Teknik Penanganan Panen Tanaman PadiOleh : Baniyah S.PKPPADA SL UPSUS PADI DI KELOMPOK TANI SEDYO MAJU DUKUH IMOGIRI BANTUL Padi merupakan komoditas yang paling penting dan strategis karena sebagai bahan pokok bagi hampir untuk seluruh penduduk indonesia.Sebagai bahan pokok , produksi padi sangat perlu untuk di amankan melalui penanganan pasca panen yang baik dan benar, tentunya hal tersebut dilakukan agar dapat menekan kehilangan/susut hasil dan mempertahankan mutu/kualitas gabah dan beras.Bagaimana caranya ? Yuk kita simak dan baca bersama..Adapun beberapa tahapan dalam penanganan pasca panen tanaman padi meliputi beberapa tahap kegiatan yaitu :Penentuan Saat Panenketidak tepatan dalam menentukan saat panen dapat mengakibatkan susutnya hasil yang tinggi, dan juga mutu beras akan semakin rendah.Penentuan saat panen harus dilakukan berdasakan pengamatan visual dan pengamatan teoritisPengamatan Visual dilakukan dengan cara melihat tampilan fisik tanaman padi pada hamparan lahan sawah , Umur panen tanaman padi yang optimal adalah 90 “ 95 % butir gabah pada malai padi berwarna kuning keemasan.Pengamatan Teoritis dilakukan dengan melihat deskripsi varietas padi dan mengukur kadar air dengan moisture tester.Berdasarkan kadar air, umur panen tanaman padi yang optimum setelah kadar air mencapai 22 “ 23 % pada musim kemarau, dan 24 “ 26 % pada musim penghujan.Pemanenan PadiKetidak tepatan dalam pemanenan tanaman padi dapat mengakibatkan susut hasil yang tinggi dan mutu yang gabah/beras yang rendah.Alat dan mesin pemanenan yang digunakan harus memenuhi persyaratan teknis, ekonomis dan sosial, selain itu alat dan mesin pemanenan harus sesuai dengan jenis Varietas padi yang akan di panen.Alat mesin panen yang sering di gunakan sebagai berikut :¢ Sabit bergerigi¢ Paddy Mower¢ Reaper¢ Paddy Combine harvester¢ Dan lain-lainSistem panen padi dilakukan dengan sistem beregu atau kelompok, panen dan perontokan dilakukan oleh kelompok panen, jumlah pemanen antara 5 “ 7 orang yang dilengkapi dengan 1 unit pedal tresher atau 15 “ 20 orangyang dilengkapi unit power tresherPenumpukan dan pengumpulan hasil panen harus dilakukan dengan cara yang baik, penggunaan alas pada saat penumpukan dan pengumpulan hasil panen dapat menekan kehilanggan hasil sebesar 0,65 “ 0,69 %.Perontokan padiPada tahap perontokan padi dalam penanganan pasca panen tanaman padi, kehilangan hasil akibat ketidak tepatan dalam melakukan perontokan dapat mencapai lebih dari 5 %.Alat dan mesin perontokan padi telah mengalami perkembangan dari gebotan/ menjadi pedal thresher bermotor atau power Thresher.Adapun beberapa alat dan mesin yang biasa di gunakan pada penanganan pasca panen tanaman padi sebagai berikut :¢ Gebotan¢ Pedal Thresher Manual¢ Pedal Thresher Bermotor¢ Power ThreserPengangkutan GabahPengankutan gabah yang sudah dimasukan kedalam karung dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti, pengankutan menggunakan sepeda motor, alat angkut roda tiga, mobil pick up maupun sarana angkutan lainnya.Sumber : Sahabat NuansaTani.Com