Setiap orang atau petani salak pasti sudah tahu bahwa untuk membudidayakan salak membutuhkan benih salak (dulu disebut bibit salak). Benih salah yang akan ditanam itu tentunya berupa benih salak unggul dan bermutu supaya produksi salak yang diperolehnya nanti seperti apa yang diharapkan, artinya bisa diperoleh buah salak yang banyak dengan mutu buah yang baik. Untuk memperbanyak atau memeproleh benih salak bisa berasal dari anakan (vegetatif) bisa pula diperolehd ari biji (generatif). Perbanyakan benih salak dengan biji akan iperoleh beberapa keuntungan, diantaranya : (1) Relatif mudah dan murah serta cepat memperoleh benih salak dalam jumlah banyak; (2) Pertumbuhan tanaman lebih kuat dan hidup lebih lama; (3) Tanaman mempunyai eprakaran yang kuat sehingga tahan rebah dan kekeringan; (4) Memungkinkan diadakan perbaikan sifat tanaman dengan cara melakukan persilangan. Sedang kekurangan perbanyakan benih salak dengan biji diantaranya : (1) Waktu berbuahnya lebih lama; (2) Kualitas buah yang dihasilkan tidak persis sama dengan pohon induknya akrena mungkin terjadi penyerbukan silang; (3) Benih salak yang diperolehd ari biji tidak dapat dipastikan apakah benih tersebut akan menjadi tanaman betina atau justru menjadi tanaman jantan. Meski begitu, apabila menginginkan benih salak secara mudaha, murah dan dapat diperoleh jumlah benih dalam jumlah banyak, tidak ada salahnya mencoba memperbanyaknya dengan biji. Syarat Biji Untuk memperbanyak tanaman salak dengan biji, tentunya tidak boleh sembarang biji, tetapi dipilih biji yang mempunyai persyaratan tertentu agar benih yang diperolehnya nanti berkualitas baik. Oleh akrena itu, biji yang akan diperbanyak diseleksi atau dipilih terlebih dahulu sehingga biji tersebut bener-benar bermutu baik. Syarat biji yang baik untuk dieprbanyak antara lain : (1) Berasal dari pohon induk yang baik/memenuhi syarat untuk diambil bijinya; (2) Biji diambil dari buah yang sudah cukup umur; (3) Mempunyai daya tumbuh minimal 85 %; (4) Besar atau ukurannya seragam dan tidak cacat; (5) Tidak diserang hama dan penyakit; dan (6) Bijinya murni dan tidak tercampur dengan kotoran lain. Sedang pohon induk yang baik untuk diambil bijinya diantaranya : (1) Cepat berbuah dan berbuah sepanjang tahun; (2) Buahnya banyakd an seragam; (3) Pertumbuhan tanamannya baik ; (4) tahan terhadap serangan hama dan penyakit; dan (5) Tahan terhadap lpengaruh lingkungan yang kurang menguntungkan. Teknik penyemaian Sebelum benih salak disemaikan, biji aygn sudah dipilih atau biji yang memenuhi syarat untuk diperbanyak dibersihkan dahulu dari sisa-sisa daging buah yang amsih melekat. Setelah itu, biji direndam dalam air bersih selama lebih kurang 24 jam., kemudian dicuci. Pekerjaan selanjutnya, biji yang sudah dicuci itu dimasukkan ke dalam kantong plasitk yang sudah dilubangi atau ditaruh dalam karung goni basah dan ditaruh atau diletakkan di tempat yang teduh dan lembab supaya cepat berkecambah. Untuk menjaga kelembaban, biji disiram secukupnya setiap hari sehingga biji tersebut cepat berkecambah.. satu bulan kemudian diberi pupuk Urea, TSP dan KCl masing-amsing 5 gram. Sesudah benih itu berkecambah dan berumur 20 ahri-30 ahri, benih salak itu baru dipindahkan ke polibag ukuran 20 cm X 25 cm yagn sudah diisi campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2 : 1. Sesudah benih salak dalam polibag itu berumur lebih kurang 4 bulan,b aru bisa dipindahkana tau ditanam pada lahan pertanaman salak yang sudah dipersiapkan). Sumber : 1. Anonimous. Salak (Salacca edulis). Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu pengetahuan dan Teknologi, BPP Teknologi, Jakarta. 2. Sobir, PhD. Budidaya Tanaman Buah Unggul Indonesia. Pusat Kajian Buah Tropika, IPB. 3. Dr.Farid A.Bahar.Teknologi produksi salak.Pusat penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Depertemen Pertanian, jakarta 1995.