Meski dijuluki emas hijau, budidaya vanili di Indonesia sendiri ternyata belum maksimal hasilnya. Jika di lihat potensinya, tanaman vanili ternyata sangat potensial untuk pasar internasional yaitu ekspor. Namun yang kebanyakan menjadi kendala harga jual vanili kurang bagus disebabkan oleh : 1. Pemilihan varietas bibit vanili tidak sesuai, 2. Teknis budidaya kurang optimal, dan 3. Penangan pascapanen kurang tepat. Meskipun begitu, untuk memperbaiki kualitas serta harga jual vanili bisa dimulai dari cara perbanyakan ataupun penyediaan bibit vanili. Tanaman vanili dapat di perbanyak secara vegetatif dan generatif. Secara vegetatif dapat dilakukan menggunakan setek pendek atau setek panjang, sedangkan secara generatif dari biji. Namun penggunaan setek lebih baik karena sifat-sifat pohon induknya dapat dipertahankan, cepat berproduksi, mudah dilaksanakan dan relatif murah. Meski begitu, pembibitan vanili secara vegetatif lebih disarankan. Sebab, pembibitan secara vegetatif terbukti bisa menghasilkan bibit yang memiliki sifat lebih mirip dengan induknya. Sehingga produktifitasnya juga tetap sama. Namun demikian keberhasilan perbanyakan secara setek di pembibitan diantaranya dipengaruhi oleh teknologi budidaya dan kondisi lingkungan, sehingga harus menerapkan teknologi budidaya yang tepat serta memperhatikan kesesuaian lingkungan yang memenuhi persyaratan tumbuh tanaman vanili. Cara Pembibitan Vanili Menggunakan Setek Pendek. 1. Pembibitan menggunakan setek pendek memiliki keunggulan : lebih hemat bahan bibit, memiliki sifat yang sama dengan indukan dan keberhasilan penanaman lebih tinggi, 2. Setek pendek menggunakan satu ruas berdaun tunggal, 3. Pemotongan bahan bibit dilakukan pada 4-6 bulan sebelum penanaman di lapang, karena proses pembibitan berkisar 4-6 bulan, 4. Langkah pembibitan adalah dengan memotong bahan bibit sepanjang satu ruas batang yang memiliki daun, 5. Setelah proses pemotongan bahan bibit, selanjutnya segera lakukan perendaman bibit, 6. Perendaman bibit vanili bertujuan agar bahan bibit terbebas dari hama-penyakit, 7. Bahan untuk perendaman bibit vanili adalah campuran dari 1 liter Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Perkebunan yang dituangkan kedalam 10 liter air, 8. Rendam bahan bibit kedalam larutan Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Perkebunan selama 1 jam. (Perbandingan larutan adalah 100 ml Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Perkebunan : 1 liter air). Bisa menyesuaikan kebutuhan larutan perendaman berdasarkan banyaknya bibit yang akan gunakan, 9. Angkat bahan bibit, kemudian bahan bibit siap untuk di tanam, 10. Cara menanamnya adalah : benamkan bahan bibit kedalam media pembibitan hingga ruas tempat tumbuhnya akar terpendam didalam tanah. Ini bertujuan agar nantinya akar dapat tumbuh melalui ruas tersebut. 11. Sirami media pembibitan hingga lembab, dan 12. Proses penanaman bibit selesai. Selanjutnya, hanya perlu melakukan perawatan dan pemupukan. Cara Menanam Pohon Panjat Vanili. Sebelum menanam vanili dengan menggunakan setek panjang maupun setek pendek, pastikan sudah mempersiapkan pohon/tiang panjatnya. Beberapa jenis pohon yang cocok digunakan sebagai pohon panjat adalah : Lamtoro, Gliricidia, Kapuk, Waru, Mindi, Suren, dan Pohon dadap. Meski ada beberapa jenis pohon yang cocok, namun pohon gliricidia/gaman dianggap paling baik sebagai pohon panjat vanili. Ini dikarenakan pohon gliricida lebih toleran pada kondisi cahaya sekitar 30%. Setelah menentukan jenis pohon panjatnya, maka bisa mulai menanam pohon panjat dengan jarak tanam vanili yang ditentukan. Ada beberapa jarak tanam vanili yang disarankan dan bisa pilih, seperti : 1. 