Loading...

CARA MENANAM MELON YANG BAIK

CARA MENANAM MELON YANG BAIK
Potensi pengembangan buah-buahan di Indonesia sangat besar. Keanekaragaman varietas dan didukung oleh iklim yang sesuai untuk buah-buahan tropika, menghasilkan berbagai buah-buahan yang sangat bervariasi. Selain itu, tersediannya areal yang cukup luas sehingga dapat menghasilkan buah-buahan yang potensial, selain komoditi pertanian lainnya. Salah satu komoditas tanaman buah yang potensial untuk dikembangkan adalah tanaman melon yang nama latinnya Cucumis melo.L. Soalnya, komoditas hortikultura tersebut merupakan salah satu buah yang akhir-akhir ini semakin digemari masyarakat, baik di dalam mau pun di luar negeri. Hal ini karena selain memiliki rasa dan aroma yang khas, ternyata dalam buah melon konon mengandung cukup banyak zat gizi yang bermanfaat bagi tubuh manusia yang mengkonsumsinya. Dalam buah melon diantaranya mengandung vitamin A, B1, B2 dan C yang semuanya berguna bagi tubuh manusia. Komoditas ini diminati oleh banyak masyarakat dan mempunyai harga yang relatif tinggi, baik untuk pasar domestik mau pun ekspor. Selain faktor tersebut, melon mempunyai daya tarik petani untuk dibudidayakan karena umurnya pendek, yaitu ± 3 bulan sudah dapat menghasilkan. Komdoitas melon di Indonesia merupakan salah satu jenis dan varietas buah-buahan unggulan Indonesia. Bagi masyarakat atau petani yang berminat menanam melon, mungkin ada yang bertanya bagaimana cara menanam melon yang baik. Untuk menanam melon yang baik, untuk setiap daerah mempunyai cara tersendiri antara lain karena kondisi iklim dan lahan yang berbeda dan varietas yang ditanamnya. Syarat Tumbuh Sebelum melon ditanam, kita perlu mengetahui terlebih dahulu persyaratan tumbuh komoditas hortikultura tersebut. Sebab, jika persyaratan tumbuh tidak sesuai dengan hidupnya tanaman melon, maka melon tidak dapat tumbuh secara optimal. Secara umum, melon dapat tumbuh baik pada dataran rendah, medium dan tinggi, tergantung dari varietas melon yang ditanam. Namun, sebagian besar varietas melon akan memberikan hasil yang memuaskan apabila ditanam di daerah yang sejuk dan kering karena komoditas hortikultura tersebut tidak tahan panas terik matahari dan hujan. Sehubungan dengan hal tersebut, pada umumnya daerah yang cocok untuk menanam melon adalah daerah yang mempunyai ketinggian tempat sekitar 300-1,000 m dpl dengan curah hujan 2.000-3.000 mm/th. Tanaman melon lebih cepat tumbuh di daerah terbuka, tetapi sinar matahari tidak terlalu terik, cukup dengan penyinaran 70% dan lama penyinarannya antara 10-12 jam. Kondisi tanah yang dikehendaki adalah tanah liat berpasir yang memiliki lapisan bunga tanah yang tebal dan kaya bahan organik untuk memudahkan akar tanaman berkembang dengan keasaman tanah (pH) 6,0-6,8. Tanaman tidak menyukai tanah yang terlalu basah dan peka terhadap air tanah yang menggenang. Sedang kelembaban udara yang disukai sekitar 70-80% dengan temperatur antara 25 - 30 0 C. Mengingat tanaman melon membutuhkan air yang banyak, untuk mencukupi air tersebut sebaiknya berasal dari air irigasi, bukan dari air hujan. Kedalaman air tanah sekitar 50 - 200 cm dari permukaan tanah. Penanaman Penanaman adalah memindahkan benih/bibit dari tempat penyemaian ke areal pertananam. Benih melon dipindahkan ke lapangan apabila benih sudah berdaun 4-5 helai atau sudah berumur 10-12 hari. Untuk