Pengairan juga mengandung arti memanfaatkan dan menambah sumber air dalam tingkat tersedia bagi kehidupan tanaman padi sawah. Apabila air terdapat berlebihan dalam tanah maka perlu dilakukan pembuangan (drainase), agar tidak mengganggu kehidupan tanaman. Pengairan pada tanaman dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain: (1) Pengairan di atas tanah; (2) Pengairan di dalam tanah (sub irrigation); (3) Pengairan dengan penyemprotan (sprinkler irrigation); dan (4) Pengairan tetes (drip irrigation). Pengairan berselang (intermittent irrigation) adalah pengaturan kondisi lahan dalam kondisi kering dan tergenang secara bergantian. Manfaat pengairan berselang dan metode basah kering adalah (1).Bersinergi dengan pemupukan, karena serapan hara tinggi terjadi pada kondisi tanah basah-kering; (2.)Dapat menekan keracunan tanaman akibat akumulasi besi (Fe) dalam tanah; (3).Apabila dikombinasikan dengan pengendalian gulma menggunakan cara manual (gasrok/landak) dan pemupukan, maka pupuk dapat bercampur dengan tanah sehingga pemakaiannnya lebih efisien; (4.)Menghambat perkembangan hama (penggerek batang, wereng coklat, keong mas), dan penyakit (busuk batang dan busuk pelepah daun); (5.)Tanaman padi lebih tahan rebah karena sistem perakaran yang lebih dalam. (a)Kelompok Tani Bina Karya Desa Simpang Peut Kecamatan Kuala Kabupaten Nagan Raya Belum Teratur dalam pengelolaan air yang baik dan Benar di karenakan irigasi terputus putus maka petani sulit mendapatkan air untuk pengairan padi sawah mereka. (b)Pada saat pengairan pertama senin, 15 Oktober 2018 di kelompok tani Bina Usaha Desa simpang peut (c)Pelaksanaan yang melakukan pengairan yaitu Bapak Banta Ahmad kelompok tani Bina Usaha Desa Simpang Peut Kecamatan Kuala Kabupaten Nagan Raya. (d) Lokasi pelaksanaan Pengairan ini di lakuakan di kelompok tani bina usaha Desa Simpang Peut Kecamatan Kuala Kabupaten Nagan Raya. (e) Petani perlu di dampingi oleh penyuluh yang bersangkutan supaya petani mengetahui bagaimana Cara pengairan yang baik dan benar pada tanaman padi sawah.Cara Pelaksanaan Penyiangan dan Pengairan yaitu :(1)Pengairan tanaman padi sawah dilakukan dengan cara penggenangan, (2)Penyiangan dilakukan dengan cara biasa manual. (3)Keuntungan langsung pengairan cara penggenangan ini adalah terjaminnya kebutuhan air tanaman sehingga pertumbuhannya dapat berlangsung dengan baik. (4)Keuntungan secara tidak langsung adalah terjadinya perubahan tanah sawah baik fisik, kimia maupun biologis tanah. (5)Berkurangnya oksigen didalam tanah menyebabkan kondisi reduksi, kondisi ini menyebabkan berubahnya sifat kimia tanah yaitu nitrat (NO3) berubah menjadi amonium (NH4). Kation bervalensi tinggi turun menjadi bervalensi rendah. Sehingga ketersediaan hara bagi tanaman akan meningkat. (6)Perubahan fisik tanah karena adanya penggenangan adalah menurunnya tegangan air sehingga tanaman mudah menyerap air karena tidak membutuhkan energy. (7)terlalu besar, penghematan energi ini akan dapat digunakan untuk pertumbuhannya. Dari segi biologis dengan penggenangan air akan merangsang bekerjanya bakteri anaerob dan dalam suasana anaerob ini bahan organik yang sukar dikomposisi dalam suasana aerob atau terdekomposisi dengan baik. (8)Keuntungan lainnya dari penggenangan adalah dapat mensegah pertumbuhan gulma. Pada genangan setinggi 5 cm populasi Gulma berkurang. Sedangkan apabila genangan ditambah populasi gulma daun lebar akan meningkat kembali terutama gulma yang mengambang dipermukaan air. (9)Pengairan tanaman padi sangat erat hubungannya dengan pertumbuhan tanaman dan hasil. (10)Tanaman padi merupakan tanaman yang mutlak membutuhkan air untuk pertumbuhannya. Jumlah kebutuhan air relatif lebih besar dari pada tanaman pangan lainnya. (11)Pada prinsipnya pemberian air harus pada saat yang tepat dan jumlah yang cukup.serta mutu airnya baik tatalaksana pengairan dipetakan adalah sebagai berikut : a)Tingginya pemberian air pada saat setelah pemupukan susulan N pertama (pemupukan N kedua) harus diperhatikan yaitu dipertahankan 7-10 cm. air disini akan berfungsi untuk mencegah munculnya anakan baru yang tidak produktif. b)Sepuluh hari menjelang panen harus dikeringkan agar panen dapat dilakukan secara serempak dan kadar air gabah yang akan dipanen mencapai optimal yaitu 22-24 % . Penulis : Fatimah Zainab, S.ST (Penyuluh Pertanian Lapangan BPP PuloIe)