Data dibutuhkan dalam setiap proses perencanaan pembangunan, termasuk dalam penyelenggaraan penyuluhan, yaitu sebagai dasar perencanaan (planning), alat pengawasan (controlling), dan dasar evaluasi (evaluation). Sebagai bahan mentah (raw material) didalam proses perencanaan penyuluhan, data mempunyai peranan yang sangat penting terhadap penentuan rencana kegiatan penyelenggaraan penyuluhan di lapangan. Penegasan itu dikemukakan Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BP2KP) Kabupaten Cilacap, Ir. Sujito,M.Si, ketika memimpin Rapat koordinasi Penyuluh Tingkat Kabupaten Cilacap Tahun 2012 di Gedung Pertemuan Dwijaloka Cilacap. ( Kamis 31 Mei 2012). Sujito menyatakan, untuk menunjang Empat sukses pembangunan pertanian adalah (1) swasembada (kedele, gula dan daging sapi) dan swasembada berkelanjutan (padi/beras dan jagung), (2) peningkatan diversifikasi pangan, (3) peningkatan nilai tambah, daya saing dan ekspor, (4) peningkatan kesejahteraan petani, pemerintah telah mengeluarkan INPRES Nomor 5 Tahun 2011 tentang Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) / Pengamanan Produksi Beras Nasional Dalam Menghadapi Iklim Ekstrim. Untuk memperoleh data yang akurat berkaitan dengan pencapaian sasaran P2BN ini, kantor Kementerian Pertanian telah mengembangkan SMS Center dengan tujuan agar diperoleh laporan pelaksanaan tugas penyuluh pertanian setiap bulan dalam rangka mendukung pelaksanaan program P2BN secara cepat sesuai formulir isian yang sudah ditentukan. Dari beberapa kabupaten di Indonesia yang sudah mengirimkan data sesuai formulir yang telah disediakan melalui SMS Center, pengiriman data dari penyuluh Kabupaten Cilacap relative masih sedikit. Oleh karena itu, saya minta agar para penyuluh pertanian di Kabupaten Cilacap dpat segera melengkapi pengiriman data melalu SMS Center Kantor Kementerian Pertanian tersebut. Tegas Kepala BP2KP Cilacap, Ir. Sujito,M.Si. Dalam setiap kegiatan latihan dan kunjungan di lapangan, penyuluh harus selalu dilengkapi dengan buku kerja, agar dalam setiap kegiatan pendampingan terhadap pelaku utama dan pelaku usaha dapat tercatat perkembangannya. Sementara itu, Menurut Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BP2KP) Kabupaten Cilacap, Ir. Sujito,M.Si, keberadaan Balai Penyuluhan Kecamatan kini dinilai sudah semakin baik dan berbagai kegiatan yang dilaksanakan mendapat respon positif masyarakat. Hal tersebut dapat menjadi tolak ukur penilaian kinerja penyuluhan, disamping penilaian-penilaian yang saat ini sedang dilakukan di berbagai tingkatan mulai kabupaten,propinsi dan tingkat Nasional. Dari hasil penilaian yang sudah dilakukan oleh tim propinsi Jawa Tengah, Kabupaten Cilacap menempatkan 4 nominator penilaian penyuluhan ke tingkat Nasional yaitu Kuswanto (Nominasi Nasional Petani Teladan), Musolehan (Nominasi Nasional Penyuluh Pertanian Swadaya Teladan) dan Triyoga Istiyanto, SP (Nominator Nasional THL TBPP Teladan) dan Balai penyuluhan Kecamatan Wanareja ( Nominator BPModel). Sedangkan Abdul Tohari telah ditetapkan sebagai Juara III Kalpataru Propinsi Jawa Tengah, katagori Penyelamat Lingkungan. Sedangkan untuk penilaian penyuluh kehutanan teladan, Penyuluh PKSM Teladan, Kepada Desa Peduli Lingkungan dan Kelompok Tani Hutan belum ditetapkan di tingkat propinsi Jawa Tengah, dan demikian pula dengan penilaian kinerja penyuluhan untuk bidang perikanan dan ketahanan pangan baru akan dilaksanakan pada bulan Agustus mendatang. Pada bagian lain, menurut Sujito, hasil penilaian yang cukup menggebirakan saat ini adalah pada ajang Krenova ( Kreasi dan Inovasi) Masyarakat. BP2K mengirimkan 3 jenis temuan teknologi tepat guna, meliputi Alat Emposan Tikus Modifikasi dari desa Kalisabuk kecamatan Kesugihan, Alat Pengemposan Tikus TOMO dari desa Pahonjean Kecamatan dan Budidaya SRI Sistem Tabela Menggunakan Bumbung/Tabung dari desa Salebu Kecamatan majenang . Bersama 11 jenis temuan teknologi tepat guna yang diajukan kepada Bappeda Cilacap, ternyata Alat Emposan Tikus Modifikasi dari desa Kalisabuk kecamatan Kesugihan atas nama petani bernama Muhdorun mendapat kesempatan untuk mendapat penilaian di tingkat propinsi Jawa Tengah. Usai pembukaan, Rakor Penyuluh Tingkat Kabupaten Cilacap Tahun 2012, dilanjutkan dengan pemaparan Prinsip dan Pengetahuan Dasar Pengelolaan Irigasi oleh Kepala Bidang Sumber Daya Air SAEFUL HIDAYAT, S.IP, MM dari Dinas Bima Marga, SDA dan ESDM Kabupaten Cilacap yang dilanjukan secara berturut-turut, Sekretaris BP2KP Kabupaten Cilacap, Ir, Susilan, Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengembangan SDM, Ir, Betty Kusumaningrum, MM, Kepala Bidang Penyeenggaraan Penyuluhan Drs. Slamet Syaifudin dan Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Ir, Suhermawan, MM. (AP)