Benih padi yang unggul sangat penting sekali dalam suatu usahatani, karena benih merupakan faktor utama dan penentu keberhasilan suatu budidaya. Benih bermutu adalah benih dengan tingkat kemurnian dan daya tumbuh yang tinggi, berukuran penuh dan seragam, daya kecambah diatas 80 %, bebas dari biji gulma, penyakit dan hama atau bahan lain. Kini sangat banyak benih padi yang beredar di pasaran, namun tidak semuanya mempunyai kualitas yang baik. Seringkali ditemukan kejadian walaupun benih yang digunakan tersebut telah bersertifikat dan berlabel namun setelah ditanam hasilnya kurang memuaskan. Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan terhadap produksi, karena mampu memberikan kontribusi dalam peningkatan produksi padi sampai 40 %. Atas dasar hal tersebut sebelum benih disemaikan, agar tanaman tumbuhnya baik, berproduksi tinggi sesuai harapan hendaknya dimulai dari pemilihan varietas, dan seleksi benih padi. Penyediaan benih tidak dapat dipandang hal yang mudah, karena seberapa maksimumnya pengeloaan unsur lain tanpa ditunjang dengan penyediaan benih unggul bermutu, sulit diperoleh hasil yang optimum. Seleksi benih dilakukan dalam rangka memperoleh benih unggul bermutu yaitu benih yang mempunyai sifat tingkat potensi hasil yang tinggi, tingkat keseragaman, kemurnian dan adaptasi yang luas serta daya tumbuh tinggi, dan tahan terhadap hama penyakit. Mengapa harus menggunakan benih bermutu: Benih bermutu akan menghasilkan bibit yang sehat dengan akar yang banyak. Benih yang baik akan menghasilkan perkecambahan dan pertumbuhan seragam Ketika ditanam pidah, bibit dan benih yang baik dapat tumbuh lebih cepat dan tegar Benih yang baik akan menghasilkan hasil yang tinggi Berdasarkan hal-hal tersebut di atas untuk memperoleh benih bermutu perlu melakukan beberapa kegiatan seleksi benih sebagai berikut : 1) Pemilahan Benih dengan Air Benih dimasukan kedalam wadah yang berisi air dengan volume 2 kali volume benih, kemudian diaduk-aduk sebentar. Benih yang terapung; yang mempunyai berat jenis rendah, dipisahkan dari benih lainnya. Benih-benih yang tenggelam yang digunakan dalam pertanaman. Sebelum semai, benih terlebih dahulu direndam selama 24 jam dan diperam 48 jam. 2) Pemilahan dengan Larutan Garam Alat dan bahan : Ember atau panci (isi 10 liter) 2 buah Saringan 1 buah Benih padi (sesuai kebutuhan) Garam dapur Telur ayam/bebek 1 buah Air secukupnya Tahap Kegiatan seleksi benih padi ini adalah: Siapkan semua alat dan bahan yang akan digunakan untuk tahapan kegiatan seleksi benih padi Isi ember dengan air sampai 2/3 bagiannya Tuang garam dapur lebih kurang 1 kg sambil diaduk sampai larut. Setelah garam larut, masukan satu butir telur ayam kedalam larutan garam, dan perhatikan posisi telur, apakah masih terbenam, melayang atau sudah mengambang/mengapung di permukaan air. Jika telur masih terbenam/ tenggelam maka perlu dilakukan penambahan garam yang ditambahkan sedikit demi sedikit sampai telur mengambang di permukaan air. Setelah telur mengambang, maka penambahan garam dihentikan. Telur dikeluarkan dari larutan garam dan benih segera dicuci. Jika telur telah mengambang pada permukaan air, artinya garam tidak perlu ditambah lagi dan siap digunakan untuk seleksi benih. Tuangkan benih kedalam larutan garam yang telah diuji tadi, dan dilakukan pengadukan secara merata. Benih yang mengapung adalah benih hampa atau kurang bernas, sedangkan benih yang tenggelam adalah benih yang bernas. Angkat benih yang mengapung dengan bantuan saringan dan taruh dalam sebuah wadah, angkat benih yang bernas (tenggelam) kemudian cuci segera sampai bersih lalu masukkan kedalam karung, diamkan benih yang bernas selama 12 - 24 jam, atau bisa langsung disemai di persemaian yang telah dipersiapkan. (Di Tulis oleh : NURAINI, SP Penyuluh Pertanian BPP Kecamatan Cerenti)