Daun Bawang adalah salah satu jenis tanaman sayuran dari kelompok tanaman bawang dengan nama latin Allium fistulosum. Daun bawang memiliki bentuk yang Panjang dan berwarna hijau tua di ujungnya, sedangkan batangnya berwarna hijau muda dengan tekstur sedikit keras. Pembibitan Generatif (Biji) Untuk caranya, buatlah bedengan (gundukan tanah) dengan memiliki ukuran lebar 100 hingga 120 cm dan panjangnya disesuaikan dengan kondisi lahan tempat dimana kalian akan menanamnya. Setelah itu, kalian taburi pupuk kandang diatas bedengan yang telah dibuat. Kemudian, kalian buat lubang dengan membentuk alur melintang pada bedengan dengan memiliki kedalaman sekitar 1 cm dan jarak antar alur lubang tadi sekitar 10 cm. Tahap selanjutnya, taburi biji daun bawang yang telah kalian dapatkan secara merata ke dalam alur yang telah dibuat tadi. Setelah menaburi biji daun bawang, tutup alurnya dengan menggunakan karung-karung basah atau bisa juga dengan menggunakan daun pisang sampai muncul kecambah pada biji daun bawang tersebut. Ketika kecambah itu tumbuh, kalian buka penutup alurnya dan biarkan bibit tumbuh hingga berumur 2 bulan. Pembibitan Vegetatif (Anakan) Pembibitan vegetatif diperoleh dari anakan tanaman daun bawang yang telah tumbuh. Pertama-tama kalian pilih tanaman daun bawang yang memiliki rumpun yang sehat serta sudah cukup umur dengan usia 2,5 bulan. Kemudian setelah menemukan rumpunnya, pilah dan pisah-pisahkan hingga menjadi beberapa bagian, dan setiap bagiannya terdiri dari 1 hingga 3 batang daun bawang. Rumpun yang telah dipilah dan dipisahkan menjadi beberapa bagian batang tersebut kemudian kalian tanam pada media tanam, atau apabila belum ada waktu untuk menanam, kalian bisa menyimpannya dulu, paling lama seminggu. Semai Bibit Tanaman Daun Bawang Siapkan alat dan bahannya berupa cangkul, tanah biasa, polybag, tanah humus dan pupuk kendang kering. Campurkan bahan-bahan yang telah disiapkan dengan cangkul secara merata. Setelah campuran tanah merata, kalian masukkan ke dalam polybag yang telah disiapkan, namun perlu diingat, jangan diisi terlalu penuh. Setelah itu ambil bibit yang telah disiapkan tadi untuk kemudian kalian taburkan ke dalam polybag yang sudah terisi campuran tanah tadi. Tutup polybag yang telah terisi oleh bibit dan campuran tanah tadi dengan menggunakan kardus atau kertas. Lakukan pengecekan setiap hari, jika dirasa tanah sudah kering, maka itulah saat dimana kalian siram polybag Apabila bibit tersebut sudah mulai ada tumbuh tunas, maka kalian buka penutup yang terbuat dari kardus ataupun kertas tadi untuk kemudian diberi sinar matahari secara bertahap. Penyiraman Perawatan pertama yang dilakukan ialah lakukan penyiraman seperlunya dan secukupnya saja, jangan sampai tanaman daun bawang mengering, juga jangan sampai tanaman daun bawang tergenang air, karena daun bawang tidak menyukai tanah yang terlalu basah, apalagi sampai tergenang. Media tanam yang tergenang air dan menjadi lembab, akan mengakibatkan pesatnya pertumbuhan jamur dan bakteri Penyiangan Langkah berikutnya, lakukan penyiangan berupa mencabuti semua rumput yang tumbuh yang ada pada media tanam. Apabila rumput atau tanaman pengganggu lainnya dibiarkan tumbuh, akan dapat mengganggu pertumbuhan Penanggulangan Hama dan Penyakit Terakhir, lakukan penanggulangan hama dan penyakit berupa pemantauan langsung ke setiap tanaman daun bawang yang tumbuh apakah ada hama atau penyakit yang menyerang. Apabila ada penyakit layu atau akarnya busuk, maka segera pindahkan jauh-jauh atau hancurkan tanaman daun bawang yang terserang penyakit agar tidak menular ke tanaman lainnya yang masih sehat Panen Daun Bawang Langkah terakhir ketika kalian menanam suatu tanaman, maka lakukan proses pemanenan. Pada saat daun bawang memasuki usia 2,5 bulan, artinya ia telah siap untuk dipanen. Berikut adalah ciri-ciri tanaman daun bawang yang telah siap untuk dipanen: Daun bawang memiliki jumlah rumpun yang banyak. Sebagian warna dari daun bawang telah menguning. Apabila kalian menanam untuk keperluan harian, kalian bisa memotong sebagian daun bawangnya saja, dan dapat dilakukan kapan saja jika dibutuhkan, beda halnya ketika kalian menanam di lahan yang luas dengan skala besar untuk keperluan dijual kembali ke pasar. Ditulis Oleh : Andi Maulana, SP., MP. Penyuluh Pertanian Madya WKPP : Kabupaten Kep.Selayar