“Biosaka yang merupakan kepanjangan dari Selamatkan Alam Kembali keAlam bukanlah pupuk melainkan elisitor. Elisitor mengandung senyawa kimia yang dapat memicu respon fisiologi, morfologi dan akumulasi fitoeleksin, meningkatkan aktivasi dan ekspresi gen yang terkait dengan bio sintesis metabolis sekunder dan dapat menginduksi resistensi tumbuhan,” (Prof. Robert Manurung)
A. Kelebihan Biosaka :
1. Efektivitas kinerja yang baik dan dapat memberikan hasil yang signifikan
2. Cara penggunaan yang mudah dengan dosis yang sedikit
3. Bahan mudah didapat karena terbuat dari daun-daunan dan rumput-rumputan
4. Menghemat penggunaan pupuk kimia
5. Dapat digunakan untuk seluruh fase tanaman
6. Dapat diterapkan pada semua komoditas, termasuk tanaman perkebunan
B. 8 Senyawa Fitokimia Penting Dalam Biosaka
· ALKALOID, TANIN, SAPONIN & KUINON
Sebagai anti bakteri, jamur ,hama-penyakit, pengatur perkembangan & pengatur keseimbangan ion dalam tanaman
· FLAFONOID, TERPENOID, STEROID
Sebagai hormone pertumbuhan, anti oksidan dan meningkatkan resistensi terhadap stress lingkungan
· FENOLID
Sebagai pelindung tanaman dari sinar UV-B dan kematian sel
C. Alat dan Bahan
Alat : Wadah baskom/ember, gayung, saringan, corong, botol atau jerigen
Bahan:
4. Komposisi bahan yang dibutuhkan 5 persen bahan dan 95 persen air atau sekitar 2,5 ons bahan rumput/daun dalam 5 liter air
D. Kriteria Bahan Biosaka
E. Cara Membuat
1. Remas bahan dalam air sesuai takaran di atas.
2. Lakukan peremesan secara teratur. Peremasan tidak boleh dijeda sampai selesai, tangan tidak boleh diangkat dan tidak berganti orang. Alasanya, agar setiap senyawa/elisitor dalam tanaman larut sempurna.
3. Peremasan dilakukan sampai ramuan homogen, dengan cara sekali meremas dan sekali mengaduk air kekiri agar homogen. Disebut homogeny karena menyatu antara air dengan sari pati rumput/daun. Untuk mencapai homogeny perlu waktu kisaran 0-30 menit.
4. Saring ramuan biosaka menggunakan alat saringan dan dimasukan kedalam botol/jerigen dan tutup rapat.
5. Ramuan biosaka bias langsung diaplikasikan dan sisanya dapat disimpan. Wadah ramuan biosaka disimpan di tempat yang aman dan jauh dari jangkauan anak- anak.
F. Cara Aplikasi
Pengaplikasian Biosaka menggunakan sprayer, dengan cara posisi nozzle menghadap keatas sekitar 1 meter diatas tanaman, nozzle diatur menghasilkan drif seperti kabut, aplikasi juga melihat arah angin sehingga penyebaran partikel larutan mengarah pada daun tanaman sasaran secara merata.
Dosis aplikasi untuk tanaman padi dan jagung yaitu 40 ml per 15 liter air alat semprot
Ditulis oleh : Tim BPP Kec. Meluhu