Loading...

CARA PENANAMAN BAWANG PUTIH

CARA PENANAMAN BAWANG PUTIH
Masyarakat Indonesia sudah lama mengenal dan memanfaatkan bawang putih dalam kehidupan sehari-hari sebagai bumbu masak atau obat-obatan. Sebagai bumbu masak, bawang putih digunakan untuk penyedap dalam menu masakan sedangkan sebagai obat,bawang putih mengandung senyawa kimia yang berfungsi antibiotik alami. Dari penelitian diketahui bahwa bawang putih dapat menyembuhkan tekanan darah tinggi, mengurangi risiko penyakit jantung, dan menurunkan kolesterol. Selain itu, bawang putih bisa mengobati penyakit kanker, terutama kanker perut dan usus besar. Organosulfida yang terkandung dalam bawang putih membantu hati memproses senyawa kimia beracun, termasuk senyawa kimia yang menyebabkan kanker. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yang banyak mengkonsumsi bawang putih berisiko lebih rendah terkena kanker perut dan usus besar. Penentuan Pola Tanam Pola tanam merupakan pengaturan tata letak tanaman dan urutan jemis tanaman dengan waktu tertentu, kurun waktu yang digunakan adalah selama setahun. Pengaturan tataletak meliputi penataan letak tanaman berdasarkan jarak tanam terbaik dari setiap jenis tanaman ataupun paduan jarak tanam terbaik dari beberapa jenis tanaman yang diusahakan pada sebidang lahan dalam kurun waktu tertentu, baik secara bergiliran maupun berurutan. Keberhasilan usaha budidaya bawang putih dataran rendah dan dataran tinggi sangat tergantung pada cara penerapan pola tanamnya sebab penerapan pola tanam yang tetap dapat menjamin kepastian panen dan pemasaran hasil. Penanaman bawang putih dapat dilakukan 1 atau 2 kali setahun dengan mengadakan penyesuaian varietas. Pola tanam bawang putih dalam setahun dapat dirotasikan sebagai berikut: (a) Bawang putih-sayuran-bawang putih, (b) Bawang putih-sayuran tumpangsari palawija-bawang putih dan (c) Bawang putih-tumpangsari palawija atau sayuran. Penggunaan jarak tanam yang sesuai dapat meningkatkan hasil umbi per hektar. Jarak tanam yang terlalu rapat akan menghasilkan umbi yang relatif kecil walaupun hasil per satuan luas meningkat. Jarak tanam dapat bervariasi menurut kebutuhan yang paling menguntungkan, tetapi yang biasa digunakan adalah (15x10) cm. Pembuatan Lubang Tanam Pembuatan lubang tanam dapat dilakukan dengan tugal atau alat lain. Kedalaman lubang untuk penanaman bawang putih adalah 3-4 cm (setinggi ukuran siung bibit). Setelah lubang tanam terbentuk, umbi bibit siap ditanam. Pembibitan Kualitas bibit merupakan faktor penentu hasil tanaman. Tanaman yang dipergunakan sebagai bibit harus cukup tua. Yaitu berkisar antara 70-80 hari setelah tanam. Bibit kualitas baik adalah berukuran sedang, sehat, keras dan permukaan kulit luarnya licin/ mengkilap. Cara penyimpanan yang baik dan biasa dilakukan oleh petani adalah dengan menyimpan diatas para-para dapur atau disimpan di gudang Cara Penanaman Sehari sebelum ditanam, bibit bawang putih yang masih berupa umbi dipipil/dipecah satu per satu sehingga menjadi beberapa siung. Agar lebih mudah memecahkan umbi dan menghindari terkelupasnya kulit siung, sebaiknya umbi dijemur selama beberapa jam. Bibit siung tersebut selanjutnya dimasukkan ke dalam lubang tanam di atas bedengan. Lubang tanam jangan dibuat terlalu dalam supaya bibit tidak terbenam seluruhnya. Jika bibit terlalu dalam ditanam atau terbenam seluruhnya ke dalam tanah, tunas barunya akan sukar tumbuh dan dapat terjadi pembusukan bibit. Sebaliknya, lubang tanam juga jangan dibuat terlalu dangkal karena nantinya tanaman akan mudah rebah. Setiap lubang ditanam satu bibit dan diusahakan agar 2/3 bagian yang terbenam ke dalam tanah dengan posisi tegak lurus. Posisi siung jangan sampai terbalik, sebab walau masih dapat rumbuh, tetapi pertumbuhannya tidak sempurna. Untuk penanaman di lahan kering, penanaman dilaksanakan pada musim hujan.Satu bulan sebelum turun hujan tanah diolah, dibuat bedengan ukuran 110 cmx600 cm dengan selokan selebar 30 cmserta dalam selokan 40 cm.Satu minggu sebelum hujan datang diberi pupuk dasar dan pupuk kandang dengan ditebarkan. Penjarangan dan Penyulaman Bawang yang ditanam kadang-kadang tidak tumbuh karena kesalahan teknis penanaman atau faktor bibit. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika dalam suatu lahan ada tanaman yang tidak tumbuh sama sekali, ada yang tumbuh lalu mati, dan ada yang pertumbuhannya tidak sempurna. Jika keadaan ini dibiarkan, maka produksi yang dikehendaki tidak tercapai. Oleh sebab itu, untuk mendapatkan pertumbuhan yang seragam, seminggu setelah tanam dilakukan penyulaman terhadap bibit yang tidak tumbuh atau pertumbuhannya tampak tidak sempurna. Biasanya untuk penyualaman dipersiapkan bibit yang ditanam di sekitar tanaman pokok atau disiapkan di tempat khusus. Persiapan bibit cadangan ini dilakukan bersamaan dengan penanaman tanaman pokok. Penyiangan Gangguan gulma dapat menurunkan produksi lebih dari 60 %. Penyiangan dan penggemburan dapat dilakukan dua kali atau lebih tergantung pada kondisi lingkungan selama satu musim tanam. Penyiangan dan penggemburan yang pertama dilakukan pada saat tanaman berumur 2-3 minggu setelah tanam dan penyiangan berikutnya dilaksanakan pada umur 4-5 minggu setelah tanam. Apabila gulma masih leluasa tumbuh, perlu disiang lagi. Pada saat umbi mulai terbentuk, penyiangan dan penggemburan harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak akar dan umbi baru. Pembubunan Dalam penanaman bawang putih perlu dilakukan pembubunan. Pembubunan terutama dilakukan pada tepi bedengan yang seringkali longsor ketika diairi. Pembubunan sebaiknya mengambil tanah dari selokan/ parit di sekeliling bedengan, agar bedengan menjadi lebih tinggi dan parit menjadi lebih dalam sehingga drainase menjadi normal kembali. Pembubunan juga berfungsi memperbaiki struktur tanah dan akar yang keluar di permukaan tanah tertutup kembali sehingga tanaman berdiri kuat dan ukuran umbi yang dihasilkan dapat lebih besar-besar. Disarikan oleh : Lasarus, Pusluhtan Sumber : 1. Kumpulan Buku Tanaman Pangan,Sayur, Buah,Kebun dan Obat. BPSDMP 2003 2. Muchamad Soleh,dkk. Teknologi Produksi Bawang Putih Infotek Pertanian, BPTP Jawa Timur,2007 3. Redaksi Agro Media. Petunjuk Praktis Bertanam Bawang. PT. Agro Media Pustaka 2011.