Loading...

Cara Menyadap Getah Pepaya

Cara Menyadap Getah Pepaya
Seperti telah dijelaskan sebelumnya, alat sadap yang digunakan berupa silet tahan karat (stainless). Bahan dari besi, seng, tembaga, atau logam lain tidak boleh digunakan. Penyadap dari bahan logam dapat merusak daya enzimatis papain. Selain itu, selama penyadapan berlangsung dijaga agar tidak terjadi kerusakan pada buah atau kerusakan dijaga sekecil mungkin. Artinya, penyadapan-penyadapan awal tidak akan mengganggu atau merusak penyadapan-penyadapan berikutnya. Buah kemudian dapat tumbuh dan dipanen untuk tujuan pengolahan lain. Saluran getah berada di bawah lapisan kulit luar buah sehingga buah cukup disadap sedalam 1-2 mm saja. Getah pun akan segera mengucur keluar. Setiap buah dapat disadap sebanyak enam sadapan. Adakalanya karena ingin memperoleh getah yang lebih banyak dan lebih cepat, buah digores lebih dalam. Cara tersebut tidak dianjurkan karena dapat merusak buah karena luka sadapan tidak mudah sembuh. Bila luka sadapan terinfeksi maka buah dapat rusak atau busuk. Selain itu, penyadapan yang dilakukan lebih dalam akan menghasilkan getah yang tercampur atau terkontaminasi dengan cairan buah. Getah demikian tidak baik untuk dijadikan papain sehingga lateks yang tercampur ini tidak akan laku dijual. Penyadapan dapat dilakukan setiap empat hari sekali. Setiap buah dapat disadap enam kali. Jika penyadapan dilakukan lebih dari enam kali maka hasil sadapan dinilai kurang ekonomis lagi. Setiap hari pada setiap pohon dapat disadap 4-8 buah pepaya saja. Buah yang telah disadap supaya dibersihkan dengan spons yang telah dicelupkan ke dalam larutan fungisida. Untuk memudahkan penyadapan, daun-daun di sekitar buah yang akan disadap dipangkas. Silet atau mata sadap untuk menggores buah harus bersih. Setelah digunakan silet harus selalu dibersihkan dari bekas getah yang membeku dan dicuci bersih dengan air. Getah yang disadap ditampung di dalam sebuah nampan kain kanvas atau plastik yang berdiameter 90 cm dan diletakkan menyatu dengan meja. Meja dan nampan dipasang sedemikian rupa sehingga saat dipasang batang pohon pepaya berada di tengah meja atau nampan. Getah pepaya cair yang ditampung pada nampan dikumpulkan pada satu tahang kayu yang dapat ditutup rapat. Tahang ini harus selalu tertutup agar terhindar dan panas udara, dan kotoran. Getah pepaya yang membeku pada buah atau mata sadap dikumpulkan pada tahang kayu tersendiri dan tidak boleh dicampur dengan lateks cair Jenis getah pepaya tersebut merupakan bahan papain mutu rendah. Tahang kayu yang telah penuh harus selalu tertutup dan segera diantar ke pabrik pengolahan papain. Untuk tiap hektar kebun pepaya, getah yang dihasilkan berkisar antara 90-130 kg/tahun. Sumber : Bertanam Pepaya, Penebar Swadaya