CARA PENGENDALIAN PENYAKIT KARAT PADA TANAMAN KACANG TANAH
Kacang tanah mempunyai arti ekonomi penting karena merupakan sumber lemak dan protein nabati sebagai menu makanan sehari-hari masyarakat Indonesia. Kacang tanah juga diambil minyaknya untuk berbagai keperluan, misalnya minyak goreng, pelumas dan kosmetik. Selain itu, batang dan daun (brangkasan) kacang tanah dapat digunakan untuk pakan ternak. Dalam meningkatkan produksi kacang tanah terdapat hambatan antara lain adalah terjadinya serangan penyakit seperti penyakit layu yang disebabkan oleh bakteri dan cendawan, bercak daun, karat, dan penyakit yang disebabkan oleh virus. Penyakit karat merupakan penyakit penting kedua pada kacang tanah setelah bercak daun. Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Puccinia arachidis yang termasuk ke dalam ordo Uredinales, kelas Basidiomycetes. Pada umumnya, gejala terdapat pada permukaan daun bawah yang berupa pustul berwarna coklat seperti karat besi. Jika pustul pecah terdapat sejumlah uredospora yang menyerupai tepung. Faktor-faktor yang mempengaruhi penyakit karat yaitu : suhu, kelembaban, kecepatan angin dan curah hujan. Pengendalian yang dapat diterapkan antara lain : 1. Penanaman Varietas Tahan. Beberapa varietas unggul baru kacang tanah yang tanah penyakit karat adalah Takar-1 dan Takar-2. 2. Sanitasi dan Rotasi Tanaman. Sanitasi lingkungan disekitar pertanaman kacang tanah diperlukan untuk mengurangi kelembaban. Selain itu untuk mengantisipasi tumbuhnya gulma sebagai inang alternatif. Rotasi tanaman untuk mengendalikan penyakit karat ini bermaksud untuk mengurangi inokulum awal. Salah satu hal yang dianjurkan adalah menanam tanaman yang bukan jenis Leguminosae. 3. Pengendalian dengan agen Hayati. Pengendalian dengan agen hayati ini dilakukan dengan mengaplikasikan mikroorganisme antagonis. Keunggulan dari cara pengendalian ini adalah tidak tercemarnya lingkungan dan dengan satu kali aplikasi efek residunya dapat bertahan lama, sampai beberapa musim. 4. Aplikasi Bahan Nabati. Penggunaan bahan nabati untuk pengendalian penyakit karat pada kacang tanah akhir-akhir ini banyak diterapkan. Setiap komponen pengendalian mempunyai kelebihan dan kekurangan, oleh karena itu tindakan pengendalian dengan cara memadukan komponen pengendalian tersebut memberikan peluang keberhasilan yang lebih besar untuk mengendalikan penyakit karat daun kacang tanah. (Balitkabi) (DELMITA ANDINI - BAB TAPAN)