Loading...

CARA MUDAH BUDIDAYA KACANG TANAH

CARA MUDAH BUDIDAYA KACANG TANAH
Siapa yang tidak suka dengan yang namanya kacang tanah. Kacang tanah merupakan makanan yang enak untuk digoreng di buat cemilan. Selain buat cemilan kacang tanah juga oleh ibu rumah tangga di olah menjadi bumbu Masakan rumahan. Rasa gurih khas kacang tanah yang dipadu pedas atau manis berhasil buat lidah tergila-gila. Bahkan yang mungkin nggak bisa ketinggalan sama bumbu ini. Ada satu kualitas lagi yang dimiliki bumbu kacang. Makanan yang disuguhi bersamanya dikenal dengan citra rumahan yaitu pecel, karedok, dan gado-gado langsung bikin keroncongan perut. Untuk melakukan penanaman kacang tanah yang cocok adalah menanam tanaman di daerah yang memiliki ketinggian dari 50 sampai 500 meter di atas permukaan laut. Sehingga, dengan kata lain bahwa tanaman kacang tanah ini sangat cocok di daerah dataran rendah yang memiliki suhu tinggi. Maka, tanaman kacang tanah lebih cocok di musim kemarau dibandingkan musim hujan. Namun, hal itu tidak menutup kemungkinan kalau tanaman kacang tanah ini tidak bisa ditanam di daerah yang memiliki ketinggian hingga 1500 meter di atas permukaan laut. api, kebanyakan petani di Indonesia lebih memilih daerah dataran dataran rendah untuk menanam kacang tanah ini karena suhu yang stabil dan cocok untuk tanaman kacang tanah dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Tak hanya itu, bahwa tanaman kacang tanah ini sangat memerlukan sinar matahari secara penuh untuk membantu proses pertumbuhan dan perkembangannya agar ia dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dan sempurna juga berkualitas. Dengan adanya sinar matahari secara penuh, maka tanaman kacang tanah dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik dan maksimal. Selain memperhatikan lahan untuk menanam kacang tanah, Anda juga perlu Memperhatikan iklim dan cuaca saat menanam kacang tanah. Karena iklim dan cuaca juga sangat berpengaruh penting untuk pertumbuhan dan perkembangan kacang tanah yang akan ditanam hingga menghasilkan hasil panen yang berkualitas dan memuaskan untuk penghasilan di bidang pertanian.Tanaman kacang tanah ini sangatlah cocok dengan iklim yang memiliki intensitas sedang alias tidak terlalu rendah, dan juga tidak terlalu tinggi. Jadi, tanaman kacang tanah sangat tidak cocok dengan iklim yang ekstrim. Dengan kata lain, bahwa tanaman kacang tanah sangat cocok dengan daerah yang beriklim tropis. Itu sebabnya kenapa negeri kita yang beriklim tropis ini sangat cocok dan banyak para petaninya yang memilih membudidaya kacang tanah dibanding sayuran palawija lainnya. Tak hanya pada suhunya, bahkan curah hujan pun juga diperhitungkan dalam menanam kacang tanah untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dan maksimal. Dengan adanya curah hujan yang terlalu tinggi, maka tanaman kacang tanah yang Anda tanam akan sulit melakukan penyerbukan. Sehingga dapat menghambat perkembangbiakan tanaman kacang tanah.Selain menghambat penyerbukan dan perkembangbiakan, curah hujan yang tinggi juga dapat menghambat pengakaran yang terjadi pada tanaman kacang tanah.Dengan demikian, kacang tanah akan susah mengambil air dari dalam tanah. Apalagi ketika Anda menanam kacang tanah di daerah yang terlalu lembab. Sebenarnya yang membuat kacang tanah tersebut terhambat pertumbuhan dan perkembangannya bukan karena kelembaban tanah. Melainkan jamur dan berbagai penyakit yang menyerang tanaman, nah, jamur dan berbagai penyakit tersebut muncul karena adanya udara yang terlalu lembab di daerah tersebut. Dalam menanam kacang tanah, kita juga perlu memperhatikan kondisi tanah yang kita gunakan sebagai media tanam kacang tanah kita. Jangan sampai kita menggunakan tanah yang kurang cocok dan malah membuat tanaman kacang tanah kita tidak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Maka dari itu, kita perlu memperhatikan kondisi tanah yang kita gunakan sebagai media tanam kacang tanah. Tanah yang baik sebagai media tanam kacang tanah adalah tanah yang gembur. Tanah yang gembur ini adalah tanah yang sangat baik untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang tanah. Hal ini dikarenakan adanya unsur hara yang di antaranya adalah Pospat, Kalium, dan Nitrogen yang cukup. Sehingga kebutuhan dan