Loading...

Cara Pengendalian Penyakit Patek (Antraknosa) Pada Tanaman Cabai

Cara Pengendalian Penyakit  Patek (Antraknosa) Pada Tanaman Cabai
Cara Pengendalian Penyakit Patek (Antraknosa) Pada Tanaman Cabai Organisme pengganggu tanaman (OPT) merupakanfaktor pembatas produksi tanaman, baik tanaman pangan, hortikultura maupun perkebunan. Organisme pengganggu tanaman secara garis besar di bagi menjadi tiga yaitu hama, penyakit dan gulma. Hama menimbulkan gangguan secara fisik yang dapat disebabkan oleh serangga, tungau, vertebrata, moluska. Sedangkan penyakit menimbulkan gangguan fisiologis pada tanaman, yang disebabkan oleh cendawan, bakteri, fitoplasma, virus, viroid, nematode dan tumbuhan tingkat tinggi. Perkembangan hama dan penyakit sangat dipengaruhi oleh dinamika factor iklim. Penyakit patek (antraknosa) merupakan salah satu penyakit utama yang menyerang tanaman cabai. Penyakit patek (antraknosa) sangat susah sekali dikendalikan apabila terlanjur menyerang. Kerugian yang ditimbulkan penyakit patek (antraknosa) bias mencapai 100%. Penyakit Patek (Antraknosa) disebabkan oleh 2 jenis jamur, yaitu : 1. Jamur Colletotricum capsici, serangan jamur ini pada cabai dicirikan dengan cara menginokulasi pada tengahbuahcabaidanbiasamenyerangpadacabai yang sudahtua. Gejala umum serangan jamur Colletotricum, yaitu ditandai terdapat bercak coklat kehitaman pada buah yang kemudian meluas menjadi busuk lunak. Di bagian tengah terdapat titik-titik hitam. Serangan berat menyebabkan buah cabai mengerut dan mengering seperti jerami. Penyebab : CendawanColletotrichum Sumber : Benihdansisatanamansakit Cara menular : Melaluipercikan air (termasuk penyemprotan pestisida, hujan, angin dan tangan pemetik buah Pemicuperkembanganpenyakit, yaitu : Benih yang tidak sehat Kondisi tajuk terlalu lembab Pupuk N terlalu tinggi Tanah kekurangan Ca 2. Jamur Gloeosporium sp, jamur ini dicirikan dari jenis serangannya pada ujung cabai dan bisa menyerang pada cabai yang muda maupun tua. Gejala umum serangan jamur Gloeosporium, umumnya menyerang buah muda dan menyebabkan mati ujung (die back). Gejalanya di tandai dengan terbentuknya bintik- bintik kecil kehitaman dan berlekuk serta tepi bintik berwarna kuning. Bagian lekukan akan terus membesar dan memanjang serta bagian tengahnya berwarna gelap. Berikut beberapacara pengendalian penyakit patek (antraknosa) pada tanaman cabai : Sebelum di semai, biji direndam dalam air hangat (55oC) selama setengah jam, atau direndam selama 4-8 jam dalam larutan fungisida seperti benlate dengan dosis 0,5 gram/liter. Gunakan bibit yang sehat, jika menggunakan bibit sendiri jangan menggunakan dari bekas cabai yang terserang patek karena spora jamur tersebut mampu bertahan pada benih cabai Jarak tanam di jarangkan agar tidak lembab, misalnya menggunakan jarak 65 x 70 cm Memilih lokasi lahan yang bukan bekas tanaman cabai, terong, tomat, dll (satu familli dengan cabai). Spora patek mampu beradaptasi dan bertahan hidup dalam tanah dalam waktu tahunan Menanam varietas cabai yang lebih tahan patek, biasanya cabai keriting lebih tahan terhadap penyakit patek Menggunakan pupuk dasar maupun kocoran yang rendah unsur nitrogen, Karena unsur N hanya akan membuat tanaman menjadi rentan terhadap penyakit. Selain itu unsur N juga akan membuat tanaman menjadi rimbun yang akan meningkatkan kelembaban sekitar tanaman Perbanyak unsur Kalium dan Kalsium untuk membantu pengerasan kulit buah cabai Membersihkan kebun, buah yang diserang dikumpulkan dari tanah maupun dipetik langsung setiap hari dalam wadah/kantong plastik untuk kemudian di bakar. Wadah tidak boleh digunakan untuk buah yang sehat agar tidak tertular Tanaman disemprot dengan fungisida Derosol 60 WP dicampur Dithan M-45 dengan perbandingan 1:8, konsentrasi 2,8 gram/liter. Atau dapat juga disemprot dengan dengan fungisida Kasumin 20 AS 2 cc/liter, Difolatan 4 cc/liter, Phycozan, Anvil 50 SC, Champion 77 WP, Kumulus 80 WDC, Kocide 60 WDG, Rubigan 120 EC, Redhos 70/12 WP, Uniflow 720 F, Cupravit OB 12, Ingrofol 50 WP, Folicur 25 WP, Masalgin 50 WP, Velimek 80 WP, Daconil 75 WP, Topsin, Antracol 70 WP, Delsene MX 200 PestisidaNabati, berupa : Campurannimba, seraidanlaosdenganperbandingan 8:6:6 atau 6:6:6 Larutandauntembakaupada air 1:20, efektivitasnyasetaradenganMancozeb 0,2% (fungisidakimia) Perlu diingat, walaupun sudah disemprot, pembersihan buah yang terserang dari tanah harus tetap dikumpulkan dan dibakar agar serangan tidak semakin parah. Jika langkah-langkah diatas sudah dilakukan tetapi masih terjadi serangan patek maka segera memusnahkan tanaman dengan cara dicabut kemudian dibakar. Sumberweb :https://unsurtani.com/2018/01/10-cara-pengendalian-penyakit-patek antraknosa -pada-tanaman-cabai NamaPenulis :Rohani, SP (UPT. PPPP Kec.Sangatta Utara, Kab. KutaiTimur, ProvinsiKaltim)