Loading...

Cata Tanam Sedap Malam

Cata Tanam Sedap Malam
Bunga potong sedap malam sangat laku di pasaran, karena banyak orang yang menggunakan sebagai hiasan ruangan atau rangkaian dengan bunga potong lainnya. Oleh karena itu merupakan peluang untuk dibudidayakan. Dalam budidaya tanaman sedap malam perlu memperhatikan cara tanam untuk memperoleh pertumbuhan tanaman yang berproduksi bunga berkualitas bagus. Cara tanam yang perlu diperhatikan antara lain persiapan lahan dan penanaman. Persiapan Lahan Lahan yang akan ditanami sedap malam harus bersih dari kotoran seperti rumput serta gulma lainnya, bekas tanaman, dan kotoran lainnya. Kemudian tanah diolah dengan menggunakan cangkul/bajak/traktor sedalam 30 - 40 cm. Pengolahan tanah harus secara sempurna agar tanah menjadi gembur yang baik untuk pertumbuhan akar tanaman. Setelah diolah didiamkan atau dikeringanginkan selama 15 - 30 hari tanpa memberi air atau membasahi untuk mengurangi kemungkinan gulma tumbuh dan berkembangnya hama penyakit. Setelah masa pengeringan, tanah diolah kembali serta dibuat bedengan dengan lebar 100 cm, tinggi 30 cm, panjangnya menurut lahan yang ada, dan jarak antar bedengan 30 - 40 cm. Lalu dibuat parit-parit sekeliling lahan pertanaman untuk sarana pengairan dan drainase agar tanaman tidak terendam saat lahan berlebihan air. Pada saat pengolahan tanah dilakukan pengukuran pH tanah dan apabila pH rendah (kurang dari tujuh) berarti tanah masam dan harus diatasi dengan diberi kapur pertanian sesuai dosis anjuran. Kapur yang dapat digunakan pada lahan pertanaman sedap malam antara lain Kalsit, Dolomit, atau zeagro. Kapur diberikan 30 hari sebelum tanam dengan cara dicampur secara merata dengan tanah terlebih dahulu, lalu disebarkan secara merata ke seluruh lahan. Pupuk pada tanaman sedam malam sangat diperlukan untuk pertumbuhan dan memproduksi bunga yang berkualitas baik. Pemupukan diberikan lebih dari sekali dan dimulai dari sebelum tanam yang disebut pemupukan awal. Pemupukan awal dilakukan seminggu sebelum tanam, berupa pupuk organik (kotoran ternak atau kompos yang telah matang atau siap pakai) dengan dosis 20-25 ton per hektar atau 2 - 2,5 kg per m2. Selain pupuk organik juga diberi pupuk urea sebanyak 600 kg per hektar. Pemupukan organik maupun urea dengan cara ditaburkan secara merata di atas bedengan dan ditutup dengan tanah sambil merapikan bedengan. Air sangat diperlukan untuk pertumbuhan tanaman, namun apabila kelebihan akan menyebabkan pertumbuhan tidak normal. Oleh karena itu pemberian air harus diperhatikan dengan baik dan sesuai aturan. Pemberian air dilakukan satu hari sebelum tanam, bedengan diberi air (dileb) hingga jenuh untuk menjaga kelembaban saat tanam dan menghindari stress tanaman pada awal masa pertumbuhan. Cara Tanam Cara tanam yang perlu diperhatikan antara lain jarak tanam, jumlah umbi per lubang, pencegahan serangan organisme pengganggu tanaman. Perbanyakan tanaman sedap malam dengan menggunakan bibit dari umbi. Benih umbi ditanam pada bedengan dengan jarak tanam 25 cm antar larikan dan 20 cm dalam larikan dengan satu umbi per lubang tanam dengan tunas menghadap ke atas. Umbi yang telah ditanam kemudian ditutup dengan tanah halus setebal kira-kira 5 cm. Pada saat tanam sangat dianjurkan diberi Furadan 3G sebanyak 6 - 10 butir per lubang untuk mencegah serangan organisme pengganggu tanaman pada awal pertumbuhan. Penulis : SUSILO ASTUTI H. (Penyuluh Pertanian, Pusluhtan) Sumber informasi: 1. Budidaya Tanaman Sedap Malam. Balai Penelitian Tanaman Hias, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 2. Sedap Malam (Seri Varietas Unggul). Balai Penelitian Tanaman Hias, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.