Loading...

Ciri-ciri Tanaman Salak

Ciri-ciri Tanaman Salak
Tanaman salak merupakan tanaman tahunan yang tumbuh memmpun dan dapat hidup bertahum-tahun, sehingga ketinggiannya ± dapat mencapai antara 1,5-8 meter, bergantung pada jenisnya, berbatang sangat pendek dan hampir tidak kelihatan karena tertutup pelepah daun yang berduri yang tersusun rapat, dan seluruh permukaan tanaman ditutupi oleh duri-duri yang tajam. Dari batang yang berduri itu, akan tumbuh tunas baru yang dapat menjadi anakan atau tunas bunga buah salak dalam jumlah yang banyak. Berdasarkan variasi genetik dalam pembungaan, tanaman salak dibedakan menjadi dua macam, yaitu tanaman berumah satu dan berumah dua. Tanaman salak beramah satu (monoceus) ditandai dengan terdapatnya bunga jantan dan bunga betina pada satu pohon. Tanaman salak berumah dua (dioceus) ditandai dengan terpisahnya bunga jantan dan betina pada pohon yang berbe.da. Penampilan fenotip bunga salak dikelompokkan menjadi 3 tipe, yaitu: 1. Salak jantan, ditandai dengan tongkol bunga yang hanya mengandung bunga jantan saja 2. Salak tipe A (hermaprodit), ditandai dengan tongkol bunga yang terdiri atas bunga jantan dan bunga betina. 3. Salak tipe B, ditandai dengan tongkol bunga yang terdiri atas bunga jantan rudimenter dan bunga sempurna yang kelamin jantannya rudimenter, hingga seolah-olah pohon betina. Pembungaan salak sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan, terutama iklim atau musim. Pada musim hujan, tanaman salak cenderung me.nghasilkan tipe bunga A, sedangkan pada musim kemarau tipe bunga B. Adanya variasi tipe bunga menyebabkan buah salak menghasilkan biji beragam, yaitu berbiji satu, diia, dan tiga. Secara genetik, 60 dari biji menghasilkan tanaman salak jantan dan 40 menjadi tanaman salak tipe bunga A atau tipe bunga B. Sifat menyerbuk silang pada tanaman salak menyebabkan terjadinya penyimpangan sifat keturunan dari induknya. Namun sifat menyerbuk silang ini telah mendorong cepatnya terbentukjenis-jenis baro di alam hingga membentuk variabilitas yang luas. Dengan demikian, manusia dapat menikmati salak dengan rasa, aroma, tekstur, maupun kandungan gizi tertentu. Sumber : - Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Riau, Puslitbang Sosial Ekonomi Pertanian, Badan Litbang Pertanian, Salak, 2003