Beras merupakan makanan pokok utama bagi mayoritas masyarakat Indonesia. Hampir setiap rumah tangga di Indonesia mengonsumsi nasi setiap harinya, menjadikan beras sebagai komoditas strategis dalam sektor pertanian nasional. Tak heran jika keberadaan padi sebagai sumber utama beras memiliki posisi yang sangat penting. Namun, perlu diketahui bahwa harga beras di pasaran sangat bervariasi. Salah satu penyebab utamanya adalah perbedaan varietas padi yang ditanam petani. Tiap varietas memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing, mulai dari produktivitas, ketahanan terhadap hama, hingga rasa dan kualitas beras yang dihasilkan. Oleh karena itu, memilih benih padi terbaik merupakan langkah awal yang sangat penting dalam proses budidaya padi. Benih yang berkualitas dan tepat guna akan menentukan keberhasilan panen, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. Mengapa Memilih Benih Padi Itu Penting? Memilihan benih padi bukanlah hal sepele. Benih merupakan fondasi dari proses pertanian yang akan mempengaruhi: 1) Daya tumbuh tanaman 2) Ketahanan terhadap hama dan penyakit 3) Kesesuaian dengan jenis lahan 4) Lama masa panen 5) Kualitas dan kuantitas hasil panen Kesalahan dalam memilih benih bisa menyebabkan gagal panen atau hasil yang tidak sesuai harapan. Maka dari itu, penting untuk mengetahui jenis-jenis benih dan karakteristik masing-masing varietas. 1. Menentukan Varietas Padi yang Sesuai Secara umum, varietas padi terbagi menjadi tiga kelompok besar berdasarkan asal usul dan metode perakitannya a) Varietas Lokal Merupakan varietas asli dari suatu daerah tertentu yang diwariskan secara turun-temurun. Umumnya memiliki cita rasa khas dan disukai secara lokal. varietas ini sangat bergantung pada kondisi lingkungan asalnya sehingga kurang cocok bila ditanam di luar daerah tersebut. Cenderung memiliki produktivitas rendah dan rentan terhadap serangan penyakit. b. Varietas Hibrida Dihasilkan dari persilangan dua atau lebih varietas unggul melalui teknik bioteknologi pertanian.. Keunggulannya: produktivitas tinggi (bisa dua kali lipat dari padi lokal), cepat tumbuh, dan cocok untuk lahan yang intensif. Kelemahannya: hasil panen dari benih turunan tidak sebagus induknya, sehingga petani harus membeli benih baru setiap musim tanam. c) Varietas Unggul Dikembangkan oleh lembaga riset pertanian untuk menghasilkan padi dengan kualitas tinggi, tahan terhadap hama/penyakit, serta cocok di berbagai jenis lahan. Selain hasil panen yang lebih banyak, varietas ini juga mampu menghasilkan nasi pulen dan enak. Contohnya adalah varietas-varietas hasil penelitian dari Badan Litbang Pertanian dan Kementerian Pertanian, 2. Menyesuaikan Benih dengan Jenis Lahan Selain melihat varietas, penting juga mempertimbangkan jenis sawah atau lahantempat kamu menanam padi. Setiap benih memiliki kecocokan tertentu terhadap kondisi lahan, seperti: Lahan rawa (berair asam, miskin unsur hara) Sawah irigasi (dataran rendah dengan air yang mengalir) Lahan kering atau gogo (berbukit, curah hujan rendah) Jenis-Jenis Benih Padi Unggul Berdasarkan Lahan 1) INPARA (Untuk Lahan Rawa) Varietas INPARA (Inbrida Padi Rawa) dikembangkan khusus untuk lahan rawa atau lahan pasang surut yang memiliki tantangan seperti tanah asam dan kadar besi tinggi. Contoh varietas: INPARA 8 Agritan: Umur panen sekitar 115 hari setelah semai. Tahan terhadap hawar daun bakteri dan beberapa penyakit lainnya. INPARA PURWA: Umur panen sekitar 121 hari. Cocok untuk lahan rawa dalam, dengan pertumbuhan stabil meskipun kondisi tanahnya kurang subur. Keunggulan benih INPARA: 1) Tahan genangan 2) Tahan penyakit 3) Adaptif di lahan marginal 2) INPARI (Untuk Sawah Irigasi) Varietas INPARI (Inbrida Padi Sawah Irigasi) adalah jenis benih yang paling banyak dikembangkan dan digunakan di Indonesia. Cocok untuk lahan sawah dengan irigasi yang baik. Contoh varietas: INPARI 48 Blas: Menghasilkan beras pulen, panen sekitar 121 hari. Tahan terhadap penyakit blas. INPARI 45 Dirgahayu: Cocok di dataran rendah, panen sekitar 116 hari. Stabil dalam produktivitas. Keunggulan benih INPARI: 1) Hormozigositas tinggi (benih murni) 2) Potensi hasil tinggi 3) Rasa nasi enak 4) Tahan hama dan penyakit utama 3) INPAGO (Untuk Lahan Kering) Varietas INPAGO (Inbrida Padi Gogo) sangat cocok untuk lahan kering, berbukit, atau daerah dengan curah hujan rendah dan tidak memiliki sistem irigasi. Contoh varietas: INPAGO 13 Fortiz: Kandungan protein tinggi, umur panen sekitar 114 hari. Cocok untuk daerah kurang air. INPAGO 12 Agritan: Tahan terhadap kekeringan, panen umur 111 hari. Tumbuh baik di daerah perbukitan. Keunggulan benih INPAGO: 1) Toleran terhadap kekeringan 2) Bisa ditanam di lahan kering atau tadah hujan 3) Menjaga ketahanan pangan daerah pegunungan. Tips Tambahan Memilih Benih Padi 1) Periksa label benih: Pilih benih bersertifikasi resmi dari lembaga pemerintah atau penyedia terpercaya. 2) Perhatikan tanggal kedaluwarsa dan tingkat kemurnian benih. 3) Pilih berdasarkan tujuan panen: Apakah untuk konsumsi sendiri, dijual, atau untuk produksi benih lagi. 4) Uji daya kecambah: Sebelum ditanam secara massal, lakukan uji semai dalam skala kecil.