menanam melon bisa dilakukan dengan sistim bedengan atau dengan sistem tabulapot. Apabila melon ditanam dengan sistim bedengan, sebelum benih/bibit ditanam, bedengan disiram terlebih dahulu agar cukup basah. Penanamannya sebaiknya dilakukan pada sore hari setelah pukul 15.30 untuk menghindari agar tanaman tidak stres karena kena terik matahari. Sehari sebelum benih ditanam, bedengan direndam (dileb) agar bedengan basah. Jika air tidak mencukupi untuk merendam bedengan, bisa dilakukan dengan cara menyiram lubang tanam sampai basah. Bedengan tempat penanaman dibuat lubang sedalam 2-3 cm. Sewaktu benih akan ditanam, media yang ada di polibag disiram dahulu sampai basah agar media tidak pecah pada saat polibag tempat benih melon tersebut dibuka. Setelah itu, lepaskan polibag dari media tanam benih melon secara hati-hati supaya akar tanaman tidak rusak, misal dengan cara polibag dirobek. Usahakan pada saat melepas polibag, media tanah dimana benih melon itu tumbuh tetap kompak atau tidak pecah. Penanamannya, usahakan pangkal batang sejajar dengan permukaan tanah bedengan dan posisi benih dalam keadaan tegak supaya bagian benih tidak menyentuh mulsa plastik. Setelah benih ditanam disiram supaya tanaman tidak mudah layu dan upayakan lahan penanamannya tetap dalam keadaan lembab. Jika ada benih yang akan diganti/penyulaman benih, penyulmannnya dilakukan paling lambat 3 hari setelah tanam. Sebab, penyulaman yang dilakukan lebih dari 3 hari, benih tidak akan tumbuh normal. Apabila tanaman melon ditanam dengan sistim tabulapot, media tanam dalam pot tersebut disiram sampai cukup basah. Lubang penanaman diberi insektisida Furadan 3 G dengan dosis 2 gr/lubang tanaman. Benih melon yang ditanam berasal dari benih yang mempunyai mutu yang baik. Sebagai tanda benih bermutu baik adalah tingkat kemurnian minimal 95%, daya kecambah minimal 90% dengan vigoritas kecambah tinggi serta bebas dari biji gulma dam tidak cacat. Selain itu, benih itu sehat dan bebas OPT, kemasan benih tidak rusak dan masa berlaku benih tidak kedaluwarsa. Benih yang berasal dari penyemaian yang akan ditanam dipindahkan bersama medianya dan ditanam pada lubang tanam dengan jumlah 2 benih/lubang. Benih dibenamkan sampai leher batang, kemudian ditutup rata dengan media tanam. Sesudah benih ditanam, media disiram secukupnya agar tanaman tidak mudah layu. Selain itu, tanaman yang sudah ditanam dapat tumbuh dan menghasilkan buah secara optimal harus dipelihara sebagaimana mestinya. Pemeliharaan yang dilakukan tidak bedanya dengan tanaman buah pada umumnya meliputi pengairan, pemupukan, pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), penyiangan dan pembumbunan Disarikan oleh : Lasarus, Pusat Penyuluhan Pertanian Sumber : 1 Standard Operating Procedure (SOP) Melon Screen House Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Direktorat Budidaya Tanaman Buah, Direktorat Jenderal Hortikultura, Departemen Pertanian, Jakarta, 2008. 2.Standard Operating Procedure (SOP) Melon Screen House Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Direktorat Budidaya Tanaman Buah, Direktorat Jenderal Hortikultura, Departemen Pertanian, Jakarta, 2009. 3.Drs.Arief Prahasta,MP. Budidaya-Usaha-Pengolahan Agribisnis Melon.C.V.Pustaka Grafika, Bandung, 2009. 4. http.//www.stppgowa.ac.id/index. Budidaya Melon.P. Budidaya Melon Hobrida. Penerbit Pustaka Baru Press,