Penanaman kangkung di lahan yang lebih luas seperti bedengan, caranya:• Kita harus mencangkul tanahnya terlebih dahulu sedalam sekitar dua puluh sampai tiga puluh sentimeter. Pencangkulan ini penting agar tanah menjadi gembur dan siap untuk ditanami.• Bedengan dibuat membujur dari barat ke timur agar sinar matahari dapat masuk dengan baik. Lebar bedegan yang ideal sekitar kurang lebih tiga puluh sentimeter. Tempat yang memiliki ph rendah harus dikerjakan pengapuran dengan menggunakan kapur kalsit atau dolomit. Fungsi pengapuran ini agar tanah bersifat basa. Tanah yang bersifat asam membuat kangkung tidak bisa tumbuh dengan baik dan optimal.• Jika tanah telah siap, biji kangkung dapat ditanam di bedengan tersebut. Benih ditanam di dalam lubang dengan jarak 20 x 20 cm. Jika dalam polybag hanya boleh 2 benih setiap lubang, maka di lahan yang lebih luas, kita bisa memasukkan antara dua sampai lima biji.• Sistem penanaman di bedengan dikerjakan dengan cara zigzag atau bergaris-garis. Sistem bergaris-garis ini dinamakan garitan.Sesekali kita harus membersihkan gulma dan rumput-rumput liar yang mengganggu. Tanaman kangkung ini sangat mudah untuk tumbuh. Setelah sekitar dua puluh lima sampai tiga puluh hari daun – daunnya sudah tumbuh lebat.Dengan menggunakan cara budidaya kangkung secara organik kita bisa memberikan perlindungan pada lingkungan. Namun untuk alasan produktifas yang tinggi dan kepraktisan kita diberi pilihan untuk menggunakan pupuk anorganik. Dengan mempertimbangkan kelebihannya masing – masing anda bisa memutuskan akan menggunakan pupuk jenis yang mana.Sementara untuk bedengan, turunnya air hujan sangat membantu pekerjaan kita sehingga tidak perlu melakukan penyiraman. Sama halnya dengan kangkung yang ditanam di polybag, kangkung di lahan yang luas harus selalu dilindungi dari tanaman gulma dan rumput-rumput liar. Kita juga harus waspada pada hama penyakit yang mengancam