Kecamatan Wuryantoro memiliki sawah seluas 1753,81 Ha. Dengan luasan yang sedemikian besar, tenaga kerja memegang peranan yang sangat penting. Kondisi tenaga kerja di bidang pertanian saat ini sudah sangat berkurang, dimana kurangnya minat para pemuda untuk terjun di pertanian yang dinilai kotor dan tidak bergengsi. Tak heran, ketika musim panen datang, kelangkaan tenaga kerja ini sangat dirasakan oleh petani. Waktu panen yang mundur, dan berlanjut mundurnya pengolahan tanah, dan tentunya berpengaruh pada mundurnya musim tanam berikutnya.Kehadiran Combine Harvaster, memberikan setitik cerah bagi petani di kecamatan Wuryantoro. Dengan Combine Harvaster, hanya dibutuhkan 2-3 orang tenaga kerja per alatnya. Di Kecamatan Wuryantoro sendiri, saat ini telah terdapat 4 unit Combine Harvaster, baik yang berukuran kecil maupun yang sedang. Namun, jumlah tersebut dinilai masih kurang, terutama jika menghadapi musim panen raya, karena saat ini minat petani menggunakan alat ini, sudahlah sangat tinggi.Minat petani yang tinggi ini, tak lepas karena keuntungan yang dirasakannya. Keuntungan yang dirasakan petani antara lain: mereka hanya cukup membayar Rp. 9.000,- sampai Rp. 11.000,- per karungnya, yang jika secara dihitung dan dibandingkan secara keseluruhan, lebih ringan dibandingkan menggunakan tenaga kerja; Hasil gabahnya pun lebih bersih, dan dibeli oleh pedagang diatas harga panen biasa; Selain itu, waktu panen juga relatif lebih cepat; tetapi karena jumlah alatnya yang terbatas, petani harus mengantri untuk dapat memanfaatkan fasilitas dari pemerintah ini.Selain bagi petani, manfaat adanya Combine Harvaster juga dirasakan oleh UPJA yang mengelolanya. Selain memberikan lapangan pekerjaan pada para pemuda yang biasanya senang dengan permesinan, juga dapat memberikan pemasukan bagi UPJA tersebut guna pemupukan modal UPJADengan kemudahan-kemudahan dan modernisasi di bidang pertanian ini, semoga dapat menarik minat para pemuda untuk terjun ke sawah meneruskan tongkat estafet petani demi tersedianya pangan bagi umat manusia. Penulis : Ana Rahmawati, S.Pt