1 m × 1,5m, 1 m × 2m, dan 1,5 m × 1,5 m. Lubang tanam yang perlu dipersiapkan untuk pohon panjat adalah 30 cm × 30 cm × 30 cm. Setelah membuat lubang tanam, selanjutnya bisa menanam pohon panjat. Cara menanam tiang panjat/pohon rambat/pohon panjat vanili adalah dengan menanam pohon panjat berbentuk stump sepanjang 1,5-2 m dan diameter 2-3 cm pada 2 minggu setelah proses persiapan lahan. Cara Menanam Vanili Menggunakan Setek Pendek. Tahapan menanam vanili menggunakan setek pendek tentu saja yang sudah melewati proses pembibitan. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah cara menanam vanili menggunakan setek pendek : 1. Buat lubang tanam dengan jarak tanam vanili 1 m × 1,5m atau 1 m × 2 m atau 1,5 m × 1,5 m, 2. Cabut bibit dari media pembibitan, Tanam bibit vanili hingga batas bawah batang dan seluruh akarnya tertutup, 3. Tutup kembali dengan tanah, Sirami dengan air hingga basah dan lembab, 4. Proses menanam vanili sudah siap, dan Itu adalah panduan cara menanam vanili. Selanjutnya hanya tinggal melakukan perawatan dan pemupukan. Cara Menanam Vanili Menggunakan Setek Panjang. Cara tanam vanili menggunakan setek panjang tidak membutuhkan proses pembibitan. Sebab, penanaman setek panjang bisa langsung di tanam pada lahan tanam. Penanaman vanili menggunakan setek panjang diyakini lebih mudah, karena tidak membutuhkan lahan pembibitan. Meski memiliki keunggulan proses budidaya yang lebih cepat, namun setek panjang juga memiliki kekurangan, yaitu kebutuhan bahan tanam yang lebih banyak. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah cara menanam vanili menggunakan setek panjang : 1. Pastikan lahan tanam sudah siap untuk ditanami, Siapkan bahan setek sepanjang 80 cm-100 cm, yang didalamnya terdapat 5-8 buku. 3. Sesaat setelah dipotong, bahan setek tersebut harus segera di rendam dalam larutan Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Perkebunan. Perendaman bibit vanili bertujuan agar bahan bibit terbebas dari hama-penyakit, 4. Bahan untuk perendaman setek vanili adalah campuran dari 1 liter Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Perkebunan yang dituangkan kedalam 10 liter air, 5. Rendam bibit kedalam larutan Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Perkebunan selama 1 jam. (Perbandingan larutan adalah 100 ml Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Perkebunan: 1 liter air). Bisa menyesuaikan kebutuhan larutan perendaman berdasarkan banyaknya bibit yang digunakan, 6. Setelah di rendam, hasil setek panjang tersebut dapat langsung di tanam ke lahan tanam. Pastikan menanam bibit vanili di dekat pohon/tiang panjat, 7. Cara menanam bibit vanili adalah dengan membenamkan bibit kedalam media tanam sepanjang ¼ bibit. Pastikan bibit tidak doyong/tumbang, 8. Sirami dengan air hingga tanah basah dan lembab, dan 9. Bibit vanili sudah siap. Selanjutnya hanya tinggal melakukan perawatan dan pemupukan. Ditulis Kembali Oleh : Harnati Rafiastuti, SP (Penyuluh BBP2TP) Alamat Email : harnati_r@yahoo.com Sumber Bacaan : https://gdm.id/budidaya-vanili/ Jurnal Agroekoteknologi, Program Studi Agroekoteknologi, Universitas Trunojoyo, Madura. Sirkuler Informasi Teknologi Tanaman Rempah dan Obat, Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat.