Kompos adalah hasil penguraian dari beberapa bahan-bahan organik yang dapat dipercepat secara tidak alami oleh populasi berbagai jenis mikroba dalam kondisi suhu lingkungan yang lembap dan hangat, melalui aktivitas aerobic (menggunakan oksigen) dan anaerobic (tidak ada oksigen). Namun secara alami bahan-bahan organik ini akan mengalami penguraian sendiri melalui bantuan mikrob maupun biota tanah lainnya akan tetapi proses pengomposannya berlangsung lama atau lambat. Pengomposan adalah proses penguraian bahan organic secara biologis khususnya oleh mikrob-mikrob yang memanfaatkan bahan organik sebagai sumber energi. Upaya mempercepat proses pengomposan telah banyak inovasi teknologi pengomposan. Pada prinsipnya teknologi pengomposan didasarkan pada proses penguraian bahan organik yang terjadi secara alami. Mengoptimalkan proses penguraian sedemikian rupa sehingga pengomposan dapat berjalan dengan lebih cepat dan efisien. Salah satu strategi untuk mempercepat proses pengomposan dengan memanfaatkan organisme yang dapat mempercepat proses tersebut denagn menggunakan bahan activator seperti Promi. Promi merupakan Aktivator pengomposan yang menggunakan mikrob-mikrob unggul yang terpilih dari mikrob asli Indonsia yang telah diselekasi dan diuji oleh pusat penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia Bogor yaitu: Trichoderma-ma harzianum DT 38,T Pseudokoningi DT 39, Aspergillus sp dan Fungi pelapuk putih. Mikrob tersebut bekerja aktif pada suhu tinggi (termofilik), memacu pertumbuhan tanaman, peralut hara terikat tanah, pengendali penyakit tanaman, proses penguraian limbah organic selain itu promi tidak memerlukan tambahan bahan-bahan lain dan tanpa pengadukan secara berkala tidak seperti bahan activator lainnya cukup kompos ditutup/disungkup untuk mempertahankan suhu dan kelembapan agar proses pengomposan berjalan optimal dan cepat. Aplikasi penggunaan promi sangatlah bergagam diantaranya: Promi dapat langsung diaplikasikan ketanah tanpa campuran apapun Promi dapat memperkaya kompos dengan mikroba yang bermanfaat Promi digunakan sebagai bahan activator pada saat pembuatan kompos limbah organic pertanian/perkebunan Cara Pembuatan Pupuk Kompos : Bahah dana alat: Bahan yang disediakan: Jerami, seresah, rumput-rumputan,(limbah organik pertanian/perkebunan) air, kotoran ternak /pupuk Kandang (kotoran kambing,kotoran ayam, dan kotoran sapi), Alat yang digunakan: Sabit/parang untuk mencacah rumput-rumputan/bahan organiak, ember/bak sebagai wadah penampung air untuk menyiram activator, tali cetakan dari bambu /kayu, plastic/terpal penutup kompos, sekop garpu/cangkul. Dosis: Menggunakan 1 bungkus promi beratnya 1 kg dapat diaplikasikan sebanyak 2 ton bahan organic Tahap Pembuatan : Masukkan air kedalam bak/ember. Volume air yang diperlukan dalam 1 bungkus promi (1 Kg) ± 200 L untuk setiap 1 m3 bahan Masukkan promi kedalam bak yang berisikan air sesuai dosis yang diperlukan, hingga tercampur merata Siapkan cetakan wadah pengomposan persegi empat,bahan yang digunakan bambu atau kayu Bentangkan terpal/plastic sebagai lantai, dinding dan penutup wadah pengomposan Masukkan bahan yang telah disediakan seperti bahan organic, kotoran ternak kedalam cetakan/wadah lapis demi lapis (seperti membuat kue lapis) ketebalan ±15, Apabila jerami/seresah kering sebelumnya dapat melakukan perendaman selama 4-6 jam Lakukan penyiraman promi (yang sudah dilarutkan air) pada setiap lapis dimasukkan kedalam wadah bisa menggunakan ember/gembor kemudian diinjak-injak agar terjadi pemadatan. Setelah penuh, Tutup tummpukan jerami/ bahan organic lainnya dengan plastic/terpal Ikat plastic/terpal dengan tali , beri pemberat pada bagian atas plastic /terpal Tumpukan jerami/bahan organic lainnya dibiarkan selama 2-4 minggu Pengamatan Setelah diinkubasi 2 minggu, buka plastic/terpal penutup dan lakukan pengamatan tumpukan jerami/bahan organic lainnya. Ciri pengomposan berjalan baik apabila bahan tersebut : Terjadi penurunan tinggi tumpukan Jika dipegang terasa panas Tidak berbau menyengat Tidak kering Jerami mulai melunak Pengendalian Pengendaliaan sekiranya dapat dilakukan ketika ciri tersebut tidak terpenuhi maka lakukan cara sebagai berikut: Tambahkan air secukupnya apabila tumpukan tidak panas dan jerami kering Apabila berbau menyengat dan tumpukan terlalu basah, maka tancpkan bambu yang telah dilubangi untuk menambah aerasi Jika perlu dilakukan pembalikkan Panen: Kompos dipanen apabila telah cukup matang. Ciri kompos yang telah matang: Berwarna coklat kehitam-hitaman Lunak dan mudah dihancurkan Suhu tumpukan sudah mendekati suhu awal pengomposan Tidak berbau menyengat Volume menyusut hingga kurang lebih setengahnya Pupuk kompos yanga akan dihasilkan kaya meikroba unggul, Manfaat pupuk Kompos adalah memperbaiki struktur tanah,meningkatkan kandungan bahan organik tanah sehingga tanah mampu mempertahankan kandungan air tanah. Aktivitas mikrob yang berguna untuk membantu tanaman menyerap unsur hara dari tanah dan membantu tanaman menghadapi serangan penyakit, penambahan pupuk kompos akan meningkatkan aktivitas mikroba dalam tanah. Sumber : Berbagai Sumberbahan Bacaan Penulis: Marwayanti Nas (Penyuluh BPTP Sulbar)