Ubi jalar merupakan salah satu komoditas umbi-umbian yang kaya akan karbohidrat ke empat setelah padi, jagung dan ubi kayu. Ubi jalar mudah diproduksi pada berbagai lahan dengan produktifitas antara 20-40 ton/ha umbi segar. Ubi jalar sangat penting dalam tatanan penganekaragaman pangan dan memiliki peluang yang baik untuk dikembangkan. Pada umumnya ubi jalar disajikan dalam bentuk yang sangat sederhana, seperti ubi rebus, kolak dan ubi goreng. Pada hal ubi jalar dapat diolah menjadi macam-macam bentuk makanan seperti yang telah dilakukan dinegara-negara maju. Bahkan ubi jalar juga dapat digunakan sebagai bahan baku industri makanan dan minuman, industri tekstil, kosmetik dan industri lem. Hasil olahan ubi jalar di pasaran dunia yang banyak diperdagangkan umumnya berupa pati dan tepung ubi jalar, keripik, chip, dodol, saus dan selai ubi jalar. Varietas dan kualitas ubi jalar segar yang digunakan sebagai bahan baku pada industri pengolahan sangat menentukan mutu hasil olahannya. Untuk mendorong pengembangan agroindustri dalam diversifikasi pangan, maka produksi ubi jalar perlu ditingkatkan dan umbinya dapat diproses menjadi aneka ragam produk. Alternatif produk yang dapat dikembangkan dari ubi jalar terdiri dari empat bagian, yaitu : 1. Produk olahan dari ubi jalar segar, contohnya ubi rebus, ubi goreng, obi, timus, kolak, nogosari, getuk dan pie 2. Produk ubi jalar siap santap, seperti keremes, saos, selai, hasil substitusi dengan tepung seperti biskuit, kue dan roti, bentuk olahan dengan buah-buahan seperti manisan dan asinan 3. Produk ubi jalar siap masak, umumnya berbentuk produk instan seperti chips, mie dan bihun 4. Produk ubi jalar bahan baku, bentuk produk ini umumnya bersifat kering, merupakan produk setengah jadi untuk bahan baku, awet dan tahan disimpan lama antara lain adalah irisan ubi kering (gaplek), tepung dan pati. Kesukaan masyarakat terhadap ubi jalar yang rendah dapat ditingkatkan jika ubi jalar diolah menjadi produk yang lebih sempurna dan disukai oleh masyarakat. Demikian pula harga ubi jalar yang rendah dapat ditingkatkan melalui peningkatan bentuk lebih sederhana. Pengolahan ubi jalar dengan peningkatan keragaman produk pangan yang lebih sempurna dapat memberi nilai tambah dan mengangkat ubi jalar menjadi komoditas yang bernilai tinggi. (Yonizaldi Hakim, SP-Batang Kapas)