Bawang Merah merupakan salah satu komoditas rempah-rempah yang paling dicari dan dibutuhkan oleh semua masyarakat. Kebutuhan akan bawang merah tiap tahun semakin meningkat ditunjang dengan kebutuhan akan bawang merah untuk berbagai olahan makanan. Syarat Tumbuh, Bawang merah tumbuh dengan di dataran rendah hingga dataran tinggi pada sekitar 1000 dpl. Persyaratan tanah : gembur, subur dan banyak mengandung bahan organic Jenis tanah yang paling bagus yaitu lempung berpasir atau lempung berdebu pH tanah 5-5 -6,5 dengan drainase dan aerasi tanah diusahakan yang bagus. Persiapan lahan, untuk budidaya bawang merah antara lain Pupuk kandang disebarkan di lahan dengan dosis 0,5-1 ton/ 1000 m2, ditraktor kemudian digaru (biarkan 1 minggu), Dibuat bedengan dengan lebar 120 cm, Diantara bedengan pertanaman dibuat saluran air dengan lebar 40-50 cm, Apabila pH tanah kurang dari 5,6 diberi Dolomit/kapur pertanian dosis + 1,5 ton/ha disebarkan di atas bedengan dan diaduk rata dengan tanah lalu biarkan 2 minggu. Untuk mencegah serangan penyakit layu taburkan GLIO 100 gr (1 bungkus GLIO) dicampur 25-50 kg pupuk kandang matang, diamkan 1 minggu lalu taburkan merata di atas bedengan. Penanaman, Sebelum Anda menanam bibit, sebaiknya tanah sudah disiram terlebih dahulu, kalau diperlukan buatlah atap yang bisa mengayomi bibit bawang merah dan panas yang terik atau hujan. Adapun syarat pemilihan bibit yaitu ukuran umbi bibit yang optimal adalah 3-4 gram/umbi yang baik yang telah disimpan 2-3 bulan dan umbi masih dalam ikatan (umbi masih ada daunnya). Penanaman pada Musim Kemarau baiknya menggunakan jarak tanam 15 x 15 cm, dan pada Musim Hujan 20 x15 cm. Sebelum penanaman umbi bibit direndam dulu dalam larutan NASA + air (dosis 1 tutup/lt air, taburkan GLIO secara merata pada umbi bibit yg telah direndam NASA, simpan selama 2 hari sebelum tanam, pada saat tanam, seluruh bagian umbi bibit yang telah siap tanam dibenamkan ke dalam permukaan tanah. Untuk tiap lubang ditanam satu buah umbi bibit. Pemupukan, bawang merah kita menggunakan 2 bentuk pupuk pupuk dasar yaitu pupuk kandang 15-20 ton/ha atau kotoran ayam 5-6 ton/ha atau kompos 2,5 ton/ha. Pupuk buatan juga diperlukan TSP 150-200 kg/hektar. Langkah-langkah memberikan pupuk dasar yaitu dengan menyebar dan mengaduk rata dengan tanah 1-3 hari sebelum tanam. Pupuk susulan yaitu berupa urea 150kg/ha, Za 300 kg/ha, dan KCL 150/ha. Pemupukan susulan yang pertama dilakukan pada umur 10-15 hari setelah tanam dan pemupukan susulan kedua yaitu pada umur 1 bulan setelah tanam dengan 1/2 dosis. Penyiraman dan Penyiangan, yang perlu diingat bahwa bawang merah memerlukan banyak air, namun dia tidak tahan terhadap genangan atau tanah yang becek. Penyiraman sebaiknya dilakukan menggunakan gembor. Untuk tanaman berumur 0 -10 hari, penyiraman dilakukan 2 (dua) kali yakni pagi dan sore hari, sedangkan sesudah umur 10 hr penyiraman cukup dilakukan sekali sehari (sebaiknya dilakukan pada pagi hari. Cara penyiraman lainnya yakni cara ”leb” (memasukkan air ke bedengan hingga merata) digunakan di lahan persawahan, untuk lahan kering tetap dengan gembor atau selang. Apabila digunakan cara ini (”leb”), sebaiknya dilakukan setelah tanaman berumur lebih dari 10 hari. Pengairan secara ”leb” dapat dilakukan setiap 3 -4 hari sekali. Penyiangan pada budidaya bawang merah sebaiknya dilakukan 2 kali yakni pada saat tanaman berumur 10 -15 hari dan 28 – 35 hari (sebelum pemupukan susulan). Penyiangan dilakukan dengan mencabut gulma di sekitar tanaman. oleh Safrullah,Sp/Penyuluh Pertanian Madya BPP Sinjai Utara