Loading...

Cara Praktis Menyediakan Air Bagi Tanaman

Cara Praktis Menyediakan Air Bagi Tanaman
Edi Puspito/PPM Seluruh makhluk yang ada di muka bumi ini pasti memerlukan air; tidak ada air berarti tidak ada kehidupan. Demikian pula, pertanian juga memerlukan suplai air. Sebagai contoh, bila akan mencetak sawah, pertimbangan pertama adalah ketersediaan air. Apabila kita akan menanam, maka terlebih dahulu harus tersedia air. Oleh sebab itu, jadwal tanam dipengaruhi oleh musim, sebab sebagian besar pertanian masih mengandalkan air hujan, terutama pada awal pertumbuhan. Pada saat suplai air berkurang karena curah hujan berkurang akibat El Nino, terjadi penurunan produksi pertanian yang signifikan. Memperhatikan hal tersebut, pelaku pertanian harus tahu, mengerti, memahami, dan betul-betul mengimplementasikan tata kelola air yang baik dan benar. Pertama, kita harus memperhatikan sumber air, terutama sawah yang tidak dilalui jalur irigasi. Pada sawah non-irigasi, harus dicari sumber air alternatif, seperti air permukaan. Air permukaan adalah air yang ada di permukaan tanah, seperti air sungai, air kolam, air danau, dan air yang ada di mata-mata air. Agar dapat dimanfaatkan, air permukaan harus disedot dan dialirkan ke sawah pertanian. Mengingat padi sebagai penghasil beras, yang merupakan sumber karbohidrat dan bahan baku berbagai jenis pangan, maka sumber air memegang peranan yang sangat penting. Langkah berikutnya adalah bagaimana air dapat didistribusikan ke sawah-sawah dengan tingkat kehilangan rendah karena menguap atau mengalir keluar jalur dan tidak sampai ke lahan persawahan. Salah satu caranya adalah melalui irigasi perpipaan. Saat ada air, baik air hujan maupun air permukaan, ubah air tersebut menjadi air infiltrasi, yaitu air yang meresap ke tanah dan disedot oleh akar tanaman. Air infiltrasi adalah air yang meresap ke dalam tanah melalui pori-pori tanah. Proses infiltrasi ini terjadi ketika air hujan atau air permukaan mengalir di atas tanah dan sebagian dari air tersebut masuk ke dalam lapisan tanah. Infiltrasi sangat penting dalam siklus hidrologi karena membantu mengisi kembali air tanah yang merupakan sumber air bagi tanaman melalui akar, serta menyediakan air untuk sumur dan mata air. Proses ini juga membantu mengurangi limpasan permukaan, yang dapat menyebabkan erosi dan banjir. Agar air tidak segera menguap, dapat digunakan biochar yang mampu menahan air 3-6 kali lipat dari dirinya sendiri, sehingga meskipun tidak hujan, kondisi tanah masih tetap lembab. Biochar merupakan bahan padat yang kaya akan karbon dan dibuat melalui proses pirolisis, yaitu pemanasan biomassa (seperti kayu, sisa tanaman, atau limbah organik) dalam kondisi minim oksigen. Proses ini menghasilkan biochar, gas, dan bio-oil. Biochar memiliki beberapa manfaat penting, terutama dalam pertanian dan pengelolaan lingkungan antara lain meningkatkan kesuburan tanah dengan meningkatkan kemampuan tanah untuk menahan air dan nutrisi, yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman, mengurangi emisi gas rumah kaca dengan mengunci karbon dalam tanah membantu mengurangi emisi CO2 ke atmosfer, meningkatkan retensi air sehingga tanah tetap lembab lebih lama, dan Pengelolaan Limbah dengan mengurangi volume limbah dan mengubahnya menjadi produk yang bermanfaat. Biochar juga memiliki porositas tinggi yang dapat mendukung aktivitas mikroorganisme menguntungkan dalam tanah, yang berkontribusi pada kesehatan ekosistem tanah secara keseluruhan. (dikembangkan dari materi MSPP Vol.20/2024)