur hara yang di butuhkan oleh tanah, selain itu pupuk organik juga menjaga agar struktur tanah dan kelembaban tanah bisa di pertahankan. Pertanian organik merupakan salah satu program kerja Gubernur Provinsi Bali. Bali telah di kembangkan program sistem pertanian terintegrasi yang di kenal dengan istilah SIMANTRI, dimana kelompok di beri bantuan dana untuk membangun kandang kolloni lengkap dengan pengadaan ternak sapinya serta bangunan pengolahan pupuk. Pupuk kandang merupakan pupuk yang berasal dari kotoran hewan yang di gunakan untuk menyediakan unsur hara bagi tanaman. Pupuk kandang berperan untuk memperbaiki zifat fisik tanah, kimia dan biologi tanah. Komposisi unsur hara yang terdapat pada pupuk kandang sangat tergantung pada jenis hewan, umur, alas kandang dan pakan yang di berikan pada hewan tersebut. Setiap jenis hewan tentunya menghasilkan kotoran yang memilikki kandungan hara unik. Namun secara umum kotoran hewan mengandung usur hara makro seperti Nitrogen (N), posfor (P), Kalium (K), Calsium (Ca), Magnesium (Mg), dan Belerang (S). Adapun cara membuat pupuk organik adalah sebagai berikut : Bahan pembuatan pupuk organik yaitu : 1 ton kotoran ternak ( sapi, ayam, kambing), 100 kg arang sekam/ sekam organik, 100 kg serbuk gergaji, 20 kg dolomit, 2.5 kg stardec. Tiriskan/ endapkan kotoran sapi yang masih basah hingga kadar airnya menjadi 60%. Kotoran sapi yang sudah di endapkan tersebut di ratakan pada tempat pembuatan kompos dengan ketebalan 20 cm, kemudian di atasnya di taburi serbuk gergaji, dolomit, arang sekam, lakukan penumpukan yang sama hingga ketinggian 1.5m dengan ketinggian tersebut akan tercipta suhu 70 derajat, pada suhu tersebut akan dapat mematikan biji biji rumput liar yang nantinya dapat menjadi tanaman gulna pada lahan pertanian. Kondisi tersebut di biarkan selama 7 hari yang di kenal dengan istilah tahap inkubasi. Untuk mengoptimalkan kerja bakteri pengurai maka bahan pupuk organik perlu dilakukan pembalikan setiap 7 hari sekali, lakukan 4-5 kali maka pupuk organik sudah siap di pakai dan menunjukkan warna kecoklatan. SELAMAT MENCOBA ( Penulis : Ida Ayu Putu Maha Indri. – Penyuluh Pertanian Wilayah Desa Pemaron, Kecamatan Buleleng - Bali ).