nutrisi tanaman kacang tanah pun terpenuhi dari beberapa unsur hara dalam tanah tersebut. Selain itu, tanaman kacang tanah sangat cocok dengan tanah yang memiliki keasaman tanah sekitar 5 sampai 6,3 pH. Cukup berikan unsur Ca pada tanah yang Anda gunakan sebagai media tanam kacang tanah. Dengan Anda me-supply unsur Ca pada tanah yang Anda gunakan sebagai media tanam kacang tanah, membuat tanaman kacang tanah Anda dapat berbuah dengan maksimal dan baik. Hal ini dikarenakan bahwa unsur Ca dapat membantu produktivitas tanaman kacang tanah. Selain unsur Ca, Anda juga bisa memberinya dolomit atau kapur pada tanah yang Anda gunakan. Namun, sebenarnya dolomit ini hanya digunakan ketika kondisi tanah memiliki tingkat keasaman yang tinggi alias kadar pH terlalu tinggi sehingga membuat tanaman kacang tanah ini terhambat pertumbuhannya. Nah, sedangkan kapur, bisa digunakan jika kondisi tanah memiliki kelembaban yang terlalu tinggi alias tanah yang terlalu basah. Kedua unsur tersebut dapat menetralkan dan menyesuaikan kondisi tanah yang sesuai dengan tanaman kacang tanah. Unsur lain yang dapat membantu pertumbuhahn dan perkembangan tanaman kacang tanah adalah unsur N. Memang sih, kalau tanaman kacang tanah ini mempunyai bintil akar akar yang mana bintil tersebut dapat digunakan sebagai tempatnya para bakteri Rhizobium berkembang, yang mana bakteri-bakteri tersebut dapat menghasilkan unsur N. Namun, untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman kacang tanah, Anda juga memerlukan yang namanya unsur N ini. Sebenarnya, unsur N ini sangat dibutuhkan ketika pada awal tahap menanam kacang tanah. Jadi, ketika Anda hendak menanam kacang tanah, sebaiknya Anda siapkan dan tambahkan unsur N pada media tanam kacang tanah. Jika Anda menambahkan unsur N pada media tanam kacang tanah ini, Anda bisa mengoptimalkan pertumbuhan hingga 85% lebih cepat dibandingkan tidak menambahkan unsur N. Jadi, dari beberapa penjelasan di atas mengenai lahan apa yang cocok untuk menanam kacang tanah dapat disimpulkan sebagai berikut: • Kacang tanah cocok di dataran tinggi 50 sampai 500 meter di atas permukaan laut, • Membutuhkan sinar matahari secara penuh, • Iklim sedang adalah iklim yang tepat untuk menanam kacang tanah, • Curah hujan yang sedikit, dengan kata lain menanam kacang tanah tepatnya di musim kemarau, • Kelembaban yang rendah, • Tanah gembur dan tingkat keasaman sekitar 5 sampai 6,3 pH, • Terdapat unsur hara pada tanah, dan • Unsur tambahan seperti unsur Ca, dolmit atau kapur, dan unsur N. Dalam tahap pemilihan bibit, Anda bisa mengambil bibit kacang tanah dari tanaman kacang tanah yang sudah tua. Ya, kira-kira tanaman kacang tanah yang sudah mencapai usia sekitar 100 hari. Kacang tanah yang mulai terlihat warnanya seperti kehitaman, dan Kacang tanah ketika dibuka, terdapat selaput dara, Jadi, agar Anda tidak bekerja dua kali, sebaiknya Anda melakukan sortie kacang tanah saat masa panen tiba. Jadi, ketika Anda memanen kacang tanah, sebaiknya Anda sortir kacang tanah mana yang sekiranya bisa Anda gunakan sebagai benih kacang tanah. Setelah benih sudah Anda dapatkan, lanjut ke proses berikut ini: • Jemurlah benih kacang selama 3 sampai 5 hari di bawah terik matahari langsung, • Setelah dijemur, simpanlah benih kacang tanah selama 3 sampai 6 bulan. Saat proses penyimpanan benih kacang, jangan sampai cangkang kacang terbuka, agar benih sudah benar-benar matang saat hendak ditanam. • Kemudian, buka cangkang kacang tanah, dan • Benih sudah siap untuk ditanam. Dalam budidaya atau menanam kacang tanah, tidak salahnya kita mengelolah tanah sebagai media tanam kacang tanah ini secara organik. Dengan menggunakan cara organik, Anda akan mendapatkan kacang tanah yang berkualitas organik dan lebih terlihat alami tanpa adanya bahan-bahan lain. Atau kita bisa Gunakan varietas unggul yang mempunyai potensi hasil tinggi, ukuran biji seragam, sehat dan jelasasal usulnya. Biji kacang tanah yang baru dipanen sangat baik untuk dijadikan benih. Pemilihan varietas sebaiknya memperhatikan kesesuaian lingkungan, ketahanan terhadap hama/penyakit, dan kebutuh- an pasar. Untuk keperluan pasokan industri kacang garing, biasanyadigunakan varietas berbiji dua. Untuk keperluan lain bisa dipilih kacang tanah biji 3 atau 4 