Loading...

Cilacap Jadikan Lokasi Pencanangan Mekanisasi Mesin Tanam Padi Di Jateng

Cilacap Jadikan Lokasi Pencanangan Mekanisasi Mesin Tanam Padi Di Jateng
v:* {behavior:url(#default#VML);} o:* {behavior:url(#default#VML);} w:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin:0in; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} Untuk mendukung percepatan pembangunan pertanian di tanah air pemerintah melalui dana APBN Kantor Kemeterian Pertanian dan Peternakan, telah meluncurkan program pengembangan Mekanisasi Pertanian, dengan memberikan sejumlah stimulant bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) kepada petani. Salah satunya melalui Pencanangan Penerapan Mekanisasi Mesin Tanam Padi, dalam rangka mengoptimalisasi pemanfaatan alsintan pada usaha tani padi. Pengembangan meknisasi pertanian, melalui pengadaan mesin tanam padi ini dapat diimplementasikan, sepanjang telah memenuhi 3 syarat, meliputi secara teknis memang dapat diaplikasikan oleh petani, secara ekonomis menguntungkan dan secara sosial dapat diterima oleh petani. Direktur Alat Mesin Pertanian,pada Kantor kemetrian Pertanian dan Peternakan, Ir. Bambang Santosa, M.Sc, pada acara Pencanangan Penerapan Mekanisasi Mesin Tanam Padi, di Desa Bojong Kecamatan Kawunganten Kabupaten Cilacap mengakui, dari hasil ujicoba dan evaluasi pada 8 propinsi di Indonesia, dengan penggunaan mesin tanam padi ini dapat dihemat sekitar 600 ribu sampai dengan 700 ribu setiap hektarnya, sekaligus sebagai jawaban atas kelangkaan tenaga kerja di bidang pertanian. Namun Menurutnya Ir Bambang Santosa MSc, pemanfaatan mensin tanam padi, tidak dapat berdiri sendiri, melainkan secara terpadu dengan penggunaan alat mesin pertanian yang lain seperti, traktor, Mesin pengolah lahan, Mesin rumput/gulma, mesin panen, Mesin pengering maupun mesin pengolah padi, agar hasil panen dapat lebih ditingkatkan, baik dalam jumlah maupun mutu dengan harga jual di pasaran yang lebih baik. Direktur Alat Mesin Pertanian,pada Kantor kemetrian Pertanian dan Peternakan, Ir. Bambang Santosa, M.Sc, menjelaskan, Kabupaten Cilacap terpilih sebagai lokasi proyek penerapan mekanisasi mesin tanam padi di Jawa Tengah, disamping Kabupaten Ciamis untuk wilayah Jawa Barat, Kabupaten Tuban untuk Jawa Timur di Pulau Jawa. Terpilihnya kabupaten Cilacap sebagai lolasi proyek Penerapan Mekanisasi Mesin Tanam Padi di propinsi Jawa Tengah, selain mengingat wilayah Kabupaten merupakan wiayah terluas di Jawa Tengah, juga dinilai berhasil dalam memberikan sumbangsih terhadap penyediaan pangan, khususnya beras di propinsi Jawa Tengah. Sebagai gambaran pada tahun 2008 produksi padi di Kabupaten Cilacap mencapai 754.990.000 ton. Sedangkan tingkat kebutuhan sebesar 172.760,489 ton perkapita pertahun, maka mengalami surplus sebanyak 304.393,191 ton, atau mampu memberikan kontribusi terwujudnya ketahanan pangan Jawa Tengah sebesar 7,26 persen. Sedangkan pada tahun 2009 mengalam sedikit penburunan surplus beras 2,272 persen atau sekitar 69.169,13 ton. Penurunan surplus ini disebabkan adanya peralihan tanam dari padi ke palawija, terlihat dari naiknya produksi komoditas kedelai 30,63 persen, kacang hujau 36,2 persen, kacang tanah 22,83 persen, ubi kayu 32,845 persen disbanding tahun 2008. Pada tahun 2010 produksi padi mencapai 750 ribu ton dan berhasil surplus 349.134 ton setelah dikurangi konsumsi masyarakat, sedangkan pada tahun 2011, produksi padi di Kabupaten Cilacap ditargetkan sebesar 792.344 ton dari luas panen 127.141 hektar. Sementara itu, Pencangan Penerapan Mekanisasi Mesin Tanam Padi dalam rangka optimalisasi pemanfaatan alsintan pada usaha tani padi di Kabupaten Cilacap yang dipusatkan di desa Bojong, Kecamatan Kawunganten tersebut, ditandai dengan penanaman perdana oleh Bupati Cilacap Tato Suwarto Pamuji Penaman padi dengan menggunakn mesin tanam ini, juga dilakukan oleh Direktur Alat Mesin Pertanian,pada kantor kementerian Pertanian dan Peternakan, Ir. Bambang Santosa MSc, dan disaksikan oleh seluruh tamu udangan para pejabat terkait dari 5 propinsi, meliputi Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, propinsi Banten dan Lampung. Setelah prosesi penaman padi selesai dilanjutkan dengan peninjauan pameran Alsintan, dan Dialog dengan para petani.