CARA MENGEMBALIKAN BAHAN ORGANIK LAHAN SAWAH
Pada umumnya, sehabis panen padi, petani membakar jeraminya karena dianggap mengganggu dalam pengolahan lahan terutama jika menggunakan traktor. Sebagian petani meletakkan jeraminya diatas pematang-pematang, yang apabila sering hujan maka tanah pada pematang tersebut malah menjadi terkikis terbawa air hujan. Petani tidak menyadari bahwa dengan pembakaran jerami, maka terjadi kehilangan bahan organik yang cukup tinggi pada lahannya pada setiap musim tanam. Disamping itu, pembakaran jerami juga menghasilkan asap dan CO2 yang kurang baik bagi kesehatan.
Salah satu upaya untuk mengatasi masalah untuk mengembalikan bahan organic yang hilang perlu dilakukan pengomposan Jerami yang ada dilahan untuk dijadikan pupuk organic.
Pupuk Organik adalah pupuk yang berasal dari tumbuhan mati, kotoran hewan dan/atau bagian hewan, dan/atau limbah organik lainnya yang telah melalui proses rekayasa, berbentuk padat atau cair dapat diperkaya dengan bahan mineral dan/atau mikroba yang bermanfaat untuk meningkatkan kandungan hara dan bahan organik tanah, serta memperbaiki sifat fisik, kimia, dan/atau biologi tanah.
Kelebihan pupuk organic yaitu Penyediaan nutrisi lambat urai, menggemburkan lahan pertanian, meningkatkan porositas tanah, menambah bahan organik lahan, meningkatkan daya menahan air lebih lama, meningkatkan aktifitas mikroba probiotik di lahan, meningkatkan aktifitas organisme pengurai.
Tujuan penggunaan pupuk organic yaitu Untuk memanfaatkan limbah ternak dan limbah pertanian, Untuk mengurangi efek negatif pada lingkungan, meningkatkan pendapatan peternak, mendukung upaya pertanian organic
1. Kandungan Hara Kompos Jerami Padi
Setiap per ton kompos jerami padi memiliki kandungan hara setara dengan total 136,27 kg NPK. Atau 41,3 kg urea, 5,8 kg SP36, dan 89,17 kg KCl. Potensi jerami padi kurang lebih adalah 1,4 kali dari hasil panennya. Sehingga setiap panennya (GKG) sekitar 6 ton per ha maka jeraminya yaitu sebanyak 8,4 ton jerami per ha. berarti jerami ini dibuat kompos dan rendemen komposnya 60%, maka dalam satu ha sawah dapat dihasilkan 5,04 ton kompos jerami padi. jadi sudah jelas bahwa dalam satu ha sawah akan menghasilkan 208,15 kg urea, 29,23 kg SP36, 449,42 KCl atau total 686,80 NPK dari kompos jerami padinya.
Jika dikembalikan langsung ke lahan sawah, pembusukan jerami membutuhkan waktu sekitar 1,5 – 1 bulan. Jika ingin melakukan penanaman segera maka yang dilakukan adalah menjadikan jerami sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik (kompos). Dengan pengomposan, waktu dekomposisi jerami menjadi kompos menjadi lebih singkat.
2. Cara Pembuatan Kompos Jerami untuk 1 m3
Bahan yang diperlukan :
- jerami padi segar 1 m3 (1 m x 1 m X 1m),
- Urea 2 kg dan SP-36 1 kg atau NPK 2-3 kg,
- Kapur 1 kg,
- pupuk kandang 20 kg dan
- starter trichoderma 0,5 kg.
3. Cara Pembuatan:
a. Jerami segar direndam selama 1 malam. Perendaman ini bertujuan agar jerami tetap lembab.
b. Bahan aktif (Urea, SP-36, kapur, pupuk kandang, starter trichoderma) dicampur dan diaduk sampai rata dan dibagi atas 4 bagian
c. Jerami ditumpuk 1 m3 dibagi atas 4 lapisan
d. Pada lapisan jerami pertama (1/4 bagian jerami) ditaburkan bahan aktif ¼ bagian dan dipercikkan air untuk menjaga kelembabannya.
e. Setelah itu, tumpukkan kembali lapisan jerami kedua (1/4 bagian jerami) dan taburkan kembali bahan aktifnya ¼ bagian. Demikian seterusnya hingga jerami habis. Tinggi tumpukan jerami sebaiknya kurang dari 1,5 m agar memudahkan dalam pembalikannya.
f. Tutup tumpukan dengan plastik agar terlindung dari hujan dan panas, atau dapat diletakkan ditempat yang terlindung/ anaerob (kedap udara).
g. Lakukan pembalikkan tumpukan jerami setiap minggu
h. Kelembaban tumpukan jerami dijaga agar kadar airnya 60 – 80 % dengan cara menyiram/memercikkan air (kalau diremas jeraminya maka air tidak menetes).
i. Kompos siap digunakan setelah 3 – 4 minggu
![]() |
![]() |
||||||||||
![]() |
|||||||||||
![]() |
|||||||||||
|
|||||||||||
![]() |
|||||||||||
Ciri-ciri Kompos yang sudah siap digunakan:
- Berwarna coklat gelap sampai hitam, remah/gembur
- Bersuhu dingin
- Tidak berbau atau berbau daun lapuk
Mutu Atau Kualitas Kompos
Kualitas kompos sangat tergantung kepada teknis pembuatan di lapangan. Untuk itu beberapa hal harus diperhatikan:
- Starter/biang trichoderma yang digunakan harus yang berkualitas baik. Trichoderma bisa diperoleh dari laboratorium BPTPH atau Dinas Pertanian setempat.
- Pembalikan kompos dilakukan tiap minggu karena mikro-organisme pengurai jerami yaitu trichoderma perlu aerasi atau penghawaan agar dapat bekerja secara optimal.
- Selain itu trichoderma juga memerlukan kelembaban yang tinggi untuk mengomposkan jerami.
Kandungan Beberapa Unsur Hara untuk 1 Ton Kompos Jerami Padi
Kandungan Beberapa Unsur Hara untuk 1 Ton Kompos Jerami Padi dari 1 ton jerami padi dapat diperoleh ½ ton sampai 2/3 ton kompos. Dengan demikian jika kita ingin membuat 1 ton kompos, maka bahan baku jerami yang disiapkan sekitar 1,5-2 ton jerami. Kandungan beberapa unsur hara untuk 1 ton kompos jerami padi adalah : unsur makro Nitrogen (N) 2,11 %, Fosfor (P2O5) 0,64%, Kalium (K2O) 7,7%, Kalsium (Ca) 4,2
Penulis : Fitria Nurlaela, SP (Penyuluh Pertanian Muda). PPL di BPP Cikelet, Kecamatan Cikelet, Dinas Pertanian Kabupaten Garut.
Sumber :
Arafah dan Sirappa, M.P.. 2003. Kajian Penggunaan Jerami dan Pupuk N, P dan k Pada Lahan sawah Irigasi. Journal Ilmu Tanah dan Lingkungan: Vol 4(1) :n15-24
BPTP Jakarta. 2008. Pembuatan Kompos Jerami di Lahan Sawah. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jakarta, Jakarta.
Hadisuwito, Sukamto. 2007. Membuat Pupuk Kompos cair. Etakan ke tiga, Agromeda Pustaka, Jakarta.
Isroi. 2008. Kompos Jerami : Mudah, Murah, dan Cepat. https://isroi.wordpress.Com