sepertiKelinci, Singa, Turangga, dan Domba yang hasilnya lebih tinggi Berikut ini adalah cara dan tahap dalam proses pengelolahan tanah secara organik: • Menggemburkan tanah, Gemburkan tanah sebagai media tanam terlebih dahulu, agar kacang tanah dapat dibudidaya dengan kualitas yang maksimal. Dalam menggemburkan tanah, Anda bisa menggunakan cangkul. Selain menggunakan teknik cangkul, Anda pun juga bisa menggunakan teknik membajak. Usahakan dalam membajak atau menggemburkan tanah, butiran tanah sampai menjadi lebih halus strukturnya. • Tanah dibajak 2x sedalam 15–20 cm, lalu digaru, dan diratakan, dibersihkan dari sisa tanaman dan gulma, dan dibuat bedengan selebar 3–4 meter. Antar bedengan dibuat saluran drainase dalam 30 cm dan lebar 20 cm yang berfungsi sebagai salurandrainase pada saat becek, dan sebagai saluran irigasi pada saat kering. Jika tanah sudah gembur, tidak perlu diolah sempurna, cukup dilakukan penyemprotan herbisidauntuk membersihkan gulma kemudian dilakukan pengolahan tanah minimal (minimum till- age) sepanjang barisan/alur yang akan ditanami. • Menaburkan kapur atau dolomit pada tanah,Setelah tanah sudah tampak gembur, selanjutnya Anda bisa menaburkan dolomite atau kapur pada tanah sebagai media tanam kacang tanah. Jika keasaman tanah tinggi, maka bisa menaburkan kapur, dan jika tanah terasa kelembabannya terlalu tinggi, maka bisa menaburkan dolomit pada tanah tersebut. Takaran untuk kapur atau dolomit, per hektar tanah dapat ditaburi sebanyak 2 ton. • Melakukan pemupukan awal yang dicampuri ke tanah,Dalam proses pemupukan awal, Anda bisa menggunakan pupuk kandang atau kompos. Pupuk yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman adalah pupuk yang sudah matang. Usahakan untuk mendapatkan pupuk matang yang benar-benar murni. Jadi, carilah pupuk kandang atau kompos yang sudah matang di toko pertanian.Anda juga bisa menambahkan dengan pupuk kandang yang terbuat dari kotoran hewan-hewan ternak seperti ayam, sapi, dan kambing. Sebenarnya, Anda juga bisa memilih salah satu dari ketiga pupuk tersebut, bahkan juga mencampurkannya dari ketiga pupuk tersebut yaitu pupuk kandang murni, kompos murni, dan pupuk kandang yang masih mentah. • Campurkan pupuk-pupuk tersebut ke tanah yang sudah Anda siapkan sebelumnya sebagai media tanam kacang tanah • Membuat bedengan jika tanah rawan akan genangan air,Dalam menanam kacang tanah, Anda bisa menggunakan bedengan atau tidak menggunakannya juga tidak jadi masalah. Karena, pada dasarnya bedengan merupakan alat untuk antisipasi adanya genangan air yang berlebih. Jadi, Anda bisa tidak menggunakan bedengan jika tanah dirasa tidak rawan akan genangan air. Genangan air yang berlebih dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang tanah dan membuatnya memiliki buah yang kurang berkualitas. Apalagi, tanaman kacang tanah sangat membutuhkan kondisi tanah yang drainase agar dapat berkembang secara maksimal. • Penaburan benih dengan jarak 25 x 25 cm, dan Dalam menanam kacang tanah, Anda bisa menggunakan sistem penunggakan tanaman dengan ketentuan jarak sekitar 25 x 25 cm. Anda bisa menaburi atau memberi satu benih kacang tanah pada setiap lubang. Jadi, jika dikalkulasikan, bahwa lahan yang seluas 1 hektar, akan membutuhkan benih sebanyak kira-kira 50 kg benih. • Penyiraman tanaman kacang tanah. Jika benih sudah tertaburi semuanya, jangan lupa untuk melakukan penyiraman secara rutin setiap hari. Penyiraman yang baik untuk tanaman kacang tanah adalah di waktu pagi dan sore hari. Karena pada waktu tersebut, sinar matahari tidak kontak langsung dengan tanaman. Selain itu, sinar matahari yang cukup untuk pertumbuhan tanaman kacang tanah di masa penyiraman. Umumnya, tanaman kacang tanah akan mulai berkecambah atau tumbuh setelah 4 sampai 7 hari setelah proses penanaman. Anda sudah bisa memulai pemanenan kacang tanah jika kacang tanah Anda sudah mencapai usia sekitrar 90 hari setelah proses penanaman. Berikut ini adalah ciri-ciri dari kacang tanah yang sudah siap untuk dipanen, Kacang tanah sudah mulai terasa keras atau mengeras, Daun tanaman sudah mulai berwarna kuning dan berguguran, Anda bisa cek kacang tanah dengan mengambil secara acak, jika kacang tanah terisi penuh, maka kacang tanah siap dipanen. By Nora Oktavia M S.P PPL Payo